{"id":711,"date":"2017-03-22T23:03:00","date_gmt":"2017-03-22T23:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/2017\/03\/22\/aksi-solidaritas-kendeng-bentuk-kepedulian-mahasiswa-fai-unsil\/"},"modified":"2017-03-22T23:03:00","modified_gmt":"2017-03-22T23:03:00","slug":"aksi-solidaritas-kendeng-bentuk-kepedulian-mahasiswa-fai-unsil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/aksi-solidaritas-kendeng-bentuk-kepedulian-mahasiswa-fai-unsil\/","title":{"rendered":"Aksi Solidaritas Kendeng Bentuk Kepedulian Mahasiswa FAI UNSIL"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Siliwangi melakukan Aksi Solidaritas Kendeng di kampus Universitas Siliwangi kemarin pagi, Rabu (22\/03). Sejak pukul 07.30 WIB, seluruh massa aksi yang merupakan mahasiswa Fakultas Agama Islam melakukan <i>briefing<\/i> kemudian pada pukul 08.30 WIB massa aksi memulai<i> long march <\/i>di lingkungan Universitas Siliwangi. Massa aksi mengimbau kepada mahasiswa Universitas Siliwangi untuk mengikuti aksi ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-NFJLDViwKg4\/WNMM0Fl1-PI\/AAAAAAAABkE\/ZbuluHLIgfcL_iAwZXdDdgklk9LrnbH1ACK4B\/s1600\/IMG_2569jk.JPG\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"213\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-NFJLDViwKg4\/WNMM0Fl1-PI\/AAAAAAAABkE\/ZbuluHLIgfcL_iAwZXdDdgklk9LrnbH1ACK4B\/s320\/IMG_2569jk.JPG\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aksi ini merupakan pernyataan sikap mahasiswa FAI atas penolakan penambangan dan pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya di media yang ada di Indonesia, bahwa penolakan ini merupakan upaya untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat Rembang Jawa Tengah. <\/p>\n<p>Pernyataan sikap dari massa aksi yakni: <\/p>\n<ol>\n<li>Menuntut Gubernur Jawa Tengah untuk dengan kesadaran meminta maaf dan mencabut surat keputusan No. 600.1\/30 tahun 2016 tentang izin lingkungan kegiatan penambangan bahan baku semen dan pembangunan serta pengoperasian pabrik semen PT. Semen Indonesia Tbk di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. <\/li>\n<li>Menuntut Gubernur Jawa Tengah agar tidak berbohong dan menepati janji yang sudah diucapkan di media:<i> \u201cJika masyarakat menang di jalur hukum, maka tidak akan ada pabrik semen\u201d. <\/i><\/li>\n<li>Batalkan operasional PT. Semen Indonesia (PT. Semen Gresik). <\/li>\n<li>Menuntut Gubernur Jawa Tengah untuk bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan. <\/li>\n<li>Menuntut DPRD 1 Jawa Tengah untuk memakzulkan Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah karena telah melanggar keputusan MA. <\/li>\n<\/ol>\n<p>Massa aksi memulai orasinya di depan Gerbang Utama Universitas Siliwangi, di hadapan masyarakat sekitar kampus yang melintasi Jalan Siliwangi ini. Hilma Fanniar selaku Gubernur BEM FAI mengungkapkan bahwa banyak petani yang disakiti di mana-mana, bahkan mengungkap bahwa sebuah kemirisan ketika mahasiswa pro terhadap kapitalis. \u201cFAI melepas dosa dari mahasiswa yang bungkam\u201d ujar Fanniar saat melakukan <i>briefing<\/i> di depan Fakultas Agama Islam. <\/p>\n<p>Massa aksi yang turun ke jalan ini berorasi dan terus mengajak mahasiswa Universitas Siliwangi turun ke jalan, \u201cBukan atas nama kepentingan, ekonomi dan politik, tapi atas nama keadilan,\u201d teriak salah satu massa aksi. Adapun salah satu mahasiswa bidikmisi mengungkapkan, \u201cBidikmisi uang dari rakyat bukan dari pemerintah!\u201d <\/p>\n<p>Pada <i>banner<\/i> yang dipegang oleh massa aksi terpampang bahwa \u201cDuka Kendeng, Duka FAI. Kami peduli.. Anda?