{"id":208,"date":"2019-05-27T21:18:49","date_gmt":"2019-05-27T21:18:49","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/?p=208"},"modified":"2019-05-27T21:18:58","modified_gmt":"2019-05-27T21:18:58","slug":"tronjal-tronjol-yang-memang-maha-asyik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/tronjal-tronjol-yang-memang-maha-asyik\/","title":{"rendered":"Tronjal-Tronjol yang &#8220;Memang&#8221; Maha Asyik"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh M. Yusya Rahmansyah<br>Mahasiswa Ilmu Politik 2017<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar kata tronjal-tronjol menjadi semakin menyenangkan  di tahun Politik 2019 ini, mungkin ada yang belum tahu bahwa ada poros  ketiga yang muncul di tahun politik ini. Tapi, masa sih belum tahu ada  poros ketiga yang katanya lebih asyik daripada dua poros yang sudah ada  di kontestasi politik Indonesia beberapa tahun belakangan? Nurhadi-Aldo,  pasangan calon presiden fiktif dari Partai PUKI (Partai Untuk Kebutuhan  Iman) yang katanya pendukungnya lebih banyak dari beberapa  partai-partai yang &#8220;non-fiktif&#8221;. Kehadiran pasangan yang disingkat  menjadi Dildo ini menjadikan tahun politik yang kesannya penuh dengan  sikut kiri-sikut kanan dan penuh dengan tensi tinggi menjadi lebih  rileks dan tentunya seperti slogan pasangan Dildo  #TronjalTronjolMahaAsyik yang tentu saja membuat tahun politik ini  menjadi Maha Asyik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><br> Namun dengan adanya poros ketiga yang fiktif ini, menjadikan dua poros  utama seakan-akan memiliki pesaing kuat namun fiktif. Ibaratnya berantem  sama tokoh antagonis via layar televisi. Memang agak aneh, tapi yang  lebih anehnya lagi, ternyata pendukung si pasangan calon fiktif ini  bukan fiktif melainkan nyata. Ya, orang-orang yang nyata yang ada di  dunia nyata walaupun dukungnya juga via media sosial atau sejenisnya,  tapi dapat dipastikan sebagian besar itu pendukungnya si Dildo ya  manusia-manusia asli. Jika dilihat dari fenomena Paslon Pilpres fiktif,  hal ini menunjukkan bahwa orang-orang di Indonesia &#8220;sebagian besarnya&#8221;  sudah merasa muak dengan pertarungan dua poros &#8220;nyata&#8221; yang ada di  kontestasi Pilpres 2019 nanti.<\/p>\n\n\n\n<p><br> Pertarungan dua poros yang memang bertarung membela masing-masing  Paslonnya seakan-akan menunjukkan bahwa tidak ada tujuan untuk  mementingkan rakyat dalam kontestasi politik di tahun Politik 2019 kali  ini. Kedua poros hanya fokus untuk membela pasangan calon masing-masing,  ditunjukkan dengan cara saling melempar berita <em>hoax<\/em> atau  kebohongan, melempar isu-isu masa lampau yang negatif dan mengeluarkan  jurus-jurus jitu menghindar dari pemberitaan negatif. Apa yang dilakukan  oleh kedua poros ini sekali lagi \u2018hanya\u2019 menunjukkan superioritas  mereka kepada publik dengan tujuan mengambil hati rakyat agar memilih  mereka di Pilpres nanti, tidak ada perdebatan substansial mengenai  keadaan rakyat, yang ada hanya perdebatan siapakah yang pantas dan cocok  mengisi posisi paling tinggi di NKRI.<\/p>\n\n\n\n<p><br> Lalu di manakah Dildo berada? Dildo berada sebagai pemberi garam pada  makanan hambar, maksudnya Dildo itu ya Nurhadi-Aldo pasangan calon  presiden fiktif&nbsp; bukannya yang lain. Posisi Dildo sebagai pelipur lara  pada tahun politik kali ini menjadi suatu tanda bahwa masih banyak  orang-orang Indonesia yang merasa bahwa politik dapat ditertawakan  sebagaimana halnya komedi yang kita lihat. Akan tetapi, apakah dengan  adanya Tronjal-Tronjol Maha Asyik menjadikan Pilpres kali ini akan asyik  atau nantinya menjadi suatu tanda akan lahirnya golongan putih dengan  jumlah besar pada Pilpres nanti? Pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab  sekarang, jadi kita lihat saja nanti pada hari H-nya. Oh iya ini bukan  kampanye Nurhadi-Aldo ya, jadi jangan terlalu diseriuskan bacanya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Nida<\/p>\n\n\n<p><!--EndFragment--><br>\n<br>\n<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh M. Yusya RahmansyahMahasiswa Ilmu Politik 2017 Mendengar kata tronjal-tronjol menjadi semakin menyenangkan di tahun Politik 2019 ini, mungkin ada yang belum tahu bahwa ada poros ketiga yang muncul di tahun politik ini. Tapi, masa sih belum tahu ada poros ketiga yang katanya lebih asyik daripada dua poros yang sudah ada di kontestasi politik Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":210,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-208","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=208"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":211,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/208\/revisions\/211"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}