{"id":2714,"date":"2020-06-03T05:51:25","date_gmt":"2020-06-03T05:51:25","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=2714"},"modified":"2020-06-04T05:46:29","modified_gmt":"2020-06-04T05:46:29","slug":"hambatan-kuliah-online-bagaimana-dengan-nilai-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/hambatan-kuliah-online-bagaimana-dengan-nilai-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Hambatan  Kuliah Online, Bagaimana dengan Nilai Mahasiswa?"},"content":{"rendered":"\n<p>Saat ini kita berada di tengah pandemi COVID-19 yang merupakan virus dan penyakit menular yang baru ditemukan. Awal mulanya yakni terjadi di Wuhan Tiongkok, bulan Desember 2019. Untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus ini, instansi pendidikan mengeluarkan kebijakan terkait perkuliahan dengan mengeluarkan imbauan untuk melaksanakan alternatif pembelajaran secara <em>online<\/em>. Sudah hampir dua bulan ini kuliah <em>online <\/em>mulai diterapkan di berbagai&nbsp; kampus di Indonesia, tak terkecuali Universitas Siliwangi. Hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang pencegahan <em>Corona Virus Disaese<\/em> (COVID-19).<\/p>\n\n\n\n<p>UPT-TIK UNSIL sendiri telah memfasilitasi mahasiswa dengan membuat <em>meet<\/em> unsil untuk menjadi peyambung komunikasi belajar dosen dengan mahasiswa maupun mahasiswa dengan mahasiswa. Lembaga juga memberikan subsidi pulsa sebanyak Rp. 100.000 kepada setiap mahasiswa aktif guna berlangsungnya perkuliahan. Tak hanya lewat <em>meet<\/em> unsil, mahasiswa dan dosen pun menggunakan aplikasi <em>zoom<\/em> dan <em>google classroom <\/em>untuk keberlangsungan proses kuliah <em>online<\/em>. Namun, tak sedikit mahasiswa yang mengeluhkan dan menyayangkan sistem kuliah <em>online<\/em> yang sedang berlangsung sekarang ini. Pasalnya banyak kendala yang mereka temui tatkala menggunakan sistem <em>online<\/em>. Terlebih apabila dosen menggunakan <em>meet<\/em> unsil akan sering terjadi kendala di antaranya server penuh karena semua fakultas menggunakan akses tersebut yang mengakibatkan eror ketika mengakases <em>meet<\/em> unsil dan suara yang tidak jelas. Selain itu jaringan pun menjadi kendala terbesar bagi mahasiswa maupun dosen, terlebih mahasiswa yang tinggal di daerah yang jauh dari perkotaan. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan tugas yang diberikan dosen terlalu banyak, sehingga mahasiswa kewalahan. Namun dengan adanya tugas banyak yang diberikan dosen mahasiswa berharap itu bisa menjadi jembatan bagai mahasiswa untuk mendapatkan nilai terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika biasanya dalam kuliah tatap muka dosen menilai mahasiswa dari kehadiran, sikap dan nilai-nilai tugas yang dikumpulkan. Namun, dalam kuliah <em>online<\/em> dosen tidak bisa memberi nilai tambahan dari kehadiran mahasiswa karena terkadang mahasiswa hanya mengisi daftar hadir namun tak menyimak apa yang disampaikan. Dalam kuliah <em>online<\/em> mungkin dosen hanya bisa menilai mahasiswa dari hasil UTS\/UAS dan tugas-tugas yang sering diberikan dan di kumpulkan. Melihat hal itu mahasiswa sendiri khawatir akan nilai masing-masing. Materi yang diserap oleh mahasiswa tidak semaksikmal ketika mahasiswa melakukan pembelajaran tatap muka langsung. Mahasiswa berharap dosen dan kampus akan dapat memberi perhatian kepada mahasiswa dengan memberikan nilai di atas standar bagi mahasiswa yang terdaftar pada mata kuliah terkait.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut surat edaran pertama dari lembaga Universitas Siliwangi, bahwa mahasiswa diharuskan melakukan segala kegiatan dari rumah termasuk kuliah sampai tanggal 30 Mei 2020. Namun, melihat kondisi sekarang yang tidak kunjung membaik, korban terinfeksi virus pun semakin hari semakin bertambah. Maka dari itu lembaga Universitas Siliwangi mengeluarkan kebijakan baru melalui surat edaran Nomor 15\/UN58\/SE\/2020 tentang perpanjangan kebijakan terkait pendemi COVID-19 di lingkungan Universitas Siliwangi. Berdasarkan hasil Rapat Pimpinan Universitas Siliwangi pada tanggal 27 Mei 2020 disampaikan bahwa perpanjangan kebijakan terkait pandemi COVID-19 di lingkungan Universitas Siliwangi, masa berlakuknya diperpanjang sampai dengan 30 Juni 2020. Namun masa berlaku perpanjangan surat edaran tersebut sewaktu-waktu dapat berubah apabila ada kebijakan dari pemerintah pusat. Ujian Akhir Semester (UAS) akan dilaksankan secara daring berdasarkan kalender akademik yang akan dilaksanakan pada tanggal 8-20 Juni 2020. Adanya perpanjangan kebijakan mengharuskan mahasiswa lebih lama bertempur dengan layar monitor HP\/laptop dan juga jaringan yang sering kali tidak bersahabat.