{"id":3364,"date":"2020-12-20T02:25:55","date_gmt":"2020-12-20T02:25:55","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=3364"},"modified":"2020-12-20T02:56:18","modified_gmt":"2020-12-20T02:56:18","slug":"mengukur-elektabilitas-calon-ketua-bem-unsil-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/mengukur-elektabilitas-calon-ketua-bem-unsil-2021\/","title":{"rendered":"Survei Mengukur Elektabilitas Calon Ketua BEM Unsil 2021"},"content":{"rendered":"\n<p>Menuju berakhirnya kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsil periode 2020, maka tongkat estafet kepemimpinan perlu dilakukan. Seperti tahun sebelumnya, tahun ini telah dilakukan proses untuk pencalonan ketua BEM periode selanjutnya. Rangkaian proses telah dilakukan dari mulai pendaftaran bakal calon, verifikasi&nbsp; berkas, sosialisasi terbuka dan debat calon. Saat ini terdapat tiga calon ketua BEM Unsil yang berasal dari fakultas berbeda. Muhammad Faqih Ibrahim nomor urut 1 dari Fakultas Agama Islam, Gilang Gustiawan nomor urut 2 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Mochamad Aminudin nomor urut 3 dari Fakultas Pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai media kampus, LPM gemercik mengadakan survei untuk mengukur elektabilitas calon ketua BEM Unsil 2021. Kata elektabilitas menunjukkan arti \u201cKeterpilihan\u201d, dalam survei yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui ketertarikan mahasiswa Unsil dalam mengenal calon ketua BEM 2021. Sebagaimana telah dilakukan sosialisasi oleh BLM Unsil secara <em>online<\/em>, maka kami memutuskan untuk melakukan survei tersebut. Sesuai jadwal awal, bahwa Musyawarah Akbar Mahasiswa (MAM) akan dilaksanakan pada tanggal 18 Desember, maka survei dilakukan selama 14 hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah responden pada survei adalah sebanyak 231 mahasiswa mewakili tujuh fakultas, yang terdiri dari 53 responden dari FKIP, 126 responden dari FEB, 7 responden dari FIK, 13 responden dari FAI, 9 responden dari FISIP, 16 responden dari FP dan 5 responden dari FT. Responden berasal dari lima angkatan berbeda. Angkatan 2020 sebanyak 101 responden, angkatan 2019 sebanyak 22 responden, angkatan 2018 sebanyak 56 responden, angkatan 2017 sebanyak 47 responden, dan angkatan 2016 sebanyak 4 responden.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari 231 responden yang mengisi, sebanyak 113 responden menjawab \u201cYa\u201d untuk mengetahui, kenal, pernah mendengar, membaca dan melihat calon ketua BEM atas nama Muhammad Faqih Ibrahim dan menjawab \u201cTidak\u201d sebanyak 118 responden. Kemudian, sebanyak 164 responden menjawab \u201cYa\u201d untuk mengetahui, kenal, pernah mendengar, membaca dan melihat calon ketua BEM atas nama Gilang Gustiawan dan menjawab \u201cTidak\u201d sebanyak 67 responden. Terakhir sebanyak 91&nbsp; responden menjawab \u201cYa\u201d untuk mengetahui, kenal, pernah mendengar, membaca dan melihat calon ketua BEM atas nama Mochamad Aminudin dan menjawab \u201cTidak\u201d sebanyak 140 responden.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebanyak 125 responden memilih calon ketua BEM Gilang Gustiawan, 37 Responden memilih Muhammad Faqih dan 12 responden memilih Mochammad Aminudin. Terdapat 57 responden yang memilih \u201cTidak tahu memilih siapa\u201d, kami memberikan tabel jawaban untuk alasan \u201cTidak tahu memilih siapa\u201d. Beberapa responden menjawab alasan seperti berikut :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>\u201cKarna saya tidak tahu mereka yang mana,\u201d<\/li><li>\u201cSaya pilih yang saya tahu orangnya,\u201d<\/li><li>\u201cKarena saya belum mengenal seperti apa karakter mereka masing-masing,\u201d<\/li><li>\u201cSosialisasinya sangat kurang,\u201d<\/li><li>\u201cKarena saya tidak mengenal salah satu dari mereka dan tidak mengetahui prinsip-prinsipnya dalam menjalankan sebagai pemimpin,\u201d<\/li><li>\u201cMasih abu-abu <em>aja gitu<\/em>, belum <em>kenal<\/em> nantinya mereka akan bagaimana, visi misi, kinerja mereka selama ini di organisasi. Mungkin itu alasannya,\u201d<\/li><li>\u201cKarna saya belum pernah melihat atau kenal dari masing-masing calon tersebut,\u201d<\/li><li><em>\u201cMaunya