{"id":413,"date":"2018-12-15T03:04:00","date_gmt":"2018-12-15T03:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/2018\/12\/15\/unsil-terus-berbenah-akreditasi-unsil-b-hanya-selesai-sementara\/"},"modified":"2018-12-15T03:04:00","modified_gmt":"2018-12-15T03:04:00","slug":"unsil-terus-berbenah-akreditasi-unsil-b-hanya-selesai-sementara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/unsil-terus-berbenah-akreditasi-unsil-b-hanya-selesai-sementara\/","title":{"rendered":"Unsil terus Berbenah, Akreditasi Unsil B Hanya Selesai Sementara"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-5CcryVZr39A\/XBRvFIn3j8I\/AAAAAAAAD0s\/6j9uliOOZLg09mgMvV38xkU-Np7NErUDQCLcBGAs\/s1600\/Screenshot%2B%252845%2529.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"576\" data-original-width=\"812\" height=\"226\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-5CcryVZr39A\/XBRvFIn3j8I\/AAAAAAAAD0s\/6j9uliOOZLg09mgMvV38xkU-Np7NErUDQCLcBGAs\/s320\/Screenshot%2B%252845%2529.png\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">GemercikNews \u2013 Tasikmalaya (13\/12). Sejak tahun 2017, Universitas Siliwangi sudah mulai berupaya untuk meningkatkan akreditasinya. Mulanya, BAN-PT No.343\/SK\/BAN-PT\/Akred\/PT\/VIII\/2014 menyatakan bahwa Universitas Siliwangi, Tasikmalaya terakreditasi dengan peringkat C. Namun kabar baiknya, berdasarkan keputusan BAN-PT No. 372\/SK\/BAN-PT\/Akred\/PT\/XII\/2018 menyatakan bahwa Universitas Siliwangi, Tasikmalaya terakreditasi dengan peringkat B. Sertifikat akreditasi institusi perguruan tinggi ini berlaku 5 tahun sejak 12 Desember 2018 sampai dengan 12 Desember 2023.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada tanggal 4 sampai 6 Desember 2018, Universitas Siliwangi kedatangan Tim Assesor BAN-PT. Tim Assesor terdiri dari 4 orang, yang pertama Subanar, Prof. Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada, Paulus Israwan Setyoko, Prof., Dr. M.S. dari Universitas Jenderal Soedirman, lalu Peni Sawitri, Dr., Dra., MM. dari Universitas Gunadarma dan yang terakhir adalah Ainur Rofieq, Dr. M.Kes. dari Universitas Muhammadiyah Malang. Pengujian dilakukan pada tanggal 4 dan 5 Desember, lalu dilanjut tanggal 6 Desember, yaitu berupa umpan balik rekomendasi. Tim Assesor BAN-PT memberi rekomendasi kepada Unsil dari hasil penilaiannya selama 2 hari, lalu Unsil diberi kesempatan untuk mengecek ulang karena dikhawatirkan ada kesalahpahaman. Jika dirasa semuanya sudah setuju, maka semua pihak menandatangani. Setelah itu Assesor BAN-PT akan membawa hasil penilaiannya ke Sidang Dewan Eksekutif BAN-PT.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ditemui diruangannya (13\/12), Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd. M.Kes selaku Ketua Tim Akreditasi Perguruan Tinggi dan Kepala Pusat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), mengatakan bahwa ini adalah tantangan yang berat untuknya. \u201cSepanjang pengalaman saya, yang namanya akreditasi itu peningkatannya jarang yang sampai 20 sampai 25. Ini tantangan berat buat saya. Untuk mencapai B butuh 27. Maunya sih lebih. Jadi saya punya target naik 30 ke atas,\u201d paparnya. Targetnya untuk meningkatkan point APT (Akreditasi Perguruan Tinggi) Unsil tercapai. Sebelumnya Unsil hanya mendapatkan nilai akreditasi 273, namun setelah melakukan re-akreditarisi, kini nilainya naik 42 poin menjadi 315.