{"id":733,"date":"2017-03-04T09:43:00","date_gmt":"2017-03-04T09:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/2017\/03\/04\/kesimpang-siuran-penjelasan-saksi-mengenai-kepala-buk-yang-menyinggung-ukm-teater-28\/"},"modified":"2017-03-04T09:43:00","modified_gmt":"2017-03-04T09:43:00","slug":"kesimpang-siuran-penjelasan-saksi-mengenai-kepala-buk-yang-menyinggung-ukm-teater-28","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/kesimpang-siuran-penjelasan-saksi-mengenai-kepala-buk-yang-menyinggung-ukm-teater-28\/","title":{"rendered":"Kesimpang Siuran Penjelasan Saksi Mengenai Kepala BUK yang Menyinggung UKM Teater 28"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">GemercikNews, Tasikmalaya (03\/03) &#8211; Gedung Rektorat Universitas Siliwangi ramai dipadati mahasiswa yang melakukan aksi. UKM Tetaer 28 menuntut Pak Permana (Kepala Biro Umum dan Keuangan) untuk meminta maaf. Bukan hanya UKM Teater 28, UKM Seni Musik dan UKM Sepak Bola juga mengikuti aksi tersebut. Aksi dimulai pada pukul 10.30 WIB. Peserta aksi membagikan resume yang sudah dipersiapkan kepada media dan mahasiswa yang berada di sekitar Rektorat. Peserta aksi menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Rektorat Universitas Siliwangi dan meminta Pak Permana untuk menemuinya.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak kunjung hadir, peserta aksi memasuki ruangan Pak Permana di BUK, namun Beliau tidak ada. Peserta aksi bergegas memasuki ruangan Warek 3 yang berada di lantai 2, namun Warek 3 juga tidak ada di ruangannya. Akhirnya pihak lembaga meminta peserta aksi untuk memasuki Ruang Rapat Rektorat Lantai 2 untuk melakukan audiensi. Peserta aksi memasang <i>banner-banner <\/i>yang sudang dipersiapkan di dalam ruangan.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-MfWUoweAf0A\/WLp--CMMd8I\/AAAAAAAABW4\/raCotXkDhnoDhnlDemqpHOqnXQklL7cCQCK4B\/s1600\/myhome.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"192\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-MfWUoweAf0A\/WLp--CMMd8I\/AAAAAAAABW4\/raCotXkDhnoDhnlDemqpHOqnXQklL7cCQCK4B\/s320\/myhome.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p>Pak Permana bersama Warek 3, menemui peserta aksi sekitar pukul 11.00 WIB. Pihak UKM Teater 28, Sepak Bola dan Seni Musik menyampaikan aspirasinya saat audiensi berlangsung. \u201cAliansi Teater akan datang. Sekarang sedang diperjalanan,\u201d ungkap Pak Bode perwakilan dari UKM Teater 28. \u201cPeminjaman bus susah. Mengapa dipersulit? <i>Toh <\/i>kita bawa nama baik UNSIL,\u201d kata salah satu perwakilan UKM Sepak Bola. \u201cPencederaan. Seni musik merasa tercederai mendengar informasi ini,\u201d ucap perwakilan UKM Seni Musik. <\/p>\n<p>Pak Permana memohon maaf atas kesalahannya yang sudah menyinggung peserta aksi. \u201cSaya dengan segala kerendahan hati, memohon maaf dari lubuk yang paling dalam seikhlas-ikhlasnya. Saya siap bertobat dan menerima kritik. Saya menerima kesalahan itu dan saya jadikan masukan serta memperbaiki diri,\u201d tuturnya. Beliau juga mengaku sedang dalam keadaan takut dengan pengakuannya dalam bahasa sunda,<i> \u201cSieun.\u201d<\/i> Namun disaat pihak aksi menanyakan benar atau tidaknya perkataan yang ada dalam resume yang mereka buat, Beliau tidak memberi tanggapan yang mengiyakan. Namun Beliau mengaku siap untuk mengundurkan diri ataupun diberhentikan.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-CxiPiwf5Etw\/WLp_dOs2luI\/AAAAAAAABXA\/yN50FvCWaCgaTy_gLgzieoiaea7Nl7Z6gCK4B\/s1600\/myhome_0.