{"id":11809,"date":"2026-07-21T07:37:18","date_gmt":"2026-07-21T07:37:18","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=11809"},"modified":"2026-07-21T08:01:52","modified_gmt":"2026-07-21T08:01:52","slug":"berperan-sebagai-caretaker-kem-jalankan-tugas-tanpa-jabatan-ketua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/berperan-sebagai-caretaker-kem-jalankan-tugas-tanpa-jabatan-ketua\/","title":{"rendered":"Berperan sebagai Caretaker, KEM Jalankan Tugas Tanpa Jabatan Ketua"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Gemercik News\u2013Universitas Siliwangi (21\/07). <\/strong>Kolektif Eksekutif Mahasiswa (KEM) Universitas Siliwangi (Unsil) menerapkan model kepemimpinan kolektif tanpa jabatan ketua dalam menjalankan fungsi yang sebelumnya diemban Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Koordinator Bidang Eksternal KEM, Desta Kurniawan, mengatakan model tersebut diterapkan karena KEM berperan sebagai <em>caretaker<\/em> yang mengisi kekosongan kepemimpinan selama masa transisi organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKarena tadi menggunakan model kepemimpinan kolektif, jadi sebenarnya di sini tidak ada namanya ketua, ketua secara KEM. <em>Misalkan<\/em>, ketua KEM <em>nih<\/em> tidak ada, <em>tapi<\/em> di sini hanya ada ketua sama wakil koordinator bidang,\u201d tutur Desta kepada Gemercik, pada Senin (20\/07).<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Desta menjelaskan bahwa KEM beranggotakan sepuluh orang perwakilan dari setiap fakultas di Unsil. Organisasi ini memiliki tiga bidang, yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Kastrat, dan Bidang Eksternal. Sementara itu, untuk mekanisme rekrutmen pengurus KEM saat ini masih didiskusikan bersama Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Unsil.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSecara diktum di nomor kelima, kalau tidak salah, itu menyebutkan bahwasannya peran dan fungsi dari KEM ini sama halnya dengan BEM, sampai periodisasinya selesai. Berarti kita juga harus bisa <em>open recruitment<\/em>, <em>cuman<\/em> ini masih dalam tahap diskusi lebih lanjut bersama Badan Legislatif Mahasiswa Universitas Siliwangi,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, Desta mengungkapkan bahwa KEM berkomitmen untuk mentransformasikan sistem organisasi BEM yang sudah ada. Desta menjelaskan bahwa KEM berupaya dapat bersinergi dengan BLM Unsil serta membentuk <em>Standard Government Organization <\/em>(SGO) Unsil sebagai bentuk transparansi organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKomitmen dalam hal transparansi dari segala macamnya, kami sendiri KEM ini dalam artinya sebagai <em>caretaker<\/em> pun memiliki tugas untuk nantinya transformasi daripada sistem organisasi BEM Unsil yang ada,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, Desta menambahkan bahwa dalam menjalankan program-program ke depannya, KEM bersama BLM Unsil akan membuat Forum Komunikasi (Forkom) sebagai sarana koordinasi dalam menentukan model kepemimpinan di Unsil. Desta menyebutkan Forkom akan diisi oleh seluruh pimpinan fakultas dan para ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unsil.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNantinya di forkum itu diisi oleh semua pimpinan-pimpinan fakultas baik itu BEM, BLM fakultas, dan juga seluruh ketua-ketua UKM, untuk membahas mungkin ke depannya Unsil ini mau berdiri seperti apa, apakah SEMA (Senat Mahasiswa), KM (Keluarga Mahasiswa), REMA (Republik Mahasiswa) ataupun yang lainnya,\u201d tutupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter: Adila, Ade Reva<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Diyah<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Sabila Nur Fadillah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemercik News\u2013Universitas Siliwangi (21\/07). Kolektif Eksekutif Mahasiswa (KEM) Universitas Siliwangi (Unsil) menerapkan model kepemimpinan kolektif tanpa jabatan ketua dalam menjalankan fungsi yang sebelumnya diemban Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Koordinator Bidang Eksternal KEM, Desta Kurniawan, mengatakan model tersebut diterapkan karena KEM berperan sebagai caretaker yang mengisi kekosongan kepemimpinan selama masa transisi organisasi. \u201cKarena tadi menggunakan model [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11812,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-11809","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dalam-kampus"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11809","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11809"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11809\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11813,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11809\/revisions\/11813"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11809"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11809"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11809"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}