{"id":10017,"date":"2024-06-05T04:15:58","date_gmt":"2024-06-05T04:15:58","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=10017"},"modified":"2024-06-05T04:15:58","modified_gmt":"2024-06-05T04:15:58","slug":"mahasiswi-unsil-raih-kejuaraan-nasional-cabang-olahraga-petanque","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/mahasiswi-unsil-raih-kejuaraan-nasional-cabang-olahraga-petanque\/","title":{"rendered":"Mahasiswi Unsil Raih Kejuaraan Nasional Cabang Olahraga Petanque"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Gemercik News\u2013Universitas Siliwangi (04\/06).<\/strong> Mahasiswi Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (Eksyar) Universitas Siliwangi (Unsil), Isti Restiani berhasil meraih juara 1 dalam kategori tunggal putri pada Kejuaraan Nasional <em>Petanque<\/em> antar mahasiswa se-Indonesia yang berlangsung pada 22 hingga 25 Mei lalu di Universitas Negeri Semarang (UNNES).<\/p>\n\n\n\n<p>Isti mengungkapkan bahwa salah satu alasan yang mendorongnya mengikuti kompetisi ini karena melihat adanya sebuah peluang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYang pertama peluangnya, karena termasuk olahraga cabang baru yang ada di Indonesia dan belum banyak orang tahu. Jadi, ketika kita melihat olahraga ini ternyata sangat berpeluang banget. <em>Nah<\/em>, karena saya melihat peluang itu, saya jadi menekuni olahraga tersebut,\u201d ucap Isti kepada Gemercik, pada Senin (03\/06).<\/p>\n\n\n\n<p>Kunci kesuksesan Isti dalam meraih juara terletak pada proses yang dijalaninya. Ia berlatih dengan konsisten, penuh keikhlasan, dan selalu dengan senang hati tanpa merasa terpaksa. Selain itu, saat bertanding, Isti menganggap pertandingan tersebut sama seperti sesi latihan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPersiapan diri yang saya lakukan, yaitu dengan latihan dari segi teknik dan fisik, istirahat yang cukup dan menjaga pola makan. Karena kita sebagai mahasiswa, ada kegiatan lain yang pastinya kita harus bisa mengatur waktu antara kuliah dan mengerjakan tugas-tugas. Pokoknya ketika ada waktu luang, kita gunakan sebaik mungkin,\u201d ungkap Isti.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Isti, tantangan terbesar dalam menghadapi kompetisi ini, yaitu menjaga mental. Rasa takut sering muncul ketika melihat lawan yang tampak lebih unggul atau berasal dari universitas terkenal. Penurunan mental bisa sangat memengaruhi permainan. Oleh karena itu, diperlukan sikap yang santai, tenang, dan kemampuan menguasai lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi pertandingan <em>single women<\/em> ini, ada rasa cemas dan rasa takut, <em>tapi <\/em>dibantu yang paling pertama dari diri sendiri. Kita menguatkan, fokus lagi sama tujuan dan proses yang sudah kita jalani. Terus, dibantu sama dorongan dari luar seperti pelatih, <em>support<\/em> teman-teman yang menyemangati dan <em>ngingetin<\/em> ketika mental turun ataupun teknik ada yang salah,\u201d jelas Isti.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, Isti mengungkapkan bahwa kita harus bisa melihat peluang dan memanfaatkannya sebaik mungkin, serta tidak menjadikan perbedaan jurusan sebagai penghalang dalam mengembangkan minat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPesannya untuk generasi muda ataupun generasi yang akan melanjutkan saya, diharapkan bisa melihat peluang dari olahraga mana pun. Seperti olahraga <em>Petanque<\/em> ini, ketika kita melihat peluang dan diri kita mau berusaha, pasti akan berhasil. Untuk mahasiswa yang ada di Unsil, mau kalian dari jurusan mana pun, jika kalian punya minat lakukan <em>aja<\/em>, jangan terhalang dengan jurusan,\u201d pungkas Isti Restiani.<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter: Hafni Rahmani, Nazwa Kanaya<br>Penulis: Elsa Sapitri<br>Penyunting: Fika Fatma Yuslia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemercik News\u2013Universitas Siliwangi (04\/06). Mahasiswi Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (Eksyar) Universitas Siliwangi (Unsil), Isti Restiani berhasil meraih juara 1 dalam kategori tunggal putri pada Kejuaraan Nasional Petanque antar mahasiswa se-Indonesia yang berlangsung pada 22 hingga 25 Mei lalu di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Isti mengungkapkan bahwa salah satu alasan yang mendorongnya mengikuti kompetisi ini&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10018,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14,19],"tags":[],"class_list":["post-10017","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dalam-kampus"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10017"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10020,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10017\/revisions\/10020"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}