{"id":551,"date":"2018-03-14T00:40:00","date_gmt":"2018-03-14T00:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/2018\/03\/14\/tanggapan-ketua-dprd-kota-tasikmalaya-mengenai-aksi-menolak-revisi-uu-md3\/"},"modified":"2018-03-14T00:40:00","modified_gmt":"2018-03-14T00:40:00","slug":"tanggapan-ketua-dprd-kota-tasikmalaya-mengenai-aksi-menolak-revisi-uu-md3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/tanggapan-ketua-dprd-kota-tasikmalaya-mengenai-aksi-menolak-revisi-uu-md3\/","title":{"rendered":"TANGGAPAN KETUA DPRD KOTA TASIKMALAYA MENGENAI AKSI MENOLAK REVISI UU MD3"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-R2iwI75TJX0\/WqhvIYRAPaI\/AAAAAAAAC38\/ZZ1aeC5qfUcRSqNdu8E82J-VFI3j7RHXACLcBGAs\/s320\/IMG-20180314-WA0002.jpg\" \/><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Gemercik News, Tasikmalaya (13\/03) Aksi menolak Revisi UU MD3 yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Universitas Siliwangi dan pengoordinasian oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Siliwangi (BEM-US)  pada Selasa, 13 Maret 2018 di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya mendapatkan tanggapan dari Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSebetulnya ini sangat baik bagi kami di DPRD, juga untuk mahasiswa. Pola keberadaan mahasiswa dalam teori komunikasi ilmu politik itu namanya pressure group, lalu dewan ini bagian dari pengawasan yang tertera dalam undang-undang. Kalau mahasiswa adalah bagian dari kekuatan rakyat yang sepenuhnya harus mengawal demokrasi dan pemerintahan, keberadaan UU MD3 yang ditolak merupakan bagian dari suara rakyat dalam rangka berdemokrasi\u201d.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Agus Wahyudin pun berbicara tentang demokrasi, menurutnya berdemokrasi itu memang tidak semuanya bisa sama. Ketika kita berdemokrasi kita harus siap beda, harus siap menerima kritik, harus siap menerima perbedaan. Ketika itu kita dikatakan siap berdemokrasi. Memang demokrasi ini bukan sesuatu yang paling baik tetapi yang saat ini dianggap paling baik, Itulah demokrasi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lalu dalam menyikapi kelanjutan tuntutan yang diajukan oleh massa Aksi Menolak UU MD3  yang menginginkan penolakan UU MD3 dari semua Fraksi Partai yang ada di DPRD Kota Tasikmalaya, Agus Wahyudin menyatakan bahwa \u201cWaktu aksi yang pertama, sama menolak UU MD3 sudah disampaikan dalam rapat BAMUS (Badan Musyawarah) terhadap semua anggota bahwa ada beberapa hal seperti ini dan kemungkinan akan terus bergulir&#8221;.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya sempat ada aksi yang sama bertujuan kepada pihak DPRD akan tetapi bukan aksi mengenai Revisi UU MD3. DPRD menyikapi dengan mengirimkan surat ke DPR RI, sebagai bentuk tindak lanjut DPRD akan aksi tersebut. Lalu Agus Wahyudin menuturkan bahwa undang-undang hanya bisa dibatalkan melalui beberapa lembaga salah satunya Mahkamah Konstitusi, Yudisial Review mulai ke Mahkamah Agung.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Agus Wahyudin juga menyatakan bahwa ketika besok misalnya Presiden juga tidak tanda tangan bukan berarti tidak berlaku. &#8220;Ya seyogyanya memang Undang-Undang MD3 itu, seperti yang lalu-lalu ini adalah bagian mengatur internal saja, bahwa ada hak paksa pada  undang-undang yang lama juga ada, hak paksa terhadap suatu lembaga yang dilakukan oleh dewan. Tetapi barangkali karena ini lebih tajam dengan persoalan-persoalan lain, mohon maaf, dimana lembaga DPR sedang mendapat trust yang kurang baik dari masyarakat, bahkan salah satu lembaga yang dianggap turun kepercayaannya dari masyarakat&#8221;.  Dan ternyata hal tersebut  berimbas kepada posisi DPRD sebagai Perwakilan Rakyat di tingkat daerah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-e4WbPCk4Rwg\/WqhvPtNBP8I\/AAAAAAAAC4A\/uvHe8rgE-GkLajEHWRlvKdg_mGcm5b1uACLcBGAs\/s320\/IMG-20180314-WA0003.jpg\" \/><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: x-small;\">(Sumber foto : Gemercik Media)<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Penyampaian lebih lanjut tentang Aksi Menolak UU MD3 ini \u201cKalo hanya sekadar menyampaikan, ya kita sampaikan itu dan semua yang menyangkut pemerintahan di pusat itu selalu kita sampaikan, Insha Allah kita sampaikan karena bagian dari suara.\u201d Tutur Agus Wahyudin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Harapan dari Ketua DPRD Kota Tasikmalaya kedepannya dalam berdemokrasi itu kita juga dibatasi oleh demokrasi orang lain. Ada hak kita yang dibatasi hak orang lain. Dan dalam menyampaikan kritik  kita harus memakai etika kritik sebagai masyarakat Tasikmalaya yang madani. Agus Wahyudin berpesan  bahwa salah satu ciri masyarakat madani  itu adalah  cinta ilmu pengetahuan, toleransi, masyarakat yang beriman, masyarakat bertakwa. Masyarakat yang toleran salah satu ciri masyarakat madani, lalu kita sudah merasa bahwa itu koridor kita dalam berdemokrasi adalah bingkainya yang madani.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(Radditya,Yusya)&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemercik News, Tasikmalaya (13\/03) Aksi menolak Revisi UU MD3 yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Universitas Siliwangi dan pengoordinasian oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Siliwangi (BEM-US) pada Selasa, 13 Maret 2018 di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya mendapatkan tanggapan dari Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin. \u201cSebetulnya ini sangat baik bagi kami di DPRD, juga untuk mahasiswa. Pola&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-551","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=551"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/551\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}