. . .

Resensi Novel “5 CM” Karya Dhony Dhirgantoro

Oleh Indriani Suharyan


Judul : 5 CM
Penulis : Dhony Dhirgantoro
Tahun Terbit : 2007
Penerbit : PT. Grasindo
Jumlah Hal. : 381 Halaman

“Belum pernah ada bukti-bukti nyata dalam angka dan kalkulasi yang bisa dipecahkan oleh ilmu pengetahuan tentang bagaimana keajaiban sebuah mimpi dan keyakinan bisa membuat begitu banyak perbedaan yang bisa mengubah kehidupan manusia. Belum pernah ada. Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia berbeda dengan makhluk lain.”

***

“5 CM” karya Dhony Dhirgantoro ini menceritakan tentang persahabatan lima anak muda yang dipenuhi dengan mimpi-mimpi, petualangan, dan cinta. Kelima anak muda tersebut adalah Genta, Zafran, Riani, Arial, dan Ian. Mereka telah menjalin persahabatan sejak lama, hingga lambat laun persahabatan mereka tiba pada titik jenuhnya. Genta merasa apa yang selama ini mereka lakukan adalah sesuatu yang perlahan menjadi sebuah kebosanan. Pemuda itu ingin mereka berlima tidak bertemu selama beberapa bulan, untuk dapat melihat dunia lain di luar persahabatan mereka, untuk bisa meraih apa yang mereka impikan. Jelasnya, Genta ingin memberikan waktu kepada dirinya sendiri dan sahabatnya untuk menemukan diri mereka sendiri. Usulan Genta pun mendapat dukungan, karena bukan hanya pemuda itu yang merasakan demikian, melainkan Zafran dan Arial pun merasakan hal yang sama. Walaupun Riani sempat menentang usulan Genta untuk tidak saling bertemu dan berkomunikasi selama beberapa bulan, tetapi Zafran memberikan pengertiannya kepada Riani sehingga perempuan itu akhirnya menyanggupi.

Selama tiga bulan mereka tidak bertemu dan berkomunikasi. Dalam tiga bulan itu, mereka memiliki kesibukannya masing-masing. Ian memilih menyelesaikan tugas akhir kuliahnya (skripsi) yang dulu sempat tertunda. Sementara Genta menyibukkan diri dengan proyek Event Organizer-nya. Riani sibuk dengan aktivitasnya sebagai karyawan swasta, Zafran menyibukkan diri dengan mendalami sastra, dan Arial mencari kesibukan lain dengan mencari kekasih baru. Sampai pada akhirnya, tiga bulan berlalu dan pertemuan mereka pun dijadwalkan berdasarkan arahan yang diberikan oleh Genta.

Melalui tema Persahabatan, Dhony Dhirgantoro mampu menyuguhkan ide yang luar biasa sehingga membuat cerita menjadi anti-mainstream, ia menyuguhkan ide luar biasa tersebut dalam bentuk rencana yang dilontarkan oleh tokoh Genta. Sebuah rencana pertemuan kelima sahabat yang berubah menjadi petualangan penuh dengan harapan, mimpi, cinta, cita-cita, dan pengorbanan.

Dhony juga mampu menghadirkan tokoh-tokoh penyusun cerita yang membuat novel ini menjadi satu kesatuan cerita yang utuh, hal itu karena watak dari masing-masing tokoh dalam cerita memang sangat mendukung. Berikut tokoh-tokoh beserta penokohan yang disebutkan dalam novel “5 CM”:

Arial, diceritakan dalam novel ini merupakan laki-laki yang paling tampan di antara mereka (kelima sahabat yang berisikan anak-anak muda). Arial juga memiliki kepribadian yang tenang, murah senyum, dan sederhana. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan sebagai berikut:

“Arial adalah orang yang simpel-simpel aja, tapi ia kebanggaan seluruh tongkrongan karena cuma dia yang bisa tenang, pembawaannya banyak senyum, dan jarang khilaf.” (Bab. Prolog, hal: 13)

Riani, merupakan sosok perempuan cantik yang cerdas. Ia adalah satu-satunya perempuan yang menjadi anggota geng bernama “Power Rangers” tersebut. Ia juga diceritakan sebagai perempuan yang berhati lembut dan sangat ramah. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan sebagai berikut:

“Riani pakai kacamata, cantik, cerdas, dan seorang N-ACH sejati.” (Bab. Prolog, hal: 15).

Zafran diceritakan sebagai laki-laki yang kehidupannya dipenuhi dengan lantunan syair-syair. Ia juga sempat menjadi penggemar Kahlil Gibran. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan sebagai berikut:

“Seorang penyair yang selalu bimbang.” (Bab. Prolog, hal: 15).

