{"id":1132,"date":"2015-06-17T04:03:00","date_gmt":"2015-06-17T04:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/2015\/06\/17\/tips-menghilangkan-lesu-saat-berpuasa\/"},"modified":"2015-06-17T04:03:00","modified_gmt":"2015-06-17T04:03:00","slug":"tips-menghilangkan-lesu-saat-berpuasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/tips-menghilangkan-lesu-saat-berpuasa\/","title":{"rendered":"TIPS MENGHILANGKAN LESU SAAT BERPUASA"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-EsUW1rObgS0\/VYDwqAP7rEI\/AAAAAAAAA4g\/lljihXRE4lQ\/s1600\/LESU.JPG\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-EsUW1rObgS0\/VYDwqAP7rEI\/AAAAAAAAA4g\/lljihXRE4lQ\/s1600\/LESU.JPG\" \/><\/a>PUASA   identik  dengan  kelesuan, secara fisik tentunya. Ada yang   bilang bahwa   untuk mengatasi   kelesuan yang bakal terjadi, makan   sahur saja   sekenyang-kenyangnya.  Tindakan  itu ternyata bukan   jawaban. Sebab, makan   sahur yang terlalu  kenyang justru  membuat   tubuh akan lebih cepat   mencerna makanan  tersebut sehingga rasa lapar    lebih cepat terasa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain    itu,  makan sahur terlalu kenyang  akan menyebabkan aliran  darah    menunumpuk pada  bagian perut  sedangkan aliran darah ke otak  menjadi    berkurang. Hal inilah yang   akan mengakibatkan rasa ngantuk  di pagi    hari, badan lesu\/lemas dan  daya tahan  tubuh berkurang.  Berikut ini    adalah Tips bagaimana  menangkal rasa lesu\/lemas  selama  puasa, menurut    Mochammad Yuwono,  Dosen Fakultas Farmasi dari Universitas  Airlangga    Surabaya:<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">1. <strong>Meningkatkan Kadar Protein dari Menu   Sahur<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pemilihan     menu makanan sahur ternyata  memegang peranan penting.  Menu makanan    pada umumnya  sebagian besar  terdiri atas karbohidrat,  hanya  sebagian   kecil berupa protein  dan  lemak. Dan hanya beberapa  jam  saja setelah   makan sahur, karbohidrat   tersebut sudah tercerna.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menurut   salah   satu penelitian, pada  puasa hari pertama dan kedua,  glikogen   pada  hati secara  cepat menurun  sampai 10%, akan tetapi  kadar  glukosa  dalam  darah relatif  konstan.  Beberapa hari setelah  puasa  berjalan,   pengeluaran nitrogen dalam   bentuk urea yang melewati  air  kencing   ternyata akan meningkat. Hal ini  berarti,  sedang  terjadi  peningkatan   degradasi protein dalam tubuh.  Sementara, jumlah   asam  lemak bebas (<em>free fatty acid<\/em>)  selama  berpuasa meningkat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sayangnya    di  dalam tubuh manusia  (mamalia), asam lemak bebas ini  tidak bisa    digunakan untuk  membentuk  glukosa, meskipun glukosa ini  sendiri  dapat   dibentuk dari gliserol.   Oleh karena itu, selama  berpuasa,  energi  utama  untuk menghasilkan  glukosa  (gula) darah  adalah  protein. Dengan   demikian, apabila selama  berpuasa Anda   menginginkan  agar tidak cepat   lapar dan loyo, serta  berat badan tidak    berkurang, maka menu makanan   sahur sebaiknya  mengandung protein  yang  cukup  tinggi -selain konsumsi   kabohodrat dan  lemak- seperti   daging, ikan, susu, telur,  keju  (protein  hewani) serta  buncis,   kacang hijau, kedelai dsb (protein  nabati).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">2. <strong>Pilih  Minuman yang Manis (Bergula)<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mengingat    rasa   loyo badan berkaitan dengan kadar gula dalam  darah, maka   minuman  sahur   hendaknya yang berasa manis, bukan air  putih. Rasa   manis ini bisa   diperoleh  dari gula (tebu), madu atau  gula jenis   lainnya. Jangan   menggunakan pemanis  buatan, karena  pemanis ini tidak   berkalori.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">3.  <strong>Lakukan Makan Sahur Pada Kesempatan  Terakhir<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Maksudnya      adalah melakukan sahur pada saat-saat akhir waktu sahur  berakhir.     Mengapa?  Secara logika, jika makanan shur makin mendekati  waktu  imsyak,    tentunya proses  pencernaan akan lebih tertunda.  Akibatnya  rangsangan    lapar dan rasa loyo badan  pun akan tertunda  pula.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">4. <strong>Hindari  Porsi Makan Sahur Melebihi  Takaran Lazim<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seperti      dijelaskan sebelumnya, bahwa makan sahur yang berlebihan  ternyata     membuat Anda justru  akan menjadi lesu, ngantuk dan kurang  gairah di     pagi hari. Sebaiknya Anda ambil  saja porsi yang lazim.  Demikian  pula    pada saat Anda berbuka puasa, tentunya  dengan alasan  yang sama  Anda    hendaknya tidak langsung mengisi perut secara  membabi  buta.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">5.  <strong>Tetap Melakukan Aktifitas Kerja  Secara Normal<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Di     dalam  tubuh terdapat hormon-hormon yang berperan untuk   meningkatkan    kadar gula darah  yang bekerja melawan hormon insulin.   Berdasarkan    percobaan, hormon-hormon  anti-insulin ini lebih aktif   bekerja apabila    Anda melakukan aktivitas.  Sebaliknya hormon ini akan   berkurang apabila    Anda menurunkan aktivitas fisik  (tidur dan   bermalasa-malasan). Oleh    karena itu, sebaknya selama bulan puasa    Anda tetap melakukan  aktivitas   normal. Hindari tidur dan   bermalas-malasan  (khususnya  setelah makan   sahur), tapi bukan berarti   Anda bebas melakukan  aktivitas  kerja yang   terlalu berat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">sumber: <a href=\"http:\/\/www.majalah-farmacia.com\/rubrik\/one_finenews.asp?IDNews=142\" rel=\"nofollow noopener noreferrer\" target=\"_blank\">http:\/\/www.majalah-farmacia.com\/rubrik\/one_finenews.asp?IDNews=142<\/a> <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PUASA identik dengan kelesuan, secara fisik tentunya. Ada yang bilang bahwa untuk mengatasi kelesuan yang bakal terjadi, makan sahur saja sekenyang-kenyangnya. Tindakan itu ternyata bukan jawaban. Sebab, makan sahur yang terlalu kenyang justru membuat tubuh akan lebih cepat mencerna makanan tersebut sehingga rasa lapar lebih cepat terasa. Selain itu, makan sahur terlalu kenyang akan menyebabkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-1132","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1132"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1132\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}