{"id":11036,"date":"2025-03-17T14:25:10","date_gmt":"2025-03-17T14:25:10","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=11036"},"modified":"2025-03-17T15:01:41","modified_gmt":"2025-03-17T15:01:41","slug":"saluran-irigasi-tersumbat-pedagang-di-depan-unsil-merugi-akibat-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/saluran-irigasi-tersumbat-pedagang-di-depan-unsil-merugi-akibat-banjir\/","title":{"rendered":"Irigasi Tersumbat, Pedagang Depan Unsil Alami Kerugian Akibat Banjir"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Gemercik News-Universitas Siliwangi(17\/03). <\/strong>Curah hujan yang tinggi di kota Tasikmalaya menyebabkan banjir di beberapa lokasi, termasuk di sekitar Jalan Universitas Siliwangi (Unsil). Hal ini disebabkan karena tersumbatnya saluran irigasi di sekitar Unsil yang berdampak pada para pedagang. Genangan air yang meluas menghambat aktivitas jual beli, mengakibatkan kerugian bagi pedagang di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Lisnawati, seorang pedagang es teler, mengungkapkan bahwa pendapatannya menurun setiap kali hujan deras mengguyur jalanan. Selain itu, Lisnawati juga merasakan dampak lain, seperti tendanya yang hampir terbawa banjir akibat arus yang kuat. Untuk menghindari hal tersebut, Lisna terpaksa mencari tempat berteduh yang aman agar tidak terkena hujan secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPasrah <em>aja<\/em>, kalau hujan kita ikut berteduh ke Indomaret. Dampaknya, omzet menurun, biasa itu dari jam 4 sampai jam 5 habis 100 <em>cup<\/em> lebih, sekarang kalau hujan itu cuma 50 <em>cup<\/em>. Tenda juga kemarin banjir selutut goyang terkena arus,\u201d ungkap Lisnawati kepada Gemercik pada Minggu (16\/03).<\/p>\n\n\n\n<p>Hujan deras juga berdampak pada Roro Fitria, pedagang jajanan viral serba Rp10 ribu. Roro mengungkapkan bahwa saluran irigasi yang sempit dan tersumbat oleh tumpukan sampah menyebabkan air meluap. Terlebih lagi, lokasi tempatnya berjualan berada di area yang lebih rendah sehingga air dengan mudah naik dan menggenangi jalan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBiasanya sih, 150 <em>box<\/em>, sekarang 90 <em>box<\/em>, <em>tapi<\/em> hujan itu <em>ga<\/em> bisa di prediksi. Jadi, sabar <em>aja<\/em>. Ini juga <em>kayaknya<\/em> dari saluran irigasi yang berada di bawah terus&nbsp; tersumbat karena sampah. Jadi, banjir <em>gitu<\/em>,\u201d kata Roro.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Nuri Nurfazria, pedagang es teh poci, mengungkapkan bahwa genangan air akibat hujan deras berdampak pada dagangannya yang basah. Selain itu, kendaraan yang melintas turut menyipratkan air ke dagangannya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi sini dampaknya dagangan jadi basah. Apalagi kalau ada mobil yang lewat, airnya suka <em>kena<\/em> ke dagangan,\u201d ucap Nuri.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, Lisnawati menyampaikan harapannya terkait dampak banjir yang dialami para pedagang di sekitar jalan Unsil. Lisnawati berharap saluran irigasi di kawasan tersebut dapat diperbesar, mengingat volume air yang cukup besar sehingga membutuhkan saluran yang lebih luas agar tidak mudah meluap.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSatu-satunya jalan, <em>ya,<\/em> irigasinya diperbesar karena <em>kan<\/em> airnya cukup lumayan besar, terus selokannya juga terlalu kecil.\u201d tutup Lisnawati.<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter: Annisa Firsty dan Kamila Cahya Aulia<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Dhanti Trioktaviani<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Raisa Fadilah Ramadani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemercik News-Universitas Siliwangi(17\/03). Curah hujan yang tinggi di kota Tasikmalaya menyebabkan banjir di beberapa lokasi, termasuk di sekitar Jalan Universitas Siliwangi (Unsil). Hal ini disebabkan karena tersumbatnya saluran irigasi di sekitar Unsil yang berdampak pada para pedagang. Genangan air yang meluas menghambat aktivitas jual beli, mengakibatkan kerugian bagi pedagang di kawasan tersebut. Lisnawati, seorang pedagang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11037,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14,17],"tags":[2400,2401,269,240,191,168],"class_list":["post-11036","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-luar-kampus-berita","tag-banjir","tag-pedagang","tag-mahasiswa","tag-tasikmalaya","tag-universitas-siliwangi","tag-unsil"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11036","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11036"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11036\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11041,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11036\/revisions\/11041"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}