{"id":4563,"date":"2021-11-14T06:02:16","date_gmt":"2021-11-14T06:02:16","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=4563"},"modified":"2021-11-14T06:02:17","modified_gmt":"2021-11-14T06:02:17","slug":"spotlight-effect-fenomena-yang-sulit-dihindari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/spotlight-effect-fenomena-yang-sulit-dihindari\/","title":{"rendered":"Spotlight Effect: Fenomena yang Sulit Dihindari"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Oleh: <\/em><\/strong><strong><em>Tia Elvia<\/em><\/strong><strong><em><\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Spotlight effect<\/em> sudah lama dikenal dalam ilmu psikologi sejak tahun 2000 silam. Thomas Gilovich, Victoria Husted Medvec, dan Kenneth Savitsky dalam penelitian mereka yang berjudul, <em>\u201cThe spotlight effect in social judgment: An egocentric bias in estimates of the salience of one\u2019s own actions and appearance\u201d, <\/em>menyebutkan \u00a0bahwa <em>spotlight effect<\/em> terjadi ketika seseorang \u00a0terlalu fokus pada penilaian orang lain terhadap dirinya. Seseorang yang mengalami <em>spotlight effect<\/em>\u00a0 berpikir \u00a0bahwa, orang lain memperhatikan dirinya setiap saat dan berpikir\u00a0mereka selalu memperhatikan kesalahan atau kekurangannya. <em>Spotlight effect<\/em> ini biasanya juga terjadi \u00a0pada orang yang terlalu sadar akan kekurangannya, namun belum menyadari bahwa perspektif tentang dirinya tentu tidak akan selalu sama dengan perspektif orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Spotlight effect<\/em> akan berdampak buruk terhadap seseorang yang mengalaminya, seperti dapat menimbulkan kecemasan serta ketakutan dan mengganggu kenyamanan bersosialisasi. Misalnya, ketika ditugaskan untuk melakukan presentasi di depan banyak orang dan tanpa sengaja melakukan kesalahan, orang dengan gangguan &nbsp;<em>spotlight effect<\/em> cenderung akan berpikir bahwa setiap orang yang menyaksikan presentasinya, akan berpikiran buruk dan &nbsp;menganggapnya tidak kompeten. Padahal, nyatanya mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena mereka menganggap itu adalah &nbsp;hal yang wajar. Bahkan, beberapa orang tidak menyadari &nbsp;ataupun lupa dengan kesalahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang beranggapan bahwa kecemasan ini masih normal, namun pada kenyatannya hal ini berdampak pada kecemasan sosial. <em>Spotlight effect<\/em> biasanya memiliki dampak yang berbeda-beda bagi setiap orang, namun jika hal ini tidak segera diatasi dapat menyebabkan seseorang mengalami <em>social phobia<\/em>, yaitu ketakutan dan \u00a0kecemasan untuk dikritik serta diperhatikan. <em>Social phobia<\/em> \u00a0berdampak lebih buruk dari sekedar rasa takut, gugup, ataupun cemas. <em>Social phobia<\/em> juga mendorong kita untuk bereaksi berlebihan terhadap apa yang ada dipikiran kita . Melalui rasa cemas, takut, ataupun gugup kita mungkin masih bisa berpikir rasional bahwa pemikiran kita tidak sepenuhnya sejalan dengan pendapat orang lain, namun sayangnya kita tidak mampu merubah bagaimana kita berhenti untuk terus berprasangka buruk tentang diri kita sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi <em>spotlight effect<\/em>. Salah satunya adalah dengan memupuk kepercayaan diri dan berhenti fokus pada penilaian orang lain terhadap diri sendiri. Cobalah untuk berpikir bahwa tidak banyak orang yang memperhatikan tampilan fisik, kesalahan, ataupun \u00a0kekurangan kita, \u00a0karena setiap individu memiliki dunianya sendiri dan fokus pada urusan masing-masing. Jika cara ini tidak berhasil, kita dapat mencoba berkonsultasi pada tenaga professional untuk mendapatkan pelatihan kepercayaan diri dan terapi perilaku kognitif. Melalui bantuan terapi kognitif, kita akan dilatih untuk memperbaiki dan mengelola pola pikir negatif sehingga membantu mengembalikan kepercayaan diri dan mengurangi rasa cemas, takut, ataupun malu.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Spotlight effect<\/em> mungkin sulit untuk sepenuhnya dihindari, namun melalui sikap <em>aware<\/em> dan menyadari efeknya juga merupakan salah satu perwujudan kita untuk mencoba menghindarinya. Jika dihadapkan pada situasi yang membuat diri kita menyesal atau merasa kurang maksimal, cobalah untuk menilai situasi tersebut secara realistis dan berpikir secara rasional seberapa besar kemungkinan orang lain akan menyadari dan memperhatikan kesalahan kita. Sebisa mungkin, kita harus mencoba berasumsi bahwa kita terlalu berlebihan tentang seberapa besar kepedulian orang lain terhadap kekurangan yang ada pada diri kita. Karena umumnya, orang lain tidak pernah peduli dengan hal yang kita khawatirkan dan mereka tidak mungkin mengingatnya sepanjang waktu. <em>So, try to look yourself from different perspectives.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Aneu Rizky Yuliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Tia Elvia Spotlight effect sudah lama dikenal dalam ilmu psikologi sejak tahun 2000 silam. Thomas Gilovich, Victoria Husted Medvec, dan Kenneth Savitsky dalam penelitian mereka yang berjudul, \u201cThe spotlight effect in social judgment: An egocentric bias in estimates of the salience of one\u2019s own actions and appearance\u201d, menyebutkan \u00a0bahwa spotlight effect terjadi ketika seseorang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4564,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-4563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4563"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4563\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4565,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4563\/revisions\/4565"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}