{"id":3007,"date":"2020-08-17T06:58:02","date_gmt":"2020-08-17T06:58:02","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=3007"},"modified":"2020-08-17T06:58:04","modified_gmt":"2020-08-17T06:58:04","slug":"cara-lain-merayakan-hari-kemerdekaan-di-tengah-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/cara-lain-merayakan-hari-kemerdekaan-di-tengah-pandemi\/","title":{"rendered":"Cara Lain Merayakan Hari Kemerdekaan &#8220;Di Tengah Pandemi&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Oleh: Ayu Sabrina Barokah<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tujuh belas Agustus Tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia, merrrr deeee kaaa sekali merdeka tetap merdeka! Selama hayat masih dikandung badan, kita tetap setia , tetap sedia mempertahankan Indonesia, kita tetap setia, tetap sedia, membela negara kita (dari corona)!<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tidak terasa, hari kemerdekaan Republik Indonesia akan segera kita rayakan. Tapi, diusianya yang akan menginjak 75 tahun di tahun 2020 ini, Indonesia sedang dilanda keterpurukan yang serius akibat adanya <em>si<\/em> Pandemi COVID-19. Apakah cara merayakan kemerdekaan disetiap tahunya akan berlaku juga di tahun 2020? Mengingat, kondisi COVID-19 yang semakin tinggi diberbagai wilayah, juga penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang dianggap <em>bebas <\/em>&nbsp;oleh masyarakat menjadikan corona semakin menjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kebayang tidak? apakah kita akan tetap merayakannya dengan upacara di pagi hari, melihat paskibra melakukan tugasnya menaikkan bendera, paduan suara menyumbangkan lantunan lagunya dengan khidmat, dan panjanganya pidato inspektur upacara. Tidak lupa, selalu ada <em>cosplay<\/em> tokoh-tokoh aneh yang sebetulnya tidak ada dalam masa perjuangan kemerdekaan. Seperti, <em>cosplay <\/em>tokoh <em>anime<\/em> yang kadang juga ikut diperankan dalam aksi arak-arakan acara kemerdekaan diberbagai daerah. Jangan-jangan tahun ini bakalan ada <em>cosplay si<\/em> corona, yang bulat-bulat kayak tahu bulat itu.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Nah<\/em>, sebenarnya ada cara lain supaya kita tetap ikut merayakan hari kemerdekaan tanpa harus ikut membuat kerumunan dalam upacara 17-an. Tentunya akan sama khidmatnya dan pasti disenangi oleh kaum muda, yang cinta banget sama kemajuan teknologi dan hal-hal praktis lainnya. Siapkan cemilan dan tisu di sampingmu ya!<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Update <\/em><\/strong><strong>Status di Akun Sosial Media<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; \u201cUkuran nasionalis kok cuma setinggi tiang bendera?\u201d Mari kita dukung pernyataan ini dengan gerakan <em>update <\/em>status di sosial media. Karena, ukuran nasionalis bisa juga dihitung dari se-<em>trending<\/em> apa <em>hastag <\/em>#DirgahayuRIke-75 dan semacamnya di <em>Twitter<\/em>. Tentunya, hal itu harus didukung oleh kita kaum netizen. Mumpung momentumnya adalah hari kemerdekaan, biarkanlah <em>hastag<\/em> tersebut bisa menyatukan kita. Sehari aja yang <em>trending<\/em> itu <em>hastag<\/em> baik, jangan yang adu jotos <em>melulu<\/em>. <em>Tak<\/em> lupa, <em>posting<\/em> foto yang berkaitan dengan kemerdekaan dilengkapi dengan <em>caption <\/em>yang heroik, juga bisa kita lakukan untuk merayakan kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tidak cukup disitu, kita masih bisa meramaikannya di laman <em>Instagram <\/em>dan <em>Tiktok<\/em>, atau dari <em>Tiktok<\/em> diunggah ke <em>Instagram<\/em>. Tentunya dengan video-video kreatif. Sudah bisa dipastikan, <em>Instagram<\/em> akan meluncurkan stiker spesial kemerdekaan yang selalu <em>gercep<\/em> dipake sama netizen buat eksis <em>biar<\/em> dianggap <em>kekinian<\/em>. <em>Tiktok<\/em> pun pasti bakalan ada goyangan baru atau <em>challenge<\/em> dengan lagu khas kemerdekaan, entah pakai baju kebaya, iket kepala pake <em>duk <\/em>anak pramuka sampai pegang-pegang pistol mainan.