{"id":11604,"date":"2026-04-01T13:35:27","date_gmt":"2026-04-01T13:35:27","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=11604"},"modified":"2026-04-01T13:35:28","modified_gmt":"2026-04-01T13:35:28","slug":"unsil-perkuat-kualitas-lulusan-melalui-reformasi-kurikulum-dan-sertifikasi-profesi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/unsil-perkuat-kualitas-lulusan-melalui-reformasi-kurikulum-dan-sertifikasi-profesi\/","title":{"rendered":"Unsil Perkuat Kualitas Lulusan Melalui Reformasi Kurikulum dan Sertifikasi Profesi"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Gemercik News-Universitas Siliwangi (<\/strong><strong>1\/04). <\/strong>Universitas Siliwangi (Unsil) terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya secara konsisten. Langkah ini ditempuh melalui reformasi kurikulum berbasis kebutuhan industri, penguatan sertifikasi kompetensi, serta perluasan kerja sama dengan pemangku kepentingan <em>(stakeholder),<\/em> guna meningkatkan daya saing wisudawan di dunia kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsil, Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd., M.Kes<strong>.<\/strong>, menjelaskan bahwa indikator keberhasilan lulusan tidak hanya dilihat dari kuantitas wisudawan, melainkan dari relevansi kompetensi mereka terhadap kebutuhan Dunia Usaha dan Industri (DUDI). Hal ini menjadi prioritas agar tidak terjadi kesenjangan antara kualifikasi lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan sampai <em>supply<\/em> lulusan yang kita kirim ke lapangan tidak sesuai dengan <em>demand<\/em> yang dibutuhkan dunia kerja,\u201d ujar Dr. Asep kepada Gemercik, pada Selasa (31\/03).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Unsil secara berkala melakukan evaluasi kurikulum dengan melibatkan pihak eksternal, mulai dari dunia usaha, industri, instansi pemerintah, hingga asosiasi profesi. Keterlibatan <em>stakeholder<\/em> ini penting agar kurikulum tidak hanya bersifat akademis teoritis tetapi juga aplikatif.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSampai 3-4 tahun sekali Unsil harus <em>me-review<\/em> kurikulum. Pada saat <em>me-review<\/em> kurikulum itu tidak dilakukan oleh pihak Unsil saja, tetapi melibatkan <em>stakeholder<\/em> dari industri, instansi pemerintah, sampai asosiasi profesi,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain pembaruan kurikulum, Unsil mendorong mahasiswa memiliki sertifikasi profesi sebagai nilai tambah saat memasuki dunia kerja. Sertifikasi ini difasilitasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), mengingat Unsil telah memiliki sejumlah skema kompetensi yang diakui secara nasional. Dr. Asep menjelaskan bahwa program sertifikasi biasanya ditawarkan kepada mahasiswa menjelang kelulusan, tergantung kebijakan masing-masing program studi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBiasanya antara semester 7-8, tapi tergantung prodinya, karena kita <em>kan<\/em> hanya menyediakan lembaganya LSE, LSE menyediakan skemanya, sesuai yang diajukan oleh prodi, bahwa kapan prodi mau melaksanakan, tergantung prodinya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Dr. Asep menjelaskan bahwa Unsil telah melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas mahasiswa, termasuk melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga eksternal seperti <em>non-government organization<\/em> (NGO). Program ini sempat dilaksanakan sebagai tahap awal pengenalan dengan melibatkan sekitar 100 mahasiswa secara gratis. Namun, keberlanjutan program tersebut menghadapi kendala ketika pihak lembaga mulai menetapkan biaya pelatihan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c2024 saya sudah mulai dengan Kaldera, sempat kita melaksanakan training untuk 100 orang gratis, sekalian pengenalan. Sayangnya pas 2025 kemarin mau melaksanakan lagi, itu tadi Kaldera pasang tarif. Cuma tarifnya itu 3 juta per orang, tetapi karena mereka <em>concern<\/em>, kalau IPB 3 juta memang, saya <em>tau<\/em> IPB 3 juta, Unpad pun 3 juta, yang ingin bekerja sama dengan Kaldera,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, Dr. Asep menyoroti karakter lulusan Unsil yang dinilai memiliki potensi kuat dalam bidang kewirausahaan, karena adanya pengaruh kultur masyarakat Tasikmalaya yang dikenal memiliki jiwa dagang. Hal ini terbukti dari banyaknya alumni yang menjadi wirausahawan dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau suku Sunda itu kan, kebanyakan lebih suka menjadi <em>ambtenaar<\/em>\/pegawai, <em>tapi<\/em> kalau di Tasikmalaya itu kan lebih kepada <em>entrepreneur<\/em>. Kenapa koperasi munculnya di Tasikmalaya, koperasi itu pertama kali muncul, oleh Bung Hatta itu di Tasikmalaya itu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Dista Chandra Kirana<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Zahra Nalurita<\/p>\n\n\n\n<p>Editor&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Mutia Rahma Aprianti<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemercik News-Universitas Siliwangi (1\/04). Universitas Siliwangi (Unsil) terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya secara konsisten. Langkah ini ditempuh melalui reformasi kurikulum berbasis kebutuhan industri, penguatan sertifikasi kompetensi, serta perluasan kerja sama dengan pemangku kepentingan (stakeholder), guna meningkatkan daya saing wisudawan di dunia kerja. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsil, Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd., M.Kes., [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11605,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-11604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dalam-kampus"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11604"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11604\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11606,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11604\/revisions\/11606"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11605"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}