{"id":159,"date":"2019-05-24T03:44:24","date_gmt":"2019-05-24T03:44:24","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/?p=159"},"modified":"2019-05-24T03:44:26","modified_gmt":"2019-05-24T03:44:26","slug":"dasar-manusia-politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/dasar-manusia-politik\/","title":{"rendered":"Dasar Manusia Politik!!!"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh Muhammad Yusya Rahmansyah<\/p>\n\n\n\n<p>Jurusan Ilmu Politik 2017<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu hari, aroma bunga di pagi hari semerbak mewangi,\nibu-ibu saling menyapa sambil menyapu di depan rumahnya, para bapak sedang\nkerja bakti membersihkan got yang baunya hampir menutupi wangi bunga tadi,\nanak-anaknya sibuk mengunyah sarapan yang disediakan sebelum ibunya menyapu.\nAh&#8230; suasana yang sedap dipandang, adegan tersebut adalah adegan yang mungkin\nterjadi di suatu rukun tetangga di suatu tempat di Indonesia, mungkin sekitar 8\ntahun yang lalu. Tapi, semua berubah semenjak kata \u201ctahun politik\u201d menyerang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya itu adegan yang dirasakan oleh beberapa orang\nyang merasa ketika pra-tahun politik, keadaan sebelum tahun politik yang\nsemakin hari semakin terasa sedapnya. Ya, adegan yang dibumbui oleh keramahan\ntetangga, sapa menyapa dan saling membantu. Namun, keadaan warga-warga agak\nberubah semenjak tahun politik di Indonesia semakin mencapai puncaknya. Semua\nmedia berlomba-lomba memberitakan politik dari timses ini lah, jubir itu lah,\nberita politik jadi macam sinetron aja, kehadirannya ditunggu dan digosipin.\nJadilah hampir semua adegan kehidupan di bumbui politik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dulu, ibu-ibu beli sayur biasanya ngomongin harga pangan\nmacam cabai, bawang atau pemeran sinetron yang antagonis, tapi sekarang\nngomongnya jadi: Saya kasih contohnya ya, \u201cBu, Ibu milih siapa nanti?\u201d ujar Ibu\nA bertanya ke Ibu B, Ibu B menjawab, \u201cAh, saya mah pilih yang ganteng aja deh\nhihihi.\u201d Ibu A menanggapi, \u201cOh, berarti yang nomor dua ya.\u201d Dengan cepat Ibu A\nlangsung memberikan justifikasi bahwa Ibu B akan memilih nomor dua, padahal\nberdasarkan beberapa artikel mengenai ganteng dan sebagainya, disimpulkan bahwa\nganteng itu relatif. Jadi, si Ibu B bilang, \u201cYang ganteng aja deh,\u201d itu\nrelatif. Tapi, karena ada bumbu politik jadilah si Ibu A menjustifikasikan\nmilih nomor dua.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu sedikit contoh yang menggambarkan bahwa aroma bunga\nberganti dengan aroma politik di tahun politik. Walaupun memang tidak semua\nibu-ibu seperti itu, tapi itu contoh yang cukup relevan loh. Dari setiap sektor\nkehidupan sekarang semuanya dibumbui politik. Teman beda pilihan politik\ndijauhkan, ada tetangga beda pilihan politik dihindari. Apakah manusia-manusia\ndi Indonesia saat ini benar-benar sudah terkontaminasi politik? Padahal di\npemilu sepuluh tahun yang lalu atau sekitar tahun 2009, keadaan politik\nIndonesia tidak sedinamis ini terutama di masyarakatnya. Memang bagus sekarang\nhampir semua lapisan masyarakat mengetahui keadaan politik Indonesia saat ini,\nnamun terkadang ada yang lupa bahwa rakyat indonesia berada di bawah naungan\nbendera yang sama, ingat semboyan Bhineka Tunggal Ika yang dicengkram burung\nGaruda kan?<\/p>\n\n\n\n<p>Soekarno dan Hatta pun berbeda pemikiran dan arah\npolitiknya, namun mereka tetap saling menghargai perbedaannya, puncaknya\nterjadi ketika Hatta undur diri dari jabatan Wakil Presiden RI saat itu, namun\nketika sang &#8216;Putera Fajar&#8217; mulai mendekat kembali ke Yang Maha Kuasa, Hatta\ntetap datang menjumpainya sebagai seorang sahabat dan orang Indonesia yang ada\ndi bawah naungan bendera yang sama, sang &#8216;Merah Putih&#8217;. Lekatnya orang-orang\nIndonesia dengan politik memang tidak bisa dihilangkan, orang-orang Indonesia\nketika berusaha meraih kemerdekaan banyak langkah-langkah politik yang dapat\ndikatakan cerdas dan tepat sehingga kita dapat merdeka seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Manusia Politik, bisa jadi keadaan orang-orang Indonesia\nsaat ini seperti itu, memasukkan semua unsur kehidupan ke dalam politik atau\nsebaliknya. Keberlangsungan suasana politik seperti ini masih belum dapat\nditentukan apakah akan berlangsung lama atau mungkin setelah pemilu selesai\nsemua akan berakhir? Atau semakin panaskah suasananya? Tapi fenomena manusia\npolitik yang disebut di tulisan ini masih bisa terjadi suatu saat nanti,\nfanatisme, obsesi dan kekuasaan juga kepentingan dapat menjadi faktornya.\nKira-kira kalo pendukung paslon satu pas lagi menghitung, angka duanya disebut\nga ya. Atau pendukung paslon dua yang bisanya pesan makanan lebih dari satu pas\ndi mekdi. Ah, bahas politik lagi, dasar manusia politik!<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Andre<br>\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Muhammad Yusya Rahmansyah Jurusan Ilmu Politik 2017 Suatu hari, aroma bunga di pagi hari semerbak mewangi, ibu-ibu saling menyapa sambil menyapu di depan rumahnya, para bapak sedang kerja bakti membersihkan got yang baunya hampir menutupi wangi bunga tadi, anak-anaknya sibuk mengunyah sarapan yang disediakan sebelum ibunya menyapu. Ah&#8230; suasana yang sedap dipandang, adegan tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":160,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159\/revisions\/161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}