{"id":1907,"date":"2019-10-18T11:22:45","date_gmt":"2019-10-18T11:22:45","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/?p=1907"},"modified":"2019-10-24T06:40:21","modified_gmt":"2019-10-24T06:40:21","slug":"aksi-bem-se-jawa-barat-menuntut-dan-menggugat-dikeluarkannya-perppu-kpk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/aksi-bem-se-jawa-barat-menuntut-dan-menggugat-dikeluarkannya-perppu-kpk\/","title":{"rendered":"Aksi BEM Se-Jawa Barat Menuntut dan Menggugat Dikeluarkannya Perppu KPK"},"content":{"rendered":"\n<p>Gemercik News-Bandung (18\/10). Aliansi BEM\nJawa Barat menggugat melakukan Aksi di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Setelah\ndilakukannya konsolidasi pada malam hari (16\/10) di Universitas Siliwangi,\nTasikmalaya. Aksi ini dilakukan oleh 17 kampus se-Jawa barat yang tergabung\ndalam aliansi BEM Jawa Barat menggugat, dengan jumlah masa aksi 260 mahasiswa.\nSebelum kedatangan masa aksi, kepolisian memang sudah mempersiapkan tameng dan tongkat\nyang terlihat berjejer rapi di depan gerbang Gedung Sate dan beberapa mobil\nberisi <em>water<\/em> <em>canon<\/em>. Namun aksi berakhir dengan damai tanpa ada\nbentrok dengan pihak kepolisian.<\/p>\n\n\n\n<p>Aksi diisi dengan penyampaian orasi dari\nperwakilan universitas yang hadir. Selain orasi, pada aksi kemarin mahasiswa\nmenyampaikan tuntutan-tuntutan. Diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Mendesak pemerintah untuk berpihak pada\nrakyat daripada elit politik.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Menolak segala bentuk pembungkaman\npenyampaian aspirasi.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Mendesak pemerintah untuk menghentikan\ntindak represif dan menjamin keselamatan rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Mendesak pemerintah untuk menyusut tuntas\nkasus kematian demonstran dan korban konflik di Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Mendesak pemerintah untuk segera\nmenuntaskan segala permasalahan kedaulatan rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Yusuf Sugianto, Presiden Mahasiswa\nUniversitas Telkom bahwa aksi ini merupakan upaya untuk mendorong pemerintah\nuntuk merealisasikan kedaulatan rakyat. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Upaya kita terus bergerak dan mendorong\npemerintah untuk merealisasikan kedaulatan rakyat,&#8221; tuturnya<\/p>\n\n\n\n<p>Aksi kemarin bertepatan 30 hari setelah\npenetapan RUU KPK oleh DPR dengan revisi Presiden. Dalam aksi ini memang tidak\nada poin tuntutan terkait revisi RUU KPK, menurut Cep Iiz Mastur Susilo, Presiden\nMahasiswa Universitas Siliwangi bahwa aksi ini adalah untuk mendesak presiden\nberpihak kepada rakyat dibanding elite politik. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Soal Perppu KPK di sini kita mendesak\npresiden untuk berpihak kepada rakyat dibanding elit politik. Kita tidak mau\nberpusaran di RUU KPK sementara kita melihat demonstran banyak yang meninggal\nsudah 6 orang,&#8221; ujar Cep Iiz<\/p>\n\n\n\n<p>Yusuf menambahkan bahwa sikap saat ini untuk\nmengawal RUU KPK dengan mengkaji mendalam. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sikap kita terus mengawal Revisi UU KPK\nmengkaji dengan mendalam. Kemudian akan mempertimbangkan semua solusi. Akan\nmengkaji secara holistik. Akan serius mengawal pemerintah secara 5 tahun ke\ndepan. Dengan kajian fundamental sebagai bentuk gerakan intelektual kita.&#8221;\nTerangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aksi berakhir sekitar pukul 17.00 WIB yang\ndimulai pada pukul 15.30 WIB. Masa aksi kembali ke titik kumpul awal, monumen\nperjuangan dengan melakukan evaluasi setelah aksi yang dilakukan. Menurut Yusuf,\nsetelah aksi ini selesai pihaknya akan tetap melakukan pengawasan terhadap\npemerintah secara berkala. <\/p>\n\n\n\n<p>Reporter: Nurul Habibah &amp; Fadil Abdullah<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Nurul Habibah <\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Jihan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemercik News-Bandung (18\/10). Aliansi BEM Jawa Barat menggugat melakukan Aksi di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Setelah dilakukannya konsolidasi pada malam hari (16\/10) di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya. Aksi ini dilakukan oleh 17 kampus se-Jawa barat yang tergabung dalam aliansi BEM Jawa Barat menggugat, dengan jumlah masa aksi 260 mahasiswa. Sebelum kedatangan masa aksi, kepolisian memang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1908,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14,17],"tags":[131,132],"class_list":["post-1907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-luar-kampus-berita","tag-kpk","tag-presma"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1907"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1907\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1993,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1907\/revisions\/1993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}