{"id":150,"date":"2019-05-24T03:26:58","date_gmt":"2019-05-24T03:26:58","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/?p=150"},"modified":"2019-05-24T03:27:01","modified_gmt":"2019-05-24T03:27:01","slug":"terjerat-pikiran-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/terjerat-pikiran-sendiri\/","title":{"rendered":"Terjerat Pikiran Sendiri"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align:center\">Oleh:\nAndre Ravilda Gustiansyah<\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:center\">Mahasiswa\nAgroteknologi 2018<\/p>\n\n\n\n<p>Pemikiran yang aneh terlalu menyempitkan konsep belajar yang hanya semata di bangku perkuliahan. Mahasiswa membutuhkan hal lebih yang bisa membuatnya berkembang lebih baik. Organisasi menawarkan apa yang dibutuhkan mahasiswa untuk menapaki zaman yang semakin kompetitif. Jiwa kepemimpinan dan kecakapan sosial merupakan dua hal yang bisa dibentuk ketika mahasiswa mau terjun dan berkonstribusi lebih dalam lingkup organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi, gagasan yang bagus ini ternyata banyak merubah\norientasi menjadi sebuah kesalahan fatal. Ironisnya, tak banyak yang tahu\ntentang ini. Tak sedikit mahasiswa yang berbondong-bondong memborong beberapa\norganisasi sekaligus karena tergila-gila dengan konsep murni yang sebenarnya\ntelah kotor.<\/p>\n\n\n\n<p>Anggapan bahwa aktivis yang mengabdikan hidupnya terlalu\nbesar pada kehidupan organisasi telah menciptakan kengiluan juga keraguan yang\npatut dipertanyakan. Mereka menjadi sulit dibedakan antara bangga atau congkak,\npeduli atau hanya sebatas pencitraan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembawaan mereka yang terlalu idealis akan pemikiran yang\nterbuka, walau sebenarnya terlihat sangat sempit jika dikaji lebih jauh.\nPerasaan dengan hasrat yang tinggi ternyata benar bisa membuat orang lupa jati\ndiri. Jiwa semangat peduli rakyat atas ketidakadilan dari kebijakan yang dibuat\nmemang bagus. Bahkan patut mendapat apresiasi serta pujian secara tulus. Tetapi\nketika perbuatan baik bertentangan dengan kewajiban, dimana hak menolak untuk\nmentaati hal baku menjadi sesuatu yang biasa, ini seperti sebuah pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Menghadiri bangku perkuliahan merupakan hak setiap\nmahasiswa. Meninggalkannya saja bukanlah hal rumit yang perlu dibesar-besarkan\njika kemampuan akademis sudah berpijak di tempat yang tepat. Namun, bagi orang\nyang terlalu tak acuh dengan angka yang belum mengetahui nilai apa yang\nmengikat pada dirinya merupakan suatu bentuk perbuatan bodoh. Merasa bahwa apa\nyang dilakukan adalah hal yang tepat akan berubah ketika kenyataan buruk telah\nsampai pada akhirnya. Inilah mengapa banyak mahasiswa mungkin terlalu kecewa\nmengakuinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa pentingnya obsesi akan jiwa kepemimpinan jika hanya\nakan menghambat jalan berpikir. Antusiasme yang tinggi itu baik jika tidak\ndengan mengabaikan hal kecil lainnya. Retakan-retakan kecil lama-kelamaan akan\nmenjadi besar. Akhirnya akan menjadi sulit untuk diperbaiki.<\/p>\n\n\n\n<p>Mahasiswa tidak perlu ikut banyak berorganisasi jika memang\ntak ingin. Cukup dengan mengetahui satu hal penting bahwa ikuti saja apa yang\ndiinginkan oleh hati jika memang itu baik dan perlu dipaksakan demi kebaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan kuantitas, tetapi kualitas yang paling utama. Cukup\nsatu, tapi teguhkan hati dan besumpahlah untuk berdedikasi dan mengabdi tanpa\nmenyepelekan hal lain yang juga akan mendukung di masa mendatang. Mahasiswa\ntidak akan bisa hidup hanya dengan selembar ijazah, tetapi apa juga yang lebih\nburuk dari seorang pemimpin yang tak cukup terkualifikasi?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Andre Ravilda Gustiansyah Mahasiswa Agroteknologi 2018 Pemikiran yang aneh terlalu menyempitkan konsep belajar yang hanya semata di bangku perkuliahan. Mahasiswa membutuhkan hal lebih yang bisa membuatnya berkembang lebih baik. Organisasi menawarkan apa yang dibutuhkan mahasiswa untuk menapaki zaman yang semakin kompetitif. Jiwa kepemimpinan dan kecakapan sosial merupakan dua hal yang bisa dibentuk ketika mahasiswa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":151,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-150","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=150"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":152,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150\/revisions\/152"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/151"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=150"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=150"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=150"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}