{"id":2408,"date":"2020-03-16T08:22:04","date_gmt":"2020-03-16T08:22:04","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=2408"},"modified":"2020-03-16T08:22:06","modified_gmt":"2020-03-16T08:22:06","slug":"cerita-mistis-tertutup-oleh-keindahan-yang-tercipta-ada-apa-dengan-galunggung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/cerita-mistis-tertutup-oleh-keindahan-yang-tercipta-ada-apa-dengan-galunggung\/","title":{"rendered":"Cerita Mistis Tertutup oleh Keindahan yang Tercipta: Ada Apa dengan Galunggung?"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Oleh Nurul Aulia<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Galunggung, salah satu keindahan alam yang tersimpan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, \u00a0Indonesia. Gunung berapi yang terletak sekitar 17\u00a0km\u00a0dari pusat Kota\u00a0Tasikmalaya ini memiliki ketinggian 2.167\u00a0m\u00a0di atas permukaan laut. Di balik keindahan alamnya, Galunggung memiliki kenangan pahit yang masih dikenang hingga saat ini, yaitu peristiwa meletusnya Gunung Galunggung pada tahun 1982 yang cukup membawa dampak besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dilansir dari <em>PikiranRakyat.com<\/em>, Pusat Vulkanologi (1983)\nmencatat jumlah letusan yang terjadi sebanyak 61 kali. Dentuman bergemuruh\ndengan kilatan-kilatan api dan bumbungan asap tebal ke udara meluncurkan awan\npanas. Menurut Katili dan Adjat Sudradjat (1984), letusan Gunung Galunggung itu\nmenyebabkan dilakukan evakuasi masyarakat sebanyak 35.000 orang. Sekitar 94.000\nHa lahan pertanian terkena dampaknya. Tidak ada korban jiwa yang secara\nlangsung disebabkan oleh letusan. Sebuah\nkenangan yang akan menjadi bahan pembicaraan dari mulut kemulut untuk generasi\npenerus Kota Tasikmalaya.&nbsp;Peristiwa\nletusan Galunggung diperingati setiap tahunnya sebagai hari ulang tahun\nGalunggung. Terhitung sudah 37 tahun sejak peristiwa tersebut terjadi. <\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa\nkegiatan dan perayaan besar juga sering dilakukan di Gunung Galunggung, seperti\nacara peringatan kemerdekaan 17 Agustus dan acara kamping. Salah satu kegiatan\nyang selalu di lakukan setiap tahunnya yaitu istigasah yang berarti doa bersama\nuntuk meminta pertolongan. Biasanya istigasah dilakukan pada tanggal 10 Muharam\ndan banyak mendatangkan pengunjung dari luar Kota Tasikmalaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di bawah terik\nmatahari yang menembus kulit, perjalanan panjang di\njalan aspal yang cukup kecil terbayar dengan adanya sajian alam yang sangat\nmenakjubkan. Gunung yang menjulang tinggi, dihiasi sawah yang membentang di\nsetiap sisi lereng dengan suasana pedesaan yang masih sangat asri dan ditambah\nudara yang sejuk telah mengobati seluruh rasa bosan saat di perjalanan menuju\nGunung Galunggung. <\/p>\n\n\n\n<p>Gunung\nGalunggung memiliki dua tempat menarik untuk dikunjungi yaitu kawah Galunggung\ndengan danaunya yang hijau serta pemandian air panas yang biasa disebut <em>Cipanas<\/em>\nGalunggung. Ada dua rute dari arah\npintu masuk gapura, ke kiri untuk menuju puncak kawah Gunung Galunggung dan ke\nkanan menuju area pemandian <em>Cipanas<\/em> Galunggung.&nbsp;Jalan menuju pos tiket masuk untuk ke\nkawah Galunggung cukup menanjak dan curam, perlu kelihaian dan kehati-hatian\nbagi pengemudi. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan\nmembayar tiket masuk sebesar\n10 ribu rupiah pengunjung sudah bisa menikmati keindahan alam yang membentang\ndengan luar biasa di kawah Galunggung. Untuk sampai ke puncak kawah Galunggung,\npengunjung bisa melakukan perjalanan haiking melalui dua jalur, yang pertama\ntangga biru (<em>blue\nstairs<\/em>), pengunjung harus melewati 510 anak tangga. Sedangkan\nmelalui tangga kuning (<em>yellow stairs<\/em>), pengunjung akan melewati 620 anak tangga. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menuju dasar kawah\nGalunggung terdapat satu jalan berupa tangga. Jalan tersebut sebenarnya bukan\nuntuk tujuan wisata, melainkan untuk keperluan pegawai pengendalian air\npembuangan dari Danau Galunggung. Jumlah tangganya juga tidak kalah banyak\ndengan tangga biru dan tangga kuning dari area parkir utama. Hanya saja, tangga\nini lebih landai dan terdapat beberapa tikungan. Semakin turun ke bawah, di\nsebelah barat puncak Galunggung tampak makin menjulang. Sementara sebelah kanan\nterlihat tanggul danau yang tampak siluet.<br>\n<br>\nSebelum\nsampai ke dasar danau, di\nbelokan tangga pertama Anda bisa melihat sumur besar berdiameter 5 m. Sumur\ntersebut gelap dan berkabut, sedalam 100 m. Anda dapat sampai pada dasar danau\nyang sudah mengering. Lapangan luas tersebut terdiri dari kerikil batuan dan\npasir yang sudah berumput. Para pencinta alam sering memasuki arena ini, bahkan\nmengadakan kamping di bawahnya. Hanya saja untuk menuju dasar danau kering itu\ncukup jauh, harus mengelilingi bibir danau terlebih dahulu, turun dari sebelah\nbarat daya. Tidak ada jalan khusus terbuat dari tangga, yang ada hanya jalan\nsetapak di tebing-tebing.