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"192\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-CxiPiwf5Etw\/WLp_dOs2luI\/AAAAAAAABXA\/yN50FvCWaCgaTy_gLgzieoiaea7Nl7Z6gCK4B\/s320\/myhome_0.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p>Ditemui di Sekretariat UKM Teater 28, Reza Abdillah (Bakau) Mahasiswa Teknik Sipil 2015 yang menjadi saksi sekaligus yang pertama kalinya merasa tersinggung atas perkataan Pak Permana di mata kuliah Rekayasa Hidrologi. Bakau menjelaskan kronologisnya. Kejadiannya pada hari Kamis, tanggal 2 Maret 2017 yang bertempat di Ruang 4 SMA Siliwangi, pukul 08.40 WIB. Sebelum kuliah memasuki materi, pembukaannya itu bukan pendahuluan mata kuliah, tetapi mengenai kronologi mahasiswa teater membawa surat peminjaman bus selama 2 minggu. Beliau menanyakan siapa yang mengikuti UKM Teater. \u201cSaya tunjuk tangan saja. Beliau menanyakan itu program siapa yang menghabiskan waktu sampai 2 minggu. Saya jawab itu program pembina. Tetapi dia bilang bahwa itu program <i>ngaco.<\/i> Lalu Beliau menanyakan bagaimana dengan kuliahnya. Saya jawab bahwa ada surat dispen. Beliau menjawab bahwa apabila ada surat dispen akan saya robek-robek kertasnya. Terus katanya jika saya tetap ikut, saya tidak akan lulus mata kuliah Beliau. <i>Nah<\/i> yang terakhirnya Beliau menyuruh saya menyampaikan kepada rekan-rekan di Teater. Dan inilah jawaban kami selaku Keluarga Teater,\u201d paparnya. <\/p>\n<p>Disinggung mengenai pengakuan saksi yang berbeda-beda, Bakau menanggapinya dengan santai. \u201cMungkin dia tidak mendengar. Karena Pak Permana hanya tertuju pada saya meski didengar secara umum,\u201d katanya. <\/p>\n<p>Kaisar (sebutan Ketua) UKM Teater 28 yaitu Sanca Mahasiswa Ekonomi Syariah 2014, memberikan tanggapannya. Ia berpendapat bahwa  tidak sepantasnya untuk gelar seperti doktor tidak menjaga etikanya. \u201cKalau tidak tahu tentang kesenian. Jangan <i>sok tahu<\/i>. Karena di perkuliahan kita niat ke kampus itu untuk kuliah. Tetapi untuk mencari ilmu itu tidak hanya di perkuliahan saja. Sebagian besar kita mendapat pengalaman di luar,\u201d ungkapnya. Menurutnya Pak Permana membungkam dan mematikan karakter. Sebagai orang tua, Pak Permana  seharusnya mencontohkan kepada anaknya. Disinggung mengenai hasil audiensi, Sanca mengaku belum puas. \u201cKalau menurut saya audiensi belum menjawab semuanya. Karena Beliau tidak mengakui perkataannya itu. Lalu <i>ngeles<\/i> dan gimik mukanya juga cengar-cengir, tidak serius. Keinginan kami, Beliau meminta maaf via media sosial dan media massa,\u201d tambahnya lagi. UKM Teater 28 telah menyebarkan percakapan dalam kelas itu kepada Forum Teater Nusantara. <\/p>\n<p>Jojo Nuryanto (Pembina UKM Teater 28) memberikan tanggapannya mengenai perkataan Pak Permana yang menyebutkan \u2018program<i> ngaco<\/i>.\u2019 \u201cKalau <i>ngaco<\/i> sekarang agak aneh. Karena pentas keliling itu sekalipun bukan program saya sendiri, yaitu program bersama. UNSIL dikenal itu bukan karena prestasi akademik, banyak yang tidak tahu UNSIL. Tetapi melalui kegiatan UKM, yang berani manggunglah yang memperkenalkan UNSIL,\u201d paparnya. Jojo mengaku heran mengapa dipermasalahkan, karena selama Pak Mashudi sampai Pak Kartawan menjabat sebagai Rektor hal itu tidak dipersalahkan. \u201cSebenarnya sangat disayangkan, apalagi saya dikatakan bahwa itu program <i>ngaco<\/i>. Ya kalau <i>ngaco<\/i> kredibilitas