{"id":2386,"date":"2020-03-13T02:36:46","date_gmt":"2020-03-13T02:36:46","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=2386"},"modified":"2020-03-13T02:36:48","modified_gmt":"2020-03-13T02:36:48","slug":"hadirkan-keproduktifan-dengan-mengusir-ke-mager-an","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/hadirkan-keproduktifan-dengan-mengusir-ke-mager-an\/","title":{"rendered":"Hadirkan Keproduktifan dengan Mengusir Ke-mager-an"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Oleh: Ana Kustiana <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Duh, <em>mager<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p>Kaum milenial pasti sudah tidak asing lagi mendengar istilah tersebut.\nDalam hal ini, \u201c<em>mager\u201d<\/em> yaitu akronim\ndari \u201cmalas gerak\u201d. Sudah banyak muda mudi yang menggunakan sebutan ini untuk\nmenyatakan sedang tidak bergairah melakukan apa pun. Tepatnya, \u201cmereka\u201d hanya\ningin berlama merebahkan diri di kamar kesayangan sembari memainkan gawai.<\/p>\n\n\n\n<p>Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian besar dari kaum milenial\nsering merasakan berada di posisi ini, termasuk mahasiswa. Bukan tidak mungkin,\nmahasiswa juga manusia, sudah pasti memiliki watak yang umum dengan sesamanya.\nApalagi lingkungan sangat berperan dalam pembentukan karakter pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun demikian, saya meyakini bahwa masih tebersit dalam hati mahasiswa\nuntuk mampu mengusir ke-<em>mager<\/em>-an tersebut. Hal ini bertujuan agar mahasiswa\ndapat memanfaatkan waktu dan menikmati yang ada untuk hal yang sebaik-baiknya, tanpa\nmenghambur-hamburkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun perumusan kiat-kiat yang menurut saya cukup ampuh untuk mengusir ke-<em>mager<\/em>-an Anda, di antaranya<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Paksakan<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Mengusir rasa malas bukanlah hal yang mudah. Sehingga, tidak ada cara lain yang harus dilakukan pertama kali selain memaksakan untuk menyudahi melakukan hal-hal yang hanya membuang waktu saja.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Mengingat<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, yang harus dilakukan yaitu mengingat. Coba ingat apa yang membuat Anda dapat melangkah sejauh ini. Ingat lagi siapa saja yang menjadi alasan Anda berada di titik ini. Ingat lagi, bagaimana keringat dan air mata Anda mengalir untuk dapat berdiri di sini. Serta ingat lagi hal-hal yang sekiranya dapat mengusir rasa malas Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Membuat Visi dan Misi<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membangun diri agar dapat menjadi lebih baik lagi, diperlukan visi dan misi yang terstruktur. Hal ini dilakukan agar Anda memiliki komitmen kuat dalam menjalani hidup, baik di bangku perkuliahan maupun nanti saat terjun ke masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Menyusun Jadwal Jangka Pendek      dan Jangka Panjang<\/p>\n\n\n\n<p>Penuhi <em>mindset<\/em> Anda dengan tujuan dan harapan. Menjadi produktif tidak semudah membalikan telapak tangan. Dalam hal ini diperlukan adanya penjadwalan agar setiap detik waktu yang dimiliki dapat termanfaatkan dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Sibukkan Dirimu<\/p>\n\n\n\n<p>Carilah sebanyak mungkin kesibukan untuk mengurangi waktu <em>gabut<\/em> dengan catatan tetap memiliki waktu untuk akademik Anda. Menjadi sibuk membiarkan kepala Anda terus berpikir, tanpa ada kesempatan untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting. Bagi seorang mahasiswa, menyibukkan diri dapat dilakukan dengan cara bergabung dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), berwirausaha, menggeluti hobi, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>6. Berani Membebani Diri<\/p>\n\n\n\n<p>Ada begitu banyak orang yang tidak ingin banyak mengambil risiko. Akan tetapi, bagi saya, justru hidup saja pun sudah menjadi risiko. Sehingga, seharusnya Anda tidak perlu tanggung dalam mengambil risiko. Saat Anda membebani diri dengan bermacam tanggung jawab, Anda pasti akan berusaha untuk melakukan hal dengan semaksimal mungkin agar mengurangi tingkat kesalahan. Meski dirasa sulit, setiap kesalahan akan menjadi pelajaran yang sudah seharusnya diperbaiki untuk mendapatkan pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>7. Menentukan Ganjaran dan Imbalan<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menimbulkan kesan jera, Anda harus tegas terhadap diri sendiri. Mengurangi jatah uang jajan dengan memasukkan ke dalam tabungan, mengurangi waktu istirahat dengan memperpanjang waktu produktif, dan lain sebagainya yang menurut Anda ampuh untuk menghukum diri sendiri. Selain itu, saat Anda mampu untuk mencapai target, berikan sedikit imbalan kepada diri sendiri. Hal ini dilakukan agar dapat menyenangkan diri serta memulihkan semangat yang sempat mengendur.<\/p>\n\n\n\n<p>8. Beristirahat dan Sayangi Diri Sendiri<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah merangkaikan jadwal dengan sedemikian padat, jangan lupa untuk menyelipkan waktu istirahat. Berikan jiwa dan raga untuk sejenak menjeda kesibukan Anda. Selain itu, tetap jaga kesehatan, baik pola makan, pola tidur. maupun lain-lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>9. Mendekatkan Diri pada Tuhan<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, yang paling penting yaitu tetap menghubungkan diri dengan\nYang Maha Mengasihi. Selain duniawi, juga harus mengingat ukhrawi(mengenal akhirat). Cermati\ndan ingat dalam hati bahwa nanti, segala yang Tuhan beri akan dimintai pertanggungjawaban\nsendiri-sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadilah mahasiswa yang dapat menanggulangi diri agar dapat bijak\ndalam mengatur kehidupan pribadi. Melalui kiat-kiat yang sudah dipaparkan di\natas, semoga mampu menjadi langkah awal dalam membantu menggerakkan Anda sehingga\nterlepas dari ke-<em>mager<\/em>-an tadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Ghina<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ana Kustiana Duh, mager! Kaum milenial pasti sudah tidak asing lagi mendengar istilah tersebut. Dalam hal ini, \u201cmager\u201d yaitu akronim dari \u201cmalas gerak\u201d. Sudah banyak muda mudi yang menggunakan sebutan ini untuk menyatakan sedang tidak bergairah melakukan apa pun. Tepatnya, \u201cmereka\u201d hanya ingin berlama merebahkan diri di kamar kesayangan sembari memainkan gawai. Sudah menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2387,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-2386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2386"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2388,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2386\/revisions\/2388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}