milih<\/em> dua <em>wkwk<\/em> Gilang sama Aminudin,\u201d<\/li><li><em>\u201cGak tau<\/em> siapa mereka,\u201d<\/li><li>\u201cSemuanya Kakak saya,\u201d<\/li><li>\u201cVisioner,\u201d<\/li><li>\u201cSudah <em>tau,\u201d<\/em><\/li><li>\u201cSecara pribadi belum memahami alasan yang melandasi mereka untuk maju mencalonkan diri menjadi Ketua BEM Universitas Siliwangi,\u201d<\/li><li>\u201cTidak tahu motifnya. <em>Kan<\/em> kegiatan kemahasiswaan di <em>online<\/em> kan semua. Tapi visi misi semuanya tidak ada yang menjurus untuk menghadapi permasalahan kemahasiswaan sekarang,\u201d<\/li><li>\u201cBelum kenal yang lainnya,\u201d<\/li><li>\u201cKarena saya selaku Maba belum <em>tau<\/em> para calon ketua BEM Unsil. Mungkin, dikarenakan kondisi sekarang yang semua kegiatan dilakukan secara daring, jadi saya belum <em>tau<\/em> latar belakang para calon BEM. Tapi saya <em>cuman<\/em> <em>sekedar tau<\/em> saru calon saja yaitu Gilang Gustiawan. Itu pun hanya sekedar <em>tau<\/em> wajahnya saja dan jabatan di Ormawa FEB saja, jadi saya masih bingung <em>mau<\/em> memilih siapa,\u201d<\/li><li>\u201cTidak tahu informasinya,\u201d<\/li><li>\u201cSaya tidak mengetahui pergerakan mereka,\u201d<\/li><li>\u201cKarena kenal dan satu Ormada,\u201d<\/li><li>\u201cSemuanya punya kepentingan masing-masing, saya <em>maunya<\/em> seorang Presma yang <em>gak<\/em> punya kepentingan biar internal <em>gitu-gitu<\/em> aja,\u201d<\/li><li>\u201cKurangnya sosialisasi,\u201d<\/li><li>\u201cTakut tidak amanah,\u201d<\/li><li>\u201cKurangnya sosialisasi dan kampanye oleh calon ketua BEM, mengenai tujuan mereka mencalonkan diri. Sehingga, kurang sekali informasi yang di dapatkan mengenai tujuan mereka mencalonkan diri, kecuali kenal secara pribadi,\u201d<\/li><li><em>\u201cGak<\/em> pernah kenal, <em>gak<\/em> memperkenalkan diri mereka ke mahasiswa Unsil di setiap fakultas masing-masing. <em>Cuma<\/em> ada di media sosial <em>Ig<\/em> BLM Unsil <em>aja<\/em>, itu juga baru di cek <em>pas<\/em> isi ini,\u201d<\/li><li>\u201cKarna saya tidak kenal,\u201d<\/li><li>\u201cKarena belum pernah bertemu secara tatap muka dan penyampaian terkait visi misinya pun terbatas, hanya dari media <em>online<\/em> saja,\u201d<\/li><li>\u201cSudah <em>tau<\/em> program kerja di jurusan pun dalam pelaksanaannya sangat bagus dan <em>perfect<\/em>. Dalam debat pun sangat berwibawa dalam penyampaian opininya,\u201d<\/li><li>\u201cSemuanya teman saya,\u201d<\/li><li>\u201cTidak tahu orangnya, visi misinya, karena belum disosialisasikan atau sudah disosialisasikan tapi saya tidak tahu,\u201d<\/li><li><em>\u201cGa<\/em> kenal,\u201d<\/li><li>\u201cBiar netral <em>we,\u201d<\/em><\/li><li>\u201cTidak mengenal ketiganya,\u201d<\/li><li>\u201cGilang Gustiawan,\u201d<\/li><li>\u201cBelum ada sosialisasi,\u201d<\/li><li>\u201cKarena saya tidak mengenal seluruh kandidat,\u201d<\/li><li>\u201cKarena saya tidak tahu, tidak kenal, belum pernah mendengar, belum pernah membaca apalagi melihat para calon tersebut,\u201d<\/li><li>\u201cKarna saya tidak tahu apa visi misi dari masing-masing calon,\u201d<\/li><li>\u201cPertama, saya tidak tahu secara personal masing-masing calon, kedua, <em>kalo<\/em> pun saya <em>milih<\/em> saya <em>ga tau<\/em> manfaat apa yang akan saya rasakan <em>kalo<\/em> memilih salah satu paslon,\u201d<\/li><li>\u201cTidak ada pengumuman,\u201d<\/li><li>\u201cKarena saya tidak tahu siapa yang menjadi calonnya, bagaimana saya <em>mau<\/em> memilih,\u201d<\/li><li>\u201cMuhammad Faqih Ibrahim, karna bagus <em>aja<\/em> namanya,\u201d<\/li><li>\u201cKarena saya betul-betul tidak mengetahui calon-calon kandidat Ketua BEM Unsil untuk periode tahun ini. Mungkin saja dikarenakan pandemi, jadinya saya tidak mengetahui kandidatnya. Dan tidak adanya informasi yang cukup,\u201d<\/li><li>\u201cKurang tahu calon kandidatnya,\u201d<\/li><li>\u201cKarna saya tidak mengenal dan mengetahui kepribadian dan visi misi apa saja yang akan mereka berikan. Saya hanya mengenal sekilas saja, <em>selewat<\/em>. Bahkan, saya sebelum mengisinya, saya mencoba mencari tahu terlebih dahulu ketiga calon di atas, di akun <em>instagram<\/em>. Tapi saya hanya menemukan A Faqih