{"id":526,"date":"2018-05-01T06:33:00","date_gmt":"2018-05-01T06:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/2018\/05\/01\/lakon-yang-ditulis-kemudian-persembahan-drama-anggota-ukm-teater-28-tentang-pengkhianatan-dan-kesetiaan\/"},"modified":"2018-05-01T06:33:00","modified_gmt":"2018-05-01T06:33:00","slug":"lakon-yang-ditulis-kemudian-persembahan-drama-anggota-ukm-teater-28-tentang-pengkhianatan-dan-kesetiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/lakon-yang-ditulis-kemudian-persembahan-drama-anggota-ukm-teater-28-tentang-pengkhianatan-dan-kesetiaan\/","title":{"rendered":"Lakon yang Ditulis Kemudian: Persembahan Drama Anggota UKM Teater 28 tentang Pengkhianatan dan Kesetiaan"},"content":{"rendered":"<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-gxdglqU36qI\/WugKM-SOhrI\/AAAAAAAADDM\/dIMFjO66RrkQooItNe7gBlgO-_GtBO4mgCHMYCw\/s1600\/IMG20180422164350.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"> <img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-gxdglqU36qI\/WugKM-SOhrI\/AAAAAAAADDM\/dIMFjO66RrkQooItNe7gBlgO-_GtBO4mgCHMYCw\/s640\/IMG20180422164350.jpg\" \/> <\/a> <\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/p>\n<div style=\"text-align: center;\"><b>Judul Drama: Lakon yang Ditulis Kemudian<br \/>Penulis Naskah: Bode Riswandi<br \/>Sutradara: Bode Riswandi<br \/>Asisten Sutradara: Ari Kisem<\/b><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><b>Harga Tiket: Rp 15.000,00<br \/>Jadwal Pementasan:&nbsp;<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><b>RKU 04\/Lab Diksatrasia Universitas Siliwangi, 22 April 2018<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><b>Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, 28-29 April 2018<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><b>Universitas Garut, 5-8 Mei 2018<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: center;\"><b>Universitas Sriwijaya, Palembang, 9-11 Mei 2018<\/b><\/div>\n<p><b>Sinopsis:<\/b> Drama ini merupakan sebuah pementasan drama yang dilakukan di kampus, luar kampus dan bahkan lintas pulau. Pada tanggal 9-11 Mei 2018, pementasan drama ini akan dilakukan di Palembang, tepatnya di Universitas Sriwijaya. Drama ini diperankan oleh anggota UKM Teater 28 yang jumlahnya cukup banyak, sehingga peran tokoh saat pementasan bisa berubah-ubah. Tiket untuk menonton pementasan drama ini harganya cukup sebanding dengan apa yang ditampilkan, yaitu Rp 15.000,00. Naskah yang dibuat terinspirasi dari banyaknya kasus seorang perempuan yang menjadi tunasusila akibat desakan ekonomi hingga terbentuklah sebuah rumah-rumah prostitusi. Pementasan dibuka dengan narasi yang dibawakan oleh Berjas 1 yang sok tahu dan dialog singkat antara mucikari dengan dua wanita susila di jendela kamarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Drama ini menceritakan seorang Dahlia yang tetap menunggu Sukat meskipun ia telah dikhianati sejak awal pertemuan. Setelah 49 tahun Dahlia menunggu Sukat pulang, akhirnya pada suatu hari kekasihnya itu datang menemui Dahlia. Rasa cinta Dahlia tidak sedikit pun berubah, justru semakin menguat, akhirnya Dahlia menerima kembali Sukat meskipun dengan segala pertanyaan besar  dan rasa kesal merasuki dirinya. Saat itu, Dahlia meminta Sukat menceritakan apa yang dilakukan Sukat selama 49 tahun menghilang.