{"id":3001,"date":"2020-08-14T22:10:17","date_gmt":"2020-08-14T22:10:17","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=3001"},"modified":"2020-09-06T12:55:59","modified_gmt":"2020-09-06T12:55:59","slug":"tips-berani-bilang-tidak-buat-kamu-yang-memiliki-sifat-ga-enakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/tips-berani-bilang-tidak-buat-kamu-yang-memiliki-sifat-ga-enakan\/","title":{"rendered":"Tips Berani Bilang \u201cTidak\u201d, Buat Kamu yang Memiliki Sifat Ga Enakan"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh, Hasna Azizah<\/p>\n\n\n\n<p>Memiliki sifat <em>ga enakan<\/em> sering kali membuat diri sendiri menjadi serba salah. Di satu sisi kita merasa kita tidak mau melakukannya, tetapi di sisi lain kita akan merasa bersalah jika kita menolak permintaan orang lain. Berbagai macam alasan yang akhirnya muncul seperti \u201cDia, kan, temen baik aku\u201d, \u201cDia, kan, sering bantu aku\u201d, atau \u201cAh, kasian kalau aku <em>engga<\/em> bantu\u201d. Bukan, begitu? Kalau iya, mulai saat ini kamu harus mengurangi sifat <em>ga enakan<\/em> tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas tips mengatasi&nbsp; sifat <em>ga enakan<\/em>, kita harus <em>tau<\/em> dulu nih, apa sih yang dimaksud orang yang <em>ga enakan<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut psikologis orang yang <em>ga enakan<\/em> disebut sebagai orang yang tidak atau belum asertif. Asertif adalah keterampilan untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan membuat batasan dengan mempertimbangkan perasaan lawan bicaranya. Pada intinya asertif adalah di mana kita bisa menetapkan batasan yang jelas untuk diri sendiri dan kita mampu untuk mengungkapkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menolak permintaan dengan mengungkapkan di sini, dengan bahasa yang sopan ya. Karena jika kita menolak permintaan orang lain dengan kasar atau dengan marah-marah maka\u00a0 itu namanya bukan asertif tetapi agresif. Misalnya, besok kamu harus bangun pagi dan temen nongkrong kamu mengajak kamu untuk nongkrong, kemudian kamu berkata,\u00a0 \u201dKayaknya malam ini <em>engga<\/em> dulu, deh\u201d.\u00a0 Dengan begitu artinya kamu sudah bisa membatasi diri kamu untuk tidak melakukan apa yang\u00a0 tidak harus kamu lakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di bawah ini beberapa tips berani bilang \u201cTidak\u201d, buat kamu yang memiliki sifat <em>ga enakan<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Ikuti Kata Hati<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Jika temanmu meminta bantuan dan kamu merasa <em>ga<\/em> enak untuk menolak, coba ikuti&nbsp; kata hatimu. Jika kata hatimu berkata \u201ctidak\u201d, maka kamu tidak perlu melakukannya. Karena seperti penuturan dari Sarri Gillman di TEDx Talk nya \u201c<em>Good Boundaries Free You<\/em>\u201d yang mengatakan bahwa biasanya dengan mengikuti kata hati, akan menjauhkan kamu dari stres.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Memperhatikan Kemampuan Diri<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan memperhatikan kemampuan diri, kamu dapat membatasi diri kamu dengan menolak permintaan orang lain jika kamu rasa kamu tidak mampu melakukannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika kamu sedang mengerjakan tugas dan temanmu meminta bantuanmu untuk mengerjakan tugasnya, sedangkan kamu tidak mampu untuk mengerjakan semuanya, maka kamu harus berani menolak. Karena jika kamu meng \u201c<em>iyakan<\/em>\u201d itu sama saja kamu akan menyiksa dirimu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Membiasakan dalam Mengontrol Diri<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan berani berkata \u201ctidak\u201d artinya kita mempunya kendali atas diri kita sendiri.&nbsp; Selain itu dengan membiasakan mengontrol diri maka kita juga tidak akan mudah diremehkan oleh orang lain. Saat kita terus menerus melakukan apa yang orang lain mau, beberapa orang pasti akan memanfaatkan kesempatan tersebut. Alasannya karena \u201cIh,<em> <\/em>dia <em>mah<\/em> pasti mau\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal kenyataannya, kamu merasa sangat lelah terus-menerus mengiyakan permintaan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Berani Menghadapi Respons Orang Lain saat Mereka Bilang \u201cTidak\u201d<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Saat kamu belajar memberanikan diri untuk bilang \u201ctidak\u201d ke orang lain, kamu juga harus siap menghadapi respon orang lain saat mereka bilang \u201ctidak\u201d ke kamu. Karena, kebanyakan orang merasa tidak enakan ke orang lain, karena dia sendiri takut ketika dia meminta ke orang lain, orang lain akan berkata&nbsp; \u201dtidak\u201d. Nah<em>, mindset<\/em> ini harus diubah <em>guys<\/em>. Jangan pernah mengharapkan apa yang kamu inginkan dari orang lain <em>yah, <\/em>karena setiap orang punya prioritasnya masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Bersikap Bodo Amat<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Bagi kamu yang merasa memiliki sifat <em>ga enakan<\/em>. Bersikap bodo amat ini sangat penting, lho. Jika kamu sedang belajar untuk tidak membahagiakan orang lain dengan mengiyakan semua permintaannya dan orang tersebut tidak suka atas respon kamu dan akhirnya membenci kamu, maka saat itulah sifat bodo amat diperlukan. Dan selalu ingat bahwa kebahagiaan adalah poin penting kamu untuk menjalankan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah beberapa tips memberanikan diri untuk bilang \u201ctidak\u201d buat kamu yang memiliki sifat <em>ga enakan<\/em>. Semoga artikel ini dapat membantu&nbsp; kamu bisa mengatasi sifat <em>ga<\/em><em> <\/em><em>enakan<\/em> tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Rini Trisa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh, Hasna Azizah Memiliki sifat ga enakan sering kali membuat diri sendiri menjadi serba salah. Di satu sisi kita merasa kita tidak mau melakukannya, tetapi di sisi lain kita akan merasa bersalah jika kita menolak permintaan orang lain. Berbagai macam alasan yang akhirnya muncul seperti \u201cDia, kan, temen baik aku\u201d, \u201cDia, kan, sering bantu aku\u201d, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3002,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-3001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3001"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3085,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3001\/revisions\/3085"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}