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Disinggung mengenai komponen apa yang masih kurang dari Unsil, ia mengaku masih banyak kekurangan dari berbagai aspek, tapi tidak terlalu fatal. Asep mencontohkan dari Sumber Daya Manusia yang dimiliki Unsil. Untuk ilmu IPA, rasio dosen dengan mahasiswa sekitar 1:25 sampai 30. Untuk IPS sekitar 1:35. Jika diambil rata-rata, sekitar 1:30. Namun Unsil masih memiliki rasio 1:42. Selain jumlah dosen yang masih kurang, dosen pun dirangking lagi dan dilihat juga dari pangkatnya. \u201cLalu berapa jumlah penelitian dosen, yang bagus itu jumlah penelitian dosen minimal 2 kali jumlah dosen. Kita ada 341 dosen. Setelah dicek jumlah penelitian baru ada 399. Begitu juga pengabdian masyarakat,\u201d tambahnya.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Asep juga menghimbau kepada lulusan Unsil jika sudah mendapat pekerjaan,  secepatnya langsung mengisi program di simak, agar pihak lembaga bisa langsung merekapnya. Selain itu dalam penulisan karya ilmiah oleh mahasiswa, biasakan sitasi jurnal dosen, sehingga nilai sitasi Unsil tinggi. \u201cMinimalnya nilai sitasi itu 200. Kemarin baru 140,\u201d katanya.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain itu, banyaknya jumlah uang yang ditarik dari mahasiswa atau UKT turut berpengaruh pada penilaian akreditasi. Semakin tinggi yang ditarik, maka semakin tinggi pula nilai akreditasnya. \u201cTapi kan itu bertentangan dengan kemanusiaan, jadi serba salah. Kalau kemarin ada yang demo UKT, kita jadi bingung,\u201d keluhnya. Namun menurutnya, Pak Rektor berkata akan meningkatkan nilai APT di aspek lain saja.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Meningkatnya akreditasi Unsil tentu memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Salah satunya akan banyak dana-dana dari Kemenristekdikti yang bisa masuk. Contohnya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bisa mengadakan PPG. Asep juga menyatakan pendapatnya bahwa akreditasi adalah bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada publik dan kunci untuk lulusan Unsil untuk bekerja ataupun melanjutkan S2.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menurut penuturannya, akreditasI Unsil menjadi B hanyalah selesai sementara. \u201cIni perjuangan belum selesai, karena kita punya target, di akhir masa jabatan Pak Rektor tahun 2022 kita ingin minimal sudah B gemuk, batasan A itu 350. Minimalnya 340an, maksimalnya A kurus. Ini hanya selesai sementara, tapi ya wallahu&#8217;alam apakah yang ditunjuk pak rektor akan saya lagi atau bukan. Cuma kita semua komitmen di 2021 kita sudah mulai akreditasi lagi sebelum masa jabatan pak rektor berakhir,\u201d paparnya. Mengakhiri wawancara ia menegaskan bahwa perubahan APT Unsil menjadi B adalah hasil kerjasama seluruh pimpinan.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Reporter: FajKus&amp;Rina&nbsp;<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Editor: Neng Nurlaela Sari<\/b><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GemercikNews \u2013 Tasikmalaya (13\/12). Sejak tahun 2017, Universitas Siliwangi sudah mulai berupaya untuk meningkatkan akreditasinya. Mulanya, BAN-PT No.343\/SK\/BAN-PT\/Akred\/PT\/VIII\/2014 menyatakan bahwa Universitas Siliwangi, Tasikmalaya terakreditasi dengan peringkat C. Namun kabar baiknya, berdasarkan keputusan BAN-PT No. 372\/SK\/BAN-PT\/Akred\/PT\/XII\/2018 menyatakan bahwa Universitas Siliwangi, Tasikmalaya terakreditasi dengan peringkat B. Sertifikat akreditasi institusi perguruan tinggi ini berlaku 5 tahun sejak 12 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14,19],"tags":[],"class_list":["post-413","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-dalam-kampus"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=413"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=413"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=413"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=413"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}