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">49 tahun sebelum pertemuannya sekarang, Sukat merupakan pemuda yang putus asa. Ia bekerja sama dengan mucikari agar mendapat penghasilan yang melimpah. Suatu hari, ia mengunjungi sebuah toko. Salah satu pelayan toko tersebut adalah Dahlia, seorang yatim piatu yang kemudian dijadikan kekasih oleh Sukat. Setelah dijadikan kekasih, Sukat membawa Dahlia pada Yurike, seorang mucikari  yang mengaku sebagai bibi dari Sukat. Yurike memberitahu Sukat bahwa ibunya sedang membutuhkannya, kemudian dengan mudah Yurike menyuruh Sukat pergi menemui  ibunya dan meninggalkan Dahlia untuk tinggal bersamanya selama Sukat pergi. Berkat otak liciknya, Sukat berhasil mendapatkan penghasilan tiga kali lipat lebih banyak dari biasanya dan kemudian pergi dengan dalih menemui ibunya. Setelah Sukat pergi, Yurike menjadikan Dahlia  sebagai mesin pencetak uangnya. Dahlia dipaksa menjadi wanita tunasusila oleh Yurike hingga pada suatu hari, Dahlia tidak dapat menjadi mesin pencetak uang yang baik. Laki-laki yang datang untuk \u201cmenyewa\u201d Dahlia marah besar pada Yurike karena Dahlia tidak dapat bekerja dengan baik. Dahlia yang sudah geram dengan perbuatan Yurike akhirnya membunuh Yurike di rumahnya sendiri. Ia kemudian menyuruh teman-temannya kembali ke kampung halaman dan mencari pekerjaan lain.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat kembali, Sukat dan Dahlia telah menjadi sepasang tua. Sukat mengatakan bahwa ayahnya lah penyebab kelakuannya selama ini. Ayahnya telah menjual adik-adiknya pada laki-laki yang memiliki hawa nafsu tinggi. Akibatnya, Sukat ingin semua wanita merasakan hal yang sama dangan adik-adiknya, termasuk Dahlia. Dahlia yang telah menunggu Sukat begitu lama akhirnya mencoba memaafkan kesalahan yang dilakukan Sukat dulu. Namun, karena rasa cinta Dahlia yang begitu besar pada Sukat, akhirnya Dahlia membunuh Sukat pada akhir pementasan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>&nbsp;<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Pemakaian Bahasa:<\/b> Gaya bahasa yang digunakan merupakan bahasa gaul yang digunakan sehari-hari. Dalam percakapannya terdapat kata-kata yang dapat dikategorikan kasar, namun dalam pementasan tersebut kata yang digunakan dirasa pas  karena mendukung suasana yang terjadi dalam cerita.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Kelebihan dan Kelemahan<\/b>: Kelebihan pementasan drama \u201cLakon yang Ditulis Kemudian\u201d adalah pendalaman karakter tokoh yang dilakukan setiap pemain lakon betul-betul dijiwai sehingga drama yang dipentaskan menjadi lebih nyata. Suasana saat pementasan juga sangat bagus dengan didukung oleh pencahayaan yang baik dan tata letak properti yang sesuai. Cerita yang disajikan pun tidak membuat bingung meskipun memiliki alur campuran. Kekurangan dalam pementasan yaitu penampilan dua tokoh wanita tunasusila di pembukaan cerita tidak ditampilkan lagi di pertengahan cerita. Selain itu, tidak dijelaskan bagaimana saat Dahlia membunuh Yurike dan apa yang terjadi pada Dahlia setelah membunuh Yurike di samping menunggu Sukat kembali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>Pesan Moral:<\/b> Di era globalisasi ini, kebutuhan hidup yang terus menerus meningkat mengharuskan masyarakat bekerja lebih keras agar dapat mencukupi kebutuhan hidupnya. Meskipun sulit mencari pekerjaan, menjadi wanita susila dan semacamnya bukanlah satu-satunya jalan keluar. Banyak pekerjaan baik yang justru belum memiliki banyak peminat. Selain itu, pesan dari drama ini juga terdapat dalam dialog Dahlia, \u201cWanita yang dipegang kesetiaannya dan laki-laki ucapannya\u201d. <i><b>(Dwrsdn)<\/b><\/i><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Judul Drama: Lakon yang Ditulis KemudianPenulis Naskah: Bode RiswandiSutradara: Bode RiswandiAsisten Sutradara: Ari Kisem Harga Tiket: Rp 15.000,00Jadwal Pementasan:&nbsp; RKU 04\/Lab Diksatrasia Universitas Siliwangi, 22 April 2018 Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, 28-29 April 2018 Universitas Garut, 5-8 Mei 2018 Universitas Sriwijaya, Palembang, 9-11 Mei 2018 Sinopsis: Drama ini merupakan sebuah pementasan drama yang dilakukan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-526","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/526\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}