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di atas kawah Galunggung, persis di samping tangga biru\npengunjung bisa menikmati pemandangan alam dan lanskap Kota Tasikmalaya dengan\nnyaman di sebuah <em>view deck<\/em>, sehingga\ntak sedikit pengunjung yang memanfaatkannya untuk ajang swafoto. Selain itu, pengunjung tidak perlu khawatir jika tidak sanggup menempuh\nberatus-ratus anak tangga tersebut, karena di kawasan ini menyediakan ojek yang\nakan mengantarkan pengunjung untuk sampai ke kawah Galunggung.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari atas kawah\nGalunggung, pengunjung juga bisa melihat kepadatan Kota Taikmalaya yang\nbiasanya akan lebih indah apabila dinikmati pada malam hari karena adanya\ncahaya lampu dari rumah penduduk yang disebut <em>citylight<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengunjung yang tidak\nterbiasa dengan hawa dingin yang ada di kawah Galunggung dapat menyambangi <em>Cipanas<\/em> Galunggung. Di tempat wisata ini tersedia beberapa kolam\npemandian air panas yang bisa digunakan untuk berendam. Pengunjung dapat\nmenikmati rendaman air panas sembari melihat pemandangan alam yang masih sangat\nasri dan terjaga di sekitaran <em>Cipanas<\/em>\nGalunggung.<\/p>\n\n\n\n<p>Kandungan belerang\ndari Gunung Galunggung dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit.\nUntuk bisa menikmati fasilitas <em>Cipanas<\/em>\nGalunggung, pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya tiket masuk kisaran 5-10\nribu rupiah. Menghabiskan waktu berendam di sini tentu akan membuat badan\nterasa lebih segar.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain\nkenangan pahit tentang letusan dan pemandangan alam yang indah, Gunung\nGalunggung juga akrab dengan cerita misteri. Keangkeran sebuah gunung bukan hal\nyang baru. Dapat dipastikan bahwa semua gunung di Indonesia pasti angker dan\nmemiliki cerita mistis tersendiri. Puncak Gunung Galunggung dipercaya sebagai\ntempat tinggal bagi bangsa jin. Menurut orang-orang yang dapat melihat dengan\nmata batin, puncak gunung ini sangat \u201cramai\u201d akan aktivitas mahluk astral.\nCukup banyak cerita misteri yang ada di Gunung Galunggung, terutama tentang pesugihan\nyang muncul.&nbsp; Salah satu dari cerita\ntersebut adalah tentang Nyai Kancra. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika\nditanya \u201cSelama Ibu di sini ada tidak cerita yang khas dari Galunggung?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ibu\nIloh, salah satu warga yang telah berjualan sekitar kurang lebih tujuh tahun di\nGunung Galunggung menjawab, <strong>\u201cKalau dulu <em>kan<\/em>\nsuami saya kerja di sini <em>bikin<\/em>\nterowongan, kerjanya sif-sif an (siang\/malam). Pas sendiri, bagian pegang mesin\nkalau mau turun ke bawah. Setengah dua malam ada perempuan datang bilangnya\nNyai Kancra. Terus bilang sama kuncen <em>sini<\/em>,\nitu <em>mah<\/em> yang <\/strong><strong><em>gegeh<\/em><\/strong><strong> (jaga) di sini. Kancra itu\nartinya ikan. Rupanya ikan, tapi suka berwujud manusia memakai kebaya,\u201d jelas\nIloh.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Gunung\ntampaknya juga menjadi tempat favorit bagi sebagian orang untuk bertapa. Begitu\njuga dengan Gunung Galunggung. Banyak orang yang datang, baik itu pria dan\nwanita untuk bertapa di Gunung Galunggung. Kebanyakan dari mereka memiliki\ntujuan yang berbeda-beda dari tapa yang mereka lakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPernah\nada yang tapa di atas, perempuan, satu bulan. Bawa beras dalam wadah botol air\nmineral 1,5 liter. Makanya satu hari <em>secapit<\/em>\njari jempol dan telunjuk. Pernah di atas yang ada curug, ada sedong. Sudah\nsatu bulan di atas keluarganya menjemput ke <em>situ<\/em>,\ntapi masih hidup, <em>nggak <\/em>sakit.\u201d Tambah\nIloh.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak\nhal gaib yang ada di Gunung Galunggung dari cerita yang diwariskan turun\ntemurun oleh nenek buyut terdahulu. Namun, dengan adanya perkembangan zaman,\ncerita tersebut mulai memudar, karena kebanyakan orang saat ini yang sudah\nmulai tidak mempercayainya.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p>Bermula dari peristiwa letusan yang meninggalkan cerita dan membentuk pemandangan alam yang indah sehingga membuat Kota Tasikmalaya mendapat julukan sebagai\u00a0Mutiara dari Priangan Timur\u00a0yang terpendam. Keindahan pesona Galunggung dan pesona dari masing-masing objek wisata yang ada di Kota Tasikmalaya lainnya patut untuk dikunjungi dan dinikmati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Nurul Aulia Galunggung, salah satu keindahan alam yang tersimpan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, \u00a0Indonesia. Gunung berapi yang terletak sekitar 17\u00a0km\u00a0dari pusat Kota\u00a0Tasikmalaya ini memiliki ketinggian 2.167\u00a0m\u00a0di atas permukaan laut. Di balik keindahan alamnya, Galunggung memiliki kenangan pahit yang masih dikenang hingga saat ini, yaitu peristiwa meletusnya Gunung Galunggung pada tahun 1982 yang cukup [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2409,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-2408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-feature"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2408"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2408\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2410,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2408\/revisions\/2410"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}