&nbsp; Dengan cara seperti itu, kita bisa ramaikan kemerdekaan secara nasional bahkan sampai internasional.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Nonton Film dengan Tema Kemerdekaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Nonton film bertemakan perjuangan kemerdekaan, tentunya akan membangkitkan semangat juang dan cinta tanah air lebih mendalam dari rumah aja. Setidaknya, kita bisa menyaksikan gambaran perjuangan para pahlawan kita dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dengan senjata bersejarah bangsa Indonesia yakni bambu runcing. Kita juga bisa belajar agar menjadi pribadi yang gigih dan tidak mudah menyerah. Jangan lupa, ketika nonton filmnya untuk difoto dan diposting di <em>instastory <\/em>atau status <em>whatsapp<\/em> dengan keterangan \u201cDirgahayu Indonesiaku yang ke-75, Merdeka!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Menonton acara peringatan HUT RI Ke-75 dari Siaran Televisi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ingin merasakan khidmatnya upacara, tapi takut keluar rumah dan berkerumun dengan orang banyak? Nonton melalui televisi solusinya. Kita bisa menonton siaran langsung dari Istana Negara, yang memang setiap tahunnya selalu menayangkan secara <em>live. <\/em>Agar semakin khidmat, kamu bisa pakai baju terbaikmu dan mulai menonton. Tapi, kayaknya tahun ini bakal ada pemandangan baru. Biasanya, pasukan yang hadir banyak sekali, mulai dari paskibraka nasional, <em>marching band<\/em>, penampilan anak-anak dari seluruh penjuru negeri, dari unsur kepolisan, juga TNI dan tamu undangan istana baik dari dalam negeri atau pun luar negeri. Kali ini mungkin akan sepi?.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Makan Sate Ayam 50 Tusuk Sesuai Perintah Soekarno<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Setelah ditetapkan menjadi orang nomor satu di negeri ini, Presiden Soekarno mempunyai perintah pertama yang tidak terduga. Perintahnya pun bukanlah membentuk kabinet, mempersiapkan rapat, ataupun menetapkan kebijakan penting yang berkaitan dengan struktur pemerintahan, perintah pertamanya ialah memesan 50 tusuk sate ayam. Rupanya 50 tusuk sate tersebut merupakan kudapan yang ditujukan untuk dirinya sendiri. Ia pun memilih untuk langsung memakan sate tersebut dengan berjongkok di pinggir parit. Konon, masih banyak hal juga kisah unik lainnya yang terukir pada peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia yang menarik untuk diceritakan lagi dan lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dan, sayangnya tahun ini bangsa Indonesia mungkin akan kehilangan separuh <em>euforia<\/em> dari biasanya. Adanya Pandemi merupakan hal sulit yang dirasakan oleh Indonesia juga dunia. Namun, kita bisa menghayati semangat kemerdekaan ke-75 tahun ini dengan dapat melawan peneyebaran virus corona yang semakin marak di negeri kita. Tetap diam, jaga jarak, pakai masker, dan jangan lupa membaca, <em>biar<\/em> tahu sejarah. Jadilah pahlawan bagi diri sendiri dan negeri ini, karena setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Merdeka!<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Rini Trisa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ayu Sabrina Barokah Tujuh belas Agustus Tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia, merrrr deeee kaaa sekali merdeka tetap merdeka! Selama hayat masih dikandung badan, kita tetap setia , tetap sedia mempertahankan Indonesia, kita tetap setia, tetap sedia, membela negara kita (dari corona)! &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tidak terasa, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3008,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-3007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3007"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3009,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3007\/revisions\/3009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}