saya sebagai dosen itu harus dipertanyakan juga. Tetapi saya mendapatkan penghargaan dari presiden, yayasan dan rektor. Naiflah. Kitakan negeri. Kompetisi semakin tinggi,\u201d tambahnya. <\/p>\n<p>Jojo mengaku secara pribadi sudah memaafkan. Tapi menurutnya begitu sulit luka itu bisa bersih dan sembuh. \u201cSecara verbal dan hati saya memaafkan tetapi dibelakang itu ada anak-anak yang merasa kecewa,\u201d ungkapnya. Jojo dan keluarga besar UKM Teater 28 akan terus mengawali perkara ini. Sebab bisa saja hari ini dikatakan tuntas, yang namanya Bakau terancam dua mata kuliah. Takutnya di akhir semester ternyata tidak lulus gara-gara Bakau anggota Teater 28. <\/p>\n<p>SP salah satu mahasiswa yang berada di tempat kejadian, memberi keterangan yang tidak bisa memastikan secara real. \u201cSaya tidak mengerti jelas. Karena saat di kelas saya suka ngobrol. Tidak bisa memastikan secara real,\u201d ungkapnya. SP mendengar perkataan mengenai program pentas teater yang ke Bali selama 2 minggu. SP juga mendengar sekilas kata robek tapi tidak mengetahui secara pasti apa yang dimaksud Pak Permana. Namun SP tidak mendengar mengenai ancaman tidak akan lulus mata kuliah. <\/p>\n<p>Begitu juga dengan HD yang duduk di kursi depan kedua dari meja dosen. HD mengatakan bahwa saat itu ada beberapa mahasiswa belum masuk, karena masih ada mata kuliah aspek hukum. \u201cSambil nungguin, Beliau memberi <i>dongenglah<\/i> mengenai perkuliahan <i>gitu. <\/i>Namanya mahasiswa tidak terlau memperhatikan, ada perkataannya yang jelas, ada yang tidak jelas. Cuma sekadar bercanda agar rileks,\u201d paparnya. Menurutnya itu hanya guyonan yang dianggap serius. HD berkata, \u201cPak Permana bilang teater akan ke Bali. Kalau surat dispan kamu ke meja saya, tidak akan diterima. Tidak akan dikasih dispen. Tetapi saya tidak mendengar ada perkataan sobek dan tidak akan lulus mata kuliah,\u201d katanya. Saksi lain, BAM dan BC mengaku tidak mendengar. Pandangan dari Mahasiswi Teknik Sipil yaitu BC bahwa perkataan Pak Permana itu berniat baik agar Bakau tidak ketinggalan mata kuliah. <\/p>\n<p>Namun berbeda dengan pengakuan dari Upuy dan Itew yang menyimak kejadian tersebut. Menurut pengakuan mereka, memang Pak Permana mengatakan akan merobek surat dispen namun dengan posisi membalikkan badan. Sehingga tidak terlalu terdengar. Itew duduk di samping Bakau, sedangkan Upuy duduk di belakang Itew. Menurut mereka, Pak Permana mendukung program tersebut namun tidak setuju jika dilakukan di hari kuliah karena mengganggu jam kuliah Bakau. <i><b>(FajKus dkk) <\/b><\/i><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GemercikNews, Tasikmalaya (03\/03) &#8211; Gedung Rektorat Universitas Siliwangi ramai dipadati mahasiswa yang melakukan aksi. UKM Tetaer 28 menuntut Pak Permana (Kepala Biro Umum dan Keuangan) untuk meminta maaf. Bukan hanya UKM Teater 28, UKM Seni Musik dan UKM Sepak Bola juga mengikuti aksi tersebut. Aksi dimulai pada pukul 10.30 WIB. Peserta aksi membagikan resume yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-733","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/733","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=733"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/733\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=733"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=733"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=733"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}