Ian diceritakan sebagai laki-laki berbadan besar. Ia juga menyukai bola dan hobi menonton film dewasa. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan sebagai berikut:

“Yang ini badannya bengkak.“ (Bab. Prolog, hal: 17).

Dan, “Ian mempunyai ritual aneh, tapi punya arti banyak bagi kaum laki-laki. Dua minggu sekali Ian percaya bahwa dia harus pergi ke Dusit, Glodok, Mangga Dua, dan sekitarnya untuk membeli “Pieces of Lust” katanya, yang kalo diterjemahkan ke bahasa alamiah adalah “VCD Bokep.” (Bab. Prolog, hal: 17).

Kemudian terdapat tokoh utama yaitu Genta, berperan sebagai pemimpin dari Geng “Power Rangers”. Dalam novel ini, Genta juga diceritakan sebagai seseorang yang asik di antara mereka. Ia adalah fans berat Riani, walaupun Riani tidak menyadari hal tersebut, dan Genta pun tidak pernah mau mengungkapkannya. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan sebagai berikut:

“”The Leader”. Enggak ada yang tahu kalo Genta adalah fans berat Riani, bahkan Riani sendiri enggak ngerasa. Genta bisa dibilang adalah orang yang mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri (lho?).” (Bab. Prolog, hal: 18).

Banyak tokoh lainnya yang mendukung jalan cerita dalam novel ini, termasuk tokoh Dinda yang berperan sebagai adik Arial. Dinda seolah menjadi pemanis petualangan kelima persahabatan Geng Power Rangers. Diceritakan pula bahwa Dinda merupakan perempuan yang disukai oleh Zafran. Selain itu, ada juga Pak Gembul yang membuat perjalanan mereka menyenangkan sebelum melangkah kepada petualangan sebenarnya.

Alur yang digunakan dalam cerita ini adalah alur campuran, Dhony menyuguhkan jalan cerita yang dibentuk selalu beruntun tetapi diiringi dengan sedikit flashback (kisah masa lalu). Kata-kata yang tidak berbelit-belit terutama saat menceritakan flashback membuat pembaca mampu memahami jalan ceritanya dengan mudah. Dengan menggunakan alur campuran, novel ini juga mengajak pembaca fokus untuk masuk ke dalam cerita.

Sudut pandang yang digunakan pada novel ini adalah sudut padang orang ketiga serba tahu. Pengarang menggambarkan cerita ini seolah-olah ia mengatakan bahwa dirinyalah pencipta cerita tersebut.

Persahabatan yang disuguhkan dalam cerita ini memang berbeda dari cerita lainnya. Melalui tokoh Genta, Arial, Zafran, Riani, Ian dan Dinda, penulis seolah menyampaikan bahwa keajaiban dan keindahan mimpi-mimpi dapat diwujudkan dengan sebuah tekad yang kuat. Dalam mewujudkan mimpi-mimpi itu, dukungan dari orang-orang tercinta sangatlah penting, dari sanalah kita mampu memahami apa arti dari sahabat, begitu juga dengan kebersamaan dan sebuah pengorbanan.

Dhony sangat lihai memilih redaksi yang membuat pembaca selalu penasaran dan tergugah hatinya untuk terus membaca. Banyak kata-kata inspiratif yang dilontarkan oleh tokoh-tokoh dalam novel ini, sepertinya halnya tokoh Genta. Hal itu membuat pembaca selalu merasa mendapatkan pembelajaran yang baru dalam kehidupannya. Dibalut dengan unsur komedi, dramatisasi, dan romantis membuat novel ini berhasil menghanyutkan pikiran pembaca dan turut menguras emosi. Pemilihin diksi dan gaya bahasa pun relavan dengan perkembangan di zaman sekarang, utamanya untuk kalangan anak muda dengan bahasa kekinian. Selain itu, penentuan setting tempat dan waktu digambarkan secara detail dan otentik.

Hanya saja, yang menjadi kekurangan dari novel ini adalah kurang tajamnya konflik yang membuat cerita terkesan hambar. Konflik utama atau permasalahan terbesar dalam cerita ini belum kuat dan seolah samar. Hanya ada beberapa konflik kecil yang membuat cerita tetap bisa berjalan tanpa adanya hambatan. Selain itu, alur cerita sedikit mudah ditebak. Jelasnya, ada beberapa adegan atau dialog dimana pembaca mampu menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dengan tokoh-tokoh dalam novel ini. Namun, secara keseluruhan, konflik dan scenario yang sederhana dengan balutan kata-kata luar biasa tetap mampu mengundang selera pembaca untuk membacanya.

Penyunting: Nidaaliif

Ikuti Kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *