{"id":2487,"date":"2020-04-02T10:45:44","date_gmt":"2020-04-02T10:45:44","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=2487"},"modified":"2020-04-02T10:45:47","modified_gmt":"2020-04-02T10:45:47","slug":"review-film","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/review-film\/","title":{"rendered":"Review Film"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Tresna Nurajijah<\/p>\n\n\n\n<p>Judul&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Milea: Suara dari Dilan<\/p>\n\n\n\n<p>Genre&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Drama, Romantis<\/p>\n\n\n\n<p>Sutradara&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Pidi Baiq dan Fajar Bustomi<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Pidi Baiq<\/p>\n\n\n\n<p>Pemeran&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :\nIqbaal Ramadhan, Vanesha Prescilla, Adhisty Zara, Yoriko Angeline, Zulfa\nMaharani, Debo Adryos, Andovi Da Lopez, Jerome Kurnia, Gusti Rayhan, Omara\nEsteghlal dan Guilio Parengkuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Durasi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 103 menit<\/p>\n\n\n\n<p>Lagu&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Kita Pernah Ada<\/p>\n\n\n\n<p>Tanggal Rilis&nbsp;&nbsp; : 13 Februari 2020<\/p>\n\n\n\n<p>Milea: Suara dari Dilan,\nmerupakan film penutup dari trilogi Dilan yang diambil dari novel karya Pidi\nBaiq, dimana selalu menarik perhatian kalangan muda. Film yang tayang serentak\ndi bioskop pada tanggal 13 Februari 2020 sukses meruap sekitar 3 juta lebih\npenonton. Pada hari pertama penayangan mampu menyerap lebih dari 400 ribu\npenonton. Pencapain ini sekaligus menempatkan Milea: Suara dari Dilan sebagai\nfilm Indonesia dengan jumlah penonton hari pertama tertinggi kedua dalam\nsejarah dan merupakan film dengan <em>rating <\/em>sepanjang\ntahun 2020. Kisah cinta Dilan dan Milea memasuki babak akhir. Hampir tiga tahun\nlalu, sejak Dilan 1990 (2018) dirilis film produksi <em>Max Pictures<\/em> ini\nseakan menyihir para pecinta film bergenre drama dan romantis. <\/p>\n\n\n\n<p>Cerita Milea: Suara dari\nDilan merangkum dari \u201cDilan 1990\u201d dan \u201cDilan 1991\u201d yang membuat penonton\nbernostalgia. Bandung yang kembali ke era 90-an, panglima tempur salah satu\ngeng motor, Dilan (Iqbaal Ramadhan) menjalin hubungan dengan seorang siswi baru\ndari Jakarta bernama Milea (Vanesha Prescilla). Dilan berusaha keras untuk\nmendapatkan Milea. Walaupun awalnya Milea merasa aneh dengan Dilan, namun\nakhirnya saling jatuh cinta. Jalinan hubungan antara mereka ternyata membuat\nteman-temannya berfikir berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dilan mulai terasa jauh\ndengan anggota gengnya. Suatu hari terjadi peristiwa mengerikan, salah satu\nanggota geng motor Akew (Gusti Rayhan) meninggal akibat dikeroyok oleh\nsekelompok orang. Kejadian itu tentu membuat Milea khawatir akan keselamatan\nDilan. Sebagai bentuk peringatan, Milea memutuskan untuk berpisah dan ia\nberharap Dilan menjauhi dunia geng motor. Peristiwa Akew juga menyeret Dilan ke\npihak berwajib bersama teman-temannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perpisahan yang tadinya\nhanya gertakan Milea menjadi perpisahan yang berlangsung lama, sampai keduanya\nlulus kuliah dan dewasa. Dilan seakan sengaja menghilang untuk menghindari\nMilea. Dia bahkan mengarang cerita mempunyai pacar baru, ketika tahu Milea\npergi dengan teman laki-laki lewat sahabat Dilan, Akew (Omar Esteghlal), Milea\ntahu bahwa Dilan sudah pindah ke lain hati. <\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan mereka tercipta\nbertahun-tahun. Akan tetapi mereka masih membawa perasaan yang sama saat\nkeduanya kembali bertemu di reuni SMA (Sekolah Menengah Atas), hanya saja Milea\nsudah memiliki tunangan sedangkan Dilan tidak sedang menjalin hubungan dengan\nsiapapun. Kendati mereka mengutarakan kerinduan masing-masing, Dilan tahu bahwa\ndia dan Milea tidak akan bisa kembali bersatu. Apabila dua film sebelumnya\nberasal dari sudut pandang Milea, kali ini cerita berasal dari sudut pandang\nDilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlepas\ndari romansa hubungan Dilan-Milea yang membuat banyak penggemarnya galau,\nadegan ayah Dilan dalam film ini tak sanggup membuat penonton menguras air\nmata. Ketidakmampuan itu karena nuansa yang terbangun dalam adegan tersebut\nkurang bisa dieksekusi secara natural. Catatan lain dari Milea: Suara dari Dilan adalah penggambaran\nsosok pasangan itu kala sudah dewasa. Sutradara dan film ini\nhanya bergantung pada perubahan tampilan luar dari Vanesha dan Iqbaal untuk menunjukkan &#8220;sosok dewasa&#8221;, alih-alih\nmematangkan dari segi emosi serta karakter.<\/p>\n\n\n\n<p><br>\nAmat disayangkan tidak\nada perkembangan memuaskan dari dua karakter utama dalam film ini, selain dari remaja\nyang didandani selayaknya orang dewasa.\nNamun,\nkendati banyak pengulangan adegan, Titien dan Pidi selaku penulis naskah, memasukkan sejumlah kisah baru\ntermasuk bagaimana akhir cerita cinta mereka.\nFilm ini merupakan perspektif Dilan melihat dan menyikapi perasaannya terhadap\nMilea. Secara\nkeseluruhan Milea:\nSuara dari Dilan yang tayang sejak 13 Februari 2020 di\nseluruh bioskop, hanya menggambarkan problem cerita cinta remaja SMA yang tak\nberakhir bahagia. Meski\nbegitu, setidaknya film remaja ini menjadi penawar rindu para pencinta kisah\nDilan dan Milea untuk sekadar bernostalgia.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi kamu yang\ntelah membaca novelnya dan membayangkan akan mendapati adegan romantis dalam\nfilm ini, maka tidak akan merasa kecewa karena, untuk urusan tersebut Iqbaal\nDhiafakhri Ramadhan yang memerankan Dilan dan Vanesha Prescilla yang memerankan\nkarakter Milea, dapat menunjukan <em>chemistry<\/em> yang sangat kuat dalam adegan\nyang melibatkan Milea dan Dilan. Kesan anak SMA yang sedang kasmaran sangat\ntervisualisasikan dengan baik oleh mereka berdua. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk hal ini, Film\nDilan 1990 sangat berhasil. Ketika ditanya kapan buku Dilan 1990 akan diangkat\nke layar lebar? Pidi Baiq sebagai penulisnya memang mengatakan Dilan akan\ndiangkat ke layar lebar jika dia sendiri sebagai penulisnya punya waktu untuk\nmenggarapnya. Rupanya Pidi sebagai penulis punya rasa sayang yang sangat besar\nterhadap karakter dalam novelnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak heran\njika penulisan skenario dalam film, Pidi Baiq tetap ambil bagian dan untuk hal\nini terbukti dari dialog-dialog yang terdapat bisa dibilang sebagai nyawa. Namun\nbeberapa kekurangan tergambar, Fajar Bustomi sebagai sutradara tentunya\nbukanlah orang baru dalam dunia perfilman Indonesia. Beberapa film pernah disutradarai\nolehnya seperti, Surat Kecil Untuk Tuhan dan <em>From London to Bali<\/em>. Namun\nuntuk film Dilan 1990 ini harus diakui ada beberapa penggarapan <em>colour\ngrading<\/em> yang tidak optimal untuk film yang memakai setting tahun 1990-an.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu yang telah\nmembaca novelnya pasti akan mempunyai citra terhadap Dilan sebagai lelaki\npemberani yang tidak takut dengan apapun dan sangat bisa diandalkan, selain\nsisi jenaka dan romantis tentunya. Untuk urusan dialog dalam adegan yang tenang\ndan romantis Iqbaal terbilang sangat berhasil memerankannya. Namun untuk adegan\ndimana Dilan harus menunjukan sisi&nbsp;<em>bad boy, <\/em>seperti ketika dia\nsedang berkelahi ada visualisasi yang tidak tercapai seperti yang diharapkan\noleh khalayak. Barangkali hal ini disebabkan karena karakter Iqbaal yang kental\ndikenal imut sebagai mantan personel CJR (Coboy Junior). Bagi semua pencinta Iqbaal\natau biasa dibilang &#8220;soniQ&#8221; sebagai sebutan untuk para penggemarnya, tahu\npersis bagaimana sebenarnya karakter Iqbaal sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi terlepas\ndari adanya beberapa kekurangan, bukanlah menjadikan film yang buruk, karena\nmemiliki banyak kelebihan dan sangat layak untuk kamu tonton. Sebaiknya kamu\njangan pernah memberikan penilaian tanpa melihatnya secara langsung. Seperti\nyang dikatakan oleh Iqbaal sendiri, jika kamu merasa tidak suka.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Ghina<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Tresna Nurajijah Judul&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Milea: Suara dari Dilan Genre&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Drama, Romantis Sutradara&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Pidi Baiq dan Fajar Bustomi Penulis&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Pidi Baiq Pemeran&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Iqbaal Ramadhan, Vanesha Prescilla, Adhisty Zara, Yoriko Angeline, Zulfa Maharani, Debo Adryos, Andovi Da Lopez, Jerome Kurnia, Gusti Rayhan, Omara Esteghlal dan Guilio Parengkuan. Durasi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 103 menit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2488,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[165],"tags":[],"class_list":["post-2487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sastra"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2487"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2489,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2487\/revisions\/2489"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}