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui keefektifan kuliah daring kami telah melakukan survei kepada 284 responden dari berbagai fakultas. Survei dilakukan dengan <em>google form<\/em> sebagai penyedia <em>platform<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Metodologi Riset<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah Responden&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 284 orang<\/p>\n\n\n\n<p>Periode riset&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 4-11 Mei 2020<\/p>\n\n\n\n<p>Instrumen penelitian&nbsp;&nbsp; : Kuesioner daring<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis sampel&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : <em>Random sampling<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tidak dapat Berkonsentrasi Selama Pelajaran Jarak Jauh Berlangsung<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pelaksanaan kuliah daring penggunaan aplikasi baik itu <em>zoom<\/em> ataupun aplikasi lain yang telah disepakati antara pihak dosen dan mahasiswa. Penggunaan aplikasi tersebut membuat mahasiswa hanya perlu melihat layar gawai mereka, sementara dosen menjelaskan. Karena mahasiswa memiliki pilihan untuk tidak mengaktifkan kamera mereka. Hal tersebut dapat membuat mahasiswa yang melakukan PJJ dapat melakukan kegiatan lain dan membuat kesulitan kosentrasi karena adanya gangguan dari luar yang menyebabkan proses komunikasi terganggu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya tidak dapat berkonsentrasi selama PJJ berlangsung,\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pada pernyataan tersebut, mayoritas responden menjawab \u201csetuju\u201d sebanyak 57% dan hanya 12% yang menyatakan kalau mereka tidak setuju dengan pernyataan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Materi yang diberikan selama PJJ juga sukar dimengerti, dalam survei mengenai pernyataan,<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya merasa ilmu atau materi yang diberikan selama PJJ mudah dimengerti daripada tatap muka.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Sebanyak 69% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut yang berarti pelajaran jarak jauh atau kuliah daring membuat materi sulit untuk dimengerti.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Khawatir akan Nilai Selama PJJ Berlangsung<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Nilai menjadi salah satu yang dikhawatirkan oleh mahasiswa. Pasalnya mahasiswa tidak dapat menyerap materi dengan begitu baik. Kekhawatiran tersebut sangat disetujui oleh sebanyak 62% responden.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tugas yang Memberatkan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di seluruh kampus di Indonesia termasuk Universitas Siliwangi banyak dosen yang mengganti kuliah dengan tugas bahkan kuliah berjalan pun tugas tetap diberikan. Banyak sekali mahasiswa yang mengeluhkan tugas yang diberikan&nbsp; terlalu menumpuk. Sebanyak 50% responden menyetujui hal itu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tidak Bersemangat saat Kuliah Daring<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Materi dapat dipahami dengan baik oleh mahasiswa juga dapat dipicu oleh rasa semangat ketika mahasiswa tersebut belajar. Namun, ketika kuliah <em>online<\/em> berlangsung sebanyak 58% responden merasa sangat setuju jika kuliah <em>offline<\/em> atau tatap muka langsung lebih membuatnya bersemangat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Masalah pada Perangkat yang digunakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perangkat kuliah <em>online<\/em> seperti laptop atau HP menjadi hal yang penting bagi mahasiswa dan dosen. Di zaman 4.0 seperti sekarang ini, semua mahasiswa apalagi dosen pasti mempunyai alat komunikasi yang bisa digunakan sebagai perangkat untuk mengikuti kuliah <em>online<\/em>. Namun, bagaimana jika perangkat tersebut bermasalah? Dari responden yang diterima ada sebanyak 52% setuju dengan pernyataan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kami menanyakan \u201cBagaimana tanggapan anda apabila lembaga universitas membuat kebijakan untuk memberi nilai A kepada seluruh mahasiswa disemua mata kuliah karena masa pandemi?