{"id":1070,"date":"2015-11-11T15:09:00","date_gmt":"2015-11-11T15:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/2015\/11\/11\/pendidikan-sejarah-unsil-mengkritisi-hari-pahlawan-tasikmalaya\/"},"modified":"2015-11-11T15:09:00","modified_gmt":"2015-11-11T15:09:00","slug":"pendidikan-sejarah-unsil-mengkritisi-hari-pahlawan-tasikmalaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/pendidikan-sejarah-unsil-mengkritisi-hari-pahlawan-tasikmalaya\/","title":{"rendered":"PENDIDIKAN SEJARAH UNSIL MENGKRITISI HARI PAHLAWAN TASIKMALAYA"},"content":{"rendered":"<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\"><\/p>\n<div style=\"text-align: center;\"><b><\/b><\/div>\n<p><b><\/b><br \/><b><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-L_WT4JZGBAY\/VkNZ9FUPl7I\/AAAAAAAABXY\/GkFa5pjenpg\/s1600\/sadas.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"640\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-L_WT4JZGBAY\/VkNZ9FUPl7I\/AAAAAAAABXY\/GkFa5pjenpg\/s640\/sadas.jpg\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"tab-stops: 63.8pt; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Foto By: Rosi Risallah<\/span><br \/><span style=\"font-weight: normal;\">(ket : Mahasiswa Unsil Sadar Sejarah berpoto di Taman Makam Pahlawan)<\/span><br \/><span style=\"font-weight: normal;\"><br \/><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\">Setelah Jepang mengaku kalah kepada sekutu, pejuang Indonesia di Surabaya atau biasa dikenal dengan \u201cArek-arek Surabaya\u201d mulai melucuti senjata tentara Jepang yang masih berada di Indonesia. Namun, tanpa tahu malu pihak NICA ( masih ada campur tangan Belanda ) memberikan ultimatum untuk menyerahkan senjata tersebut kepada pihak mereka. <o:p><\/o:p><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-SCH3B7aP0qw\/VkNZ_c_6vyI\/AAAAAAAABXg\/I6DzOzthdWA\/s1600\/salkjdasda.jpg\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"192\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-SCH3B7aP0qw\/VkNZ_c_6vyI\/AAAAAAAABXg\/I6DzOzthdWA\/s320\/salkjdasda.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\">Bangsa Indonesia jelas terhina, kita sudah merdeka tapi mengapa Belanda terus ikut campur kepada negara kita? Ditambah dengan dikibarkannya bendera merah putih biru di hotel Yamato. Indonesia merasa menjadi negara merdeka yang tidak dihargai oleh Belanda. Karena hal itu terjadilah perang dari tanggal 10 Nopember yang menjadi awal mula hingga gugurnya lebih dari 6000 orang. Banyak rakyat mengungsi, Surabaya hancur. <o:p><\/o:p><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\">Karena itu merupakan perang besar-besaran dan merupakan perjuangan dan perang pertama setelah kemerdekaan, maka tanggal 10 Nopember diresmikan menjadi Hari Pahlawan Nasional.<o:p><\/o:p><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\">Selasa, 10 Nopember 2015, Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Siliwangi mencoba mengingatkan kembali kita tentang hari pahlawan. Berbagai acara mereka laksanakan untuk memeringati hari pahlawan.<o:p><\/o:p><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\">Diantaranya adalah ziarah dan apel di Taman Pahlawan Nasional, Jalan Kusuma Bangsa. Ziarah ini dihadiri oleh Walikota Tasikmalaya dan beberapa pihak lainnya. Para mahasiswa menempuh perjalanan dari kampus dengan berjalan kaki.<o:p><\/o:p><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\">Selanjutnya terlaksana pula upacara resmi di Universitas Siliwangi, lalu setelah itu tepatnya pukul 1 siang diadakan diskusi Mahasiswa Pendidikan Sejarah untuk mengkritisi tentang \u201cMengapa Hari Pahlawan Nasional dapat Diperingati?\u201d. Diskusi berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan sedikitnya kesimpulan yang sudah diuraikan diatas.<o:p><\/o:p><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\">Salah satu partisipan Teti Sumiati (Mahasiswi Pendidikan Sejarah angkatan 2015) mengatakan \u201cAcaranya sangat bermanfaat. Saya dapat mengetahui nama-nama pahlawan yang sebelumnya tidak saya ketahui seperti Bapak Wiyardi yang merupakan pahlawan asal Tasikmalaya. Lalu mengetahui lebih dalam tentang latar belakang hari pahlawan, dan jelasnya acara ini dapat membuat kami lebih menghargai jasa pahlawan. Acara ini sangat terasa kebersamaan dan perjuangannya. Karena jalan kaki kami dapat mengambil hikmah sebagai anak muda janganlah banyak mengeluh. Kalau jalan segini saja sudah capek, apalagi dengan perjuangan pahlawan-pahlawan dahulu dalam melawan penjajah? Acara ini telah memberikan kami pelajaran berharga.\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\">Ya, hari Pahlawan memang tidak menjadi hari libur nasional. Namun dengan seperti itu, layaknya kita dapat terus memperingati dan menghargai jasa para pahlawan. Mereka berjuang bukan dengan gigit jari, mereka berjuang demi kita untuk memberikan yang terbaik bagi negeri. Jangan hanya diam dan menjadi bangsa yang menikmati lalu merusak negeri ini secara perlahan. <o:p><\/o:p><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><span style=\"font-weight: normal;\">Pahlawan mengingatkan kita tentang satu hal, perjuangan itu tidak mudah. Setelah kita merdeka semua tidak akan berjalan tenang begitu saja. Setelah itu akan ada kebahagiaan, maka layaknya hargailah jasa para pahlawan karena mereka berjuang bukan untuk hal yang sia-sia di masa sekarang.&nbsp;<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><br \/><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">(Rosi Risalah Prajabnasti)<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<p><\/b><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto By: Rosi Risallah(ket : Mahasiswa Unsil Sadar Sejarah berpoto di Taman Makam Pahlawan) Setelah Jepang mengaku kalah kepada sekutu, pejuang Indonesia di Surabaya atau biasa dikenal dengan \u201cArek-arek Surabaya\u201d mulai melucuti senjata tentara Jepang yang masih berada di Indonesia. Namun, tanpa tahu malu pihak NICA ( masih ada campur tangan Belanda ) memberikan ultimatum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-1070","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1070"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1070\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}