{"id":2368,"date":"2020-03-11T10:32:45","date_gmt":"2020-03-11T10:32:45","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=2368"},"modified":"2020-03-11T10:34:08","modified_gmt":"2020-03-11T10:34:08","slug":"beasiswa-bidikmisi-dan-kip-k-sebenarnya-untuk-siapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/beasiswa-bidikmisi-dan-kip-k-sebenarnya-untuk-siapa\/","title":{"rendered":"Beasiswa Bidikmisi dan KIP-K Sebenarnya Untuk Siapa?"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Oleh, Yusnia Aulia Ilmi<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Beasiswa\nbidikmisi maupun KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah sama-sama diperuntukan\nuntuk calon mahasiswa yang kurang mampu dalam masalah pembiayaan. Beasiswa\nbidikmisi bisa saja didapatkan oleh calon mahasiswa yang sebenarnya mampu dalam\npembiayaan. Tapi malah memanfaatkan kemudahan dalam persyaratan yang diperlukan,\nbahkan berani memanipulasi data ekonomi keluarga hanya agar bisa kuliah dengan\ngratis. KIP Kuliah pun bisa rentan dengan kecurangan karena pembagian KIP yang\ntidak tepat sasaran. Sebagian penerima beasiswa bukan orang-orang kurang mampu\nyang berprestasi, melainkan siswa-siswa yang pura-pura menjadi miskin untuk sekadar\nmendapatkan uang. <\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Finansial\nkeluarga mereka sangat baik, pekerjaan orang tuanya sangat layak, bahkan ke\nmana-mana mengendarai mobil, hobinya pun <em>traveling<\/em>, tapi kenapa masih\ningin beasiswa miskin? Masihkah mereka memiliki hati dan pikiran? Masih\nkurangkah kenikmatan yang dimiliki, sampai mau-maunya mengambil hak orang lain?\nAlhasil, setiap kali bantuan diberikan, tak jarang penerima beasiswa tersebut\nmalah menggunakan uang yang didapat untuk membeli barang-barang yang sama\nsekali tidak berkaitan untuk menunjuang kegiatan akademiknya. <\/p>\n\n\n\n<p>Kebanyakan dari mereka malah manggunakan uang itu\nuntuk membeli <em>gadget-gadget <\/em>elektronik, perhiasan untuk tampil modis\nbahkan untuk biaya berbau hedonis, dan komsumerisme. Tentunya akan melahirkan\npandangan miring terhadap penerima beasiswa itu sendiri. Inilah yang dimaksud\nsebagai ketidaktepatan penerima bantuan. Hal itu bisa terjadi karena pihak\nlembaga kurang teliti dalam menyaring para calon penerima beasiswa. Penyaringan\nyang dilakukan kebanyakan hanya melihat dari berkas persyaratan yang diajukan\ndan juga mewawancarai saja, tanpa melakukan survei ke kediaman para calon\npenerima beasiswa. <\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, tak sedikit lembaga&nbsp; melakukan penyaringan hanya sebatas\nformalitas. Penyaringan yang ketat diperlukan, agar tidak ada ketidaktepatan\npenerima bantuan dan terciptanya suatu keadilan. Selain dari pihak lembaga,\nyang mengurus beasiswa bidikmisi ataupun KIP Kuliah. Lembaga pemerintahan yang\nmengurus SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) ataupun KIP dari Desa ataupun\nDinas Sosial, juga harus mampu menganalisis mana yang kurang mampu dan mana\nyang pura-pura kurang mampu. Jangan sampai karena bantuan dari \u201corang dalam\u201d\nmembuat seseorang menjadi sewenang-wenang memalsukan data untuk persyaratan\npenerimaan bantuan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Anehnya, penerima bantuan yang berani\nmelakukan manipulasi data atau yang pura-pura miskin tidak merasa malu akan\ntindakannya tersebut dan malah bangga mendapatkan hak bantuan yang seharusnya\nbukan haknya. Mereka tidak memikirkan bagaimana jika suatu saat ada pihak yang\nmerasa dirugikan, melaporkan kecurangan mereka kepada pihak lembaga dan\ndipastikan akan ada sanksi-sanksi yang menanti mereka. Seharusnya masyarakat\nbersikap bijak dalam menanggapi beasiswa yang seharusnya diperuntukan oleh\nsiswa-siswa yang kurang mampu, bukan malah berlomba-lomba untuk mendapatkan dan\nmenikmati sesuatu yang bukan haknya. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk meminimalisir hal tersebut,\ntentunya harus ada kerja sama dengan pihak lembaga dengan seleksi ketat, bukan\nhanya sekedar formalitas. Harus ada ketegasan agar tercipta keadilan, keadilan\ntak harus sama tapi harus sesuai porsinya. Mau Beasiswa Bidikmisi atau pun KIP\nKuliah, jika dalam penggunaannya tidak amanah dan tidak bertanggung jawab untuk\napa? Sudah tajir <em>kok<\/em> malah ngambil hak orang kurang mampu, miskin <em>beneran\ntau <\/em>rasa <em>tuhh!!<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Rini Trisa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh, Yusnia Aulia Ilmi &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Beasiswa bidikmisi maupun KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah sama-sama diperuntukan untuk calon mahasiswa yang kurang mampu dalam masalah pembiayaan. Beasiswa bidikmisi bisa saja didapatkan oleh calon mahasiswa yang sebenarnya mampu dalam pembiayaan. Tapi malah memanfaatkan kemudahan dalam persyaratan yang diperlukan, bahkan berani memanipulasi data ekonomi keluarga hanya agar bisa kuliah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2373,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-2368","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2368"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2368\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2374,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2368\/revisions\/2374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}