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dari responden yang di dapat banyak mahasiswa yang menyetujui hal tersebut. Daring cukup memakan waktu yang banyak dibandingkan dengan kuliah <em>offline<\/em> atau tatap muka langsung. Terlebih dosen yang memberikan tugas terkadang ada beberapa tugas dengan <em>deadline<\/em> pengumpulan di waktu yang bersamaan. Itu cukup membuat mahasiswa kewalahan. Jadi jika dosen memberikan nila A maka cukup sebanding dengan perjuangan mahasiswa di tengah-tengah kuliah online ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai bukan menjadi tujuan utama dari kuliah online yang di ikuti oleh seluruh mahasiswa. Namun, dengan adanya kendala yang selalu ada ketika kuliah <em>online<\/em> mahasiswa berharap tetap bisa menerima dan memahami materi dengan baik. Filosofi pendidikan yang krusial adalah <em>mindset<\/em> mahasiswa dalam pembelajaran, memahami ilmu kemudian menerapkannya, bukan hanya nilai yang diburu. Perlu diingat bahwa tujuan pembelajaran adalah men-transfer ilmu dari dosen ke mahasiswa sehingga mahasiswa memahami apa yang diberikan oleh dosen, yang semula tidak tahu menjadi tahu. Selain itu pengajaran harus diikuti dengan pendidikan sehingga terciptanya akhlak mulia. Meskipun sebenarnya metode yang paling efektif tetaplah perkuliahan <em>face to face<\/em> secara langsung, akan tetapi jika wabah sudah memasuki <em>stage pandemic.<\/em> Maka jenis ke-efektifan metode perkuliahan bukan lagi menjadi suatu masalah utama, yang terpenting adalah keselamatan orang banyak dan bentuk pertanggungjawaban dari pihak akademika terhadap berjalannya proses perkuliahan. Sistem kuliah <em>online<\/em> hanya menjadi alternatif bukan cara regular dan perlu dievaluasi keberlanjutannya. Di sisi lain memang ada kelebihan dan itu yang harus diadopsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Gagasan belajar yang disebut Ki Suratman dalam kata pengantar di buku \u201cDemokrasi dan Kepemiminan: Kebangkitan Gerakan Taman Siswa\u201d. Gagasan belajar ini mengedepankan demokrasi yang bersendi kekeluargaan, hak asasi manusia diakui kehadirannya namun tidak boleh dominan demi terwujudnya tertib-damai kehidupan bersama. Begitupun mahasiswa yang mengharapkan hak nya mendapatkan nilai standar bahkan di atas rata-rata, di tengah kuliah <em>online<\/em> ini karena tugas yang diberikan dan perjuangannya ketika kendala-kendala muncul ketika kuliah <em>online<\/em> sedang berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter: Tim Riset LPM Gemercik<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Tim Riset LPM Gemercik<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Rini Trisa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini kita berada di tengah pandemi COVID-19 yang merupakan virus dan penyakit menular yang baru ditemukan. Awal mulanya yakni terjadi di Wuhan Tiongkok, bulan Desember 2019. Untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus ini, instansi pendidikan mengeluarkan kebijakan terkait perkuliahan dengan mengeluarkan imbauan untuk melaksanakan alternatif pembelajaran secara online. Sudah hampir dua bulan ini kuliah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2715,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14,19],"tags":[],"class_list":["post-2714","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dalam-kampus"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2714"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2714\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2728,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2714\/revisions\/2728"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}