{"id":11726,"date":"2026-05-10T05:34:59","date_gmt":"2026-05-10T05:34:59","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=11726"},"modified":"2026-05-10T05:35:00","modified_gmt":"2026-05-10T05:35:00","slug":"kolaborasi-calung-renteng-warnai-dies-natalis-ke-48-unsil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/kolaborasi-calung-renteng-warnai-dies-natalis-ke-48-unsil\/","title":{"rendered":"Kolaborasi Calung Renteng Warnai Dies Natalis ke-48 Unsil"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Gemercik News-Universitas Siliwangi (10\/05)<\/strong>. Universitas Siliwangi (Unsil) menyelenggarakan festival budaya dalam rangka Dies Natalis ke-48, di Kampus 2 Unsil, pada Sabtu (9\/05). Ratusan mahasiswa berpartisipasi dalam pertunjukan calung renteng yang merupakan hasil kolaborasi sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Ketua umum UKM Karawitan, Yuni Riani, mengungkapkan bahwa selain pertunjukan utama tersebut Karawitan turut menampilkan berbagai pertunjukan seni lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPertunjukan ini sebenarnya merupakan kolaborasi dari berbagai UKM, seperti Seni Musik, Pencak Silat, dan Karawitan. Untuk Karawitan sendiri itu selain menjadi instruktur calung renteng, peserta calung renteng, kami juga menampilkan pentas tari,\u201d ungkap Yuni kepada Gemercik, pada Sabtu (9\/05).<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Yuni menjelaskan bahwa ide pertunjukan calung renteng untuk perayaan Dies Natalis yang ke-48 dicetuskan oleh pihak panitia dies natalis yang berasal dari lembaga kampus. Dalam hal ini, UKM Karawitan bertugas melatih para mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebetulnya ini ide dari panitia dies natalis itu sendiri, dari pihak kampus. Kami hanya membantu teman-teman mahasiswa untuk berlatih,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenai jumlah peserta, Yuni mengungkapkan bawa target awal dikurangi dari 1.000 menjadi 500 orang. Menurut Yuni, setiap prodi menargetkan harus ada 15 orang untuk menjadi perwakilan. Namun realisasinya, peserta menjadi sekitar 250 orang, karena ada beberapa prodi yang hanya mengirimkan datanya saja, namun tidak ada kehadiran secara fisik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cFinalnya, jadi sekitaran 250 orang karena ada beberapa prodi yang tidak mengirimkan orang <em>tapi<\/em> hanya data saja,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, Yuni mengungkapkan bahwa latihan memakan waktu kurang lebih sekitar satu bulan. Selama masa persiapan&nbsp; terdapat beberapa kendala seperti minimnya partisipasi mahasiswa serta keterbatasan tempat latihan. Menurut Yuni tempat untuk latihan ini menyesuaikan dengan pihak lembaga sedangkan pihak UKM hanya mengikuti.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau proses untuk latihan itu kurang lebih satu bulan. Ada kendala&nbsp; di tempat untuk latihan karena ruangan-ruangannya dipakai UTBK. Sempat latihan di Mandala, Rusunawa, dan GOR Mashudi juga namun ada beberapa kendala. Kalau di GOR Mashudi jadwalnya sudah full. Akhirnya jadi di gedung FKIP B-C\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, Yuni berharap kedepannya partisipasi mahasiswa untuk pertunjukan seni lebih meningkat lagi. Lalu, untuk UKM Karawitan diharapkan semakin sukses, solid, dan tetap terjaga kekompakannya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya harap kedepannya ada kesadaran diri dari mahasiswa untuk turut berpartisipasi dalam <em>event<\/em> seperti ini. Kalau, untuk Karawitan, semoga makin sukses, bisa terus <em>bareng-bareng<\/em>, dan kompak,\u201d tutupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter: Fitria Sehla, Salisa Rais<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Anggita Puspa Aniendya<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Elinda<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemercik News-Universitas Siliwangi (10\/05). Universitas Siliwangi (Unsil) menyelenggarakan festival budaya dalam rangka Dies Natalis ke-48, di Kampus 2 Unsil, pada Sabtu (9\/05). Ratusan mahasiswa berpartisipasi dalam pertunjukan calung renteng yang merupakan hasil kolaborasi sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Ketua umum UKM Karawitan, Yuni Riani, mengungkapkan bahwa selain pertunjukan utama tersebut Karawitan turut menampilkan berbagai pertunjukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11727,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[3074,3077,3076,3075,240],"class_list":["post-11726","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dalam-kampus","tag-beritakampus","tag-calungrenteng","tag-diesnatalisunsil","tag-kabarunsil","tag-tasikmalaya"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11726","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11726"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11726\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11728,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11726\/revisions\/11728"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11727"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11726"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11726"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11726"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}