\u201d. Tulisan ini menjelaskan bahwa massa aksi mengajak mahasiswa UNSIL ikut peduli terhadap masyarakat di Jawa Tengah, terutama petani yang tertindas atas apa adanya kebijakan ini. <\/p>\n<p>Muhammad Ikhsan sebagai Koordinator Lapangan Aksi Solidaritas Kendeng ini menjelaskan latar belakang terjadinya aksi ini, \u201cLatar belakang ditolak karena ada aliran sungai yang merupakan sumber air, di Pati, Rembang dan sekitarannya. Ada pula lahan milik petani, lahan mereka digusur, lahan penghidupan mereka otomatis hilang,\u201d jelasnya. <\/p>\n<p>Ia juga mengatakan bahwa Ganjar Pranowo dengan seenaknya melangkahi hukum yang berlaku pada putusan Mahkamah Agung yang menggagalkan SK Gubernur Jawa Tengah No.660.1\/17 tahun 2012 tanggal 7 Juli 2016 tentang izin lingkungan kegiatan penambangan oleh PT. Semen Gresik Tbk di Kabupaten Rembang Jawa Tengah, \u201cLalu kemudian membuat SK baru dengan hanya mengubah nama saja. Itu menurut kami merupakan penghianatan terhadap kesepakatan bersama dan keputusan MA. Pelanggaran hukum <i>lah,<\/i>\u201d jelas Koorlap Aksi itu.<\/p>\n<div style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gUJC8eJSlwA\/WNMM9iBhN6I\/AAAAAAAABkM\/imLu11M1hZEShoFSjC0UArr3PgnKavznQCK4B\/s1600\/IMG_2512%25281%2529jk.JPG\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"213\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gUJC8eJSlwA\/WNMM9iBhN6I\/AAAAAAAABkM\/imLu11M1hZEShoFSjC0UArr3PgnKavznQCK4B\/s320\/IMG_2512%25281%2529jk.JPG\" width=\"320\" \/><\/a>&nbsp;<\/div>\n<p>Diharapkan pula <i>output<\/i> dari aksi ini adalah pengiriman surat secara langsung kepada Pemerintah Daerah Jawa Tengah, \u201cMasalah diindahkan atau tidaknya silakan, kalau misalkan tidak diindahkan kita akan turun aksi lagi, mungkin lebih besar lagi se-UNSIL,<i> insyaallah,<\/i>\u201d jelas Ikhsan. Adapun terhadap petani, massa aksi akan memberikan pernyataan sikap. Tindakan lainnya adalah menjalin komunikasi dengan BEM FAI seluruh Indonesia, \u201cKonsolidasi mengenai masalah ini, mereka juga akan mengadakan aksi dalam waktu dekat,\u201d tambahnya. <\/p>\n<p>Mahasiswa FAI akan terus berikhtiar dan melakukan konsolidasi dengan pihak DPRD Jawa Tengah, BEM fakultas yang ada di seluruh Universitas Siliwangi juga BEM yang ada di luar Universitas Siliwangi, \u201cBaru sedikit yang mengatasnamakan organisasi mahasiswa yang turun untuk masalah ini, itu yang jadi pertanyaan sebenarnya, mahasiswa ke mana?\u201d ujar Ikhsan. <\/p>\n<p>\u201cKami dari mahasiswa Fakultas Agama Islam menyatakan sikap peduli terhadap nasib petani Rembang, khususnya Kendeng, yang mana kemanusiaan mereka tengah diguncang, tengah diinjak-injak. Kita selaku mahasiswa sudah sepantasnya bersikap, tidak hanya berdiam diri, tidak hanya bungkam. Kita jangan mau dibungkam, kita jangan mau dibentukan horizontal saja. Kita harusnya juga mengawal pemerintahan yang ada. Meskipun ini berada di daerah lain, di Jawa Tengah, kami mengajak mahasiswa FAI kepada seluruh mahasiswa umumnya dan khususnya mahasiswa UNSIL untuk mengadakan diskusi dengan kami tentang permasalahan ini dan permasalahan apapun yang ada di Indonesia dan UNSIL serta di lingkungan sekitar kita,\u201d kata Ikhsan. <\/p>\n<p>Massa aksi membubarkan diri pada pukul 11.15 WIB setelah sebelumnya kembali <i>long march <\/i>di lingkungan Universitas Siliwangi sembari berorasi di hadapan mahasiswa yang berlalu-lalang di area kampus ini. <\/p>\n<blockquote><p><b>\u201cApa yang kalian lakukan hari ini, adalah sejarah untuk masa depan\u201d \u2013IMR-<\/b><\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<i><b>&nbsp;<\/b><\/i><br \/>Reporter Peliputan : Iftihal dan Rina<br \/>Photographer&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Aliffian<\/p>\n<p><i>This writing has been edited by Fiqhi and posted by Sne.<b><br \/><\/b><\/i><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Siliwangi melakukan Aksi Solidaritas Kendeng di kampus Universitas Siliwangi kemarin pagi, Rabu (22\/03). Sejak pukul 07.30 WIB, seluruh massa aksi yang merupakan mahasiswa Fakultas Agama Islam melakukan briefing kemudian pada pukul 08.30 WIB massa aksi memulai long march di lingkungan Universitas Siliwangi. Massa aksi mengimbau kepada mahasiswa Universitas Siliwangi untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-711","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=711"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/711\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}