saja, mungkin itu alasanya,\u201d<\/li><li>\u201cSaya tidak tahu kemampuan dan kelebihan yang dimiliki para calon,\u201d<\/li><li>\u201cTidak ada satu pun yang saya pernah lihat,\u201d<\/li><li>\u201cKetiganya memiliki kapabilitas yang \u2018baik\u2019 untuk memimpin. Sebab, bagi saya, sudah memiliki keberanian mencalonkan diri untuk menjadi calon Presiden BEM UNSIL saja sudah patut diapresiasi,\u201d<\/li><li>\u201cDikarenakan minimnya sosialisasi dan kampanye di media sosial tentang calon ketua BEM 2021. Sehingga, saya tidak mengetahui calon Presma kami. Sebagai saran, <em>ayo<\/em> kampanyekan di media sosial agar lebih bisa dikenal lebih jauh oleh seluruh elemen mahasiswa Universitas Siliwangi,\u201d<\/li><li>\u201cKarena saya merasa belum yakin, dikarenakan belum diikut sertakan dalam sesi tanya jawab dengan para peserta\/finalis untuk ketua BLM Unsil,\u201d<\/li><li>\u201cKarena barusan saya <em>liat<\/em> debat ketiga calon tersebut, dan dari ketiga calon tersebut yang lebih unggul dalam segi penyampaian debat dan paling memahami debat adalah Gilang Gustiawan,\u201d<\/li><li>\u201cSaya belum mengenal kandidat calon ketua BEM,\u201d<\/li><li>\u201cDikarenakan saya belum pernah mengenal dan melihat langsung para kandidat calon tersebut,\u201d<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Penyebaran survei telah dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh fakultas. Hasil survei ini tidak untuk memberikan sebuah konklusi dalam menunjukkan keunggulan salah satu calon. Namun, hasil survei ini menunjukkan ketertarikan mahasiswa pada calon berikut, dengan sejauh mana mahasiswa mengenal ketiga calon. Meski demikian, dari 231 responden yang mengisi, terdapat 57 responden yang memilih \u201cTidak tahu memilih siapa\u201d. Dari alasan yang telah disebutkan di atas, menunjukkan bahwa alasan yang mendominasi adalah kurangnya responden mengenal masing-masing calon. Karena sosialisasi yang menurut mereka kurang dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu adanya peningkatan yang dilakukan oleh lembaga terkait proses sosialisasi calon dengan lebih <em>intens<\/em> kepada mahasiswa. Terdapat 14 ribu mahasiswa Unsil yang perlu mengenal siapa yang akan memimpin nanti. Meski sosialisasi dan debat calon ketua telah dilaksanakan, namun dalam kenyataannya mahasiswa yang mengisi survei kami mengaku tidak mengetahui calon-calon ketua BEM Unsil, karena kurangnya sosialisasi. Dengan keadaan pandemi seperti ini menimbulkan keterbatasan dalam segala bidang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari 14 ribu mahasiswa Unsil yang ada, hanya 231 mahasiswa yang melakukan pengisian survei yang telah kami buat. Sedangkan, penyebaran telah dilakukan selama dua minggu melalui <em>link bio<\/em> akun <em>instagram<\/em> Gemercik Media, pesan <em>whatsapp<\/em>, postingan <em>instagram<\/em> dan penyebaran melalui media sosial yang lain. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih belum memiliki kesadaran dan kepedulian berpartisipasi dalam survei yang ada. Semoga, pada survei selanjutnya dapat merepresentasikan secara keseluruhan dari mahasiswa Unsil yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Rini Trisa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menuju berakhirnya kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsil periode 2020, maka tongkat estafet kepemimpinan perlu dilakukan. Seperti tahun sebelumnya, tahun ini telah dilakukan proses untuk pencalonan ketua BEM periode selanjutnya. Rangkaian proses telah dilakukan dari mulai pendaftaran bakal calon, verifikasi&nbsp; berkas, sosialisasi terbuka dan debat calon. Saat ini terdapat tiga calon ketua BEM Unsil yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3365,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[224],"tags":[],"class_list":["post-3364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tajuk-rencana"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3364"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3364\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3370,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3364\/revisions\/3370"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}