{"id":856,"date":"2016-09-18T08:43:00","date_gmt":"2016-09-18T08:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/2016\/09\/18\/resensi-novel-boy-candra-senja-hujan-dan-cerita-yang-telah-usai\/"},"modified":"2016-09-18T08:43:00","modified_gmt":"2016-09-18T08:43:00","slug":"resensi-novel-boy-candra-senja-hujan-dan-cerita-yang-telah-usai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/resensi-novel-boy-candra-senja-hujan-dan-cerita-yang-telah-usai\/","title":{"rendered":"Resensi Novel Boy Candra \u201cSenja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai\u201d"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: center;\">\n<h3>Resensi Novel Boy Candra \u201cSenja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai\u201d<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-_3_RRrg8y7I\/V95TsmBLeJI\/AAAAAAAAAgw\/dCk4Tr8rCrsj5HA7xK7BP2pk38OrWc1pgCLcB\/s1600\/COVER-SENJA.jpg\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-_3_RRrg8y7I\/V95TsmBLeJI\/AAAAAAAAAgw\/dCk4Tr8rCrsj5HA7xK7BP2pk38OrWc1pgCLcB\/s320\/COVER-SENJA.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">Judul Buku                  : Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai<br \/>NO. ISBN                   : 979-794-499-9<br \/>Penulis                         : Boy Candra<br \/>Penerbit                       : Media Kita<br \/>Tanggal Terbit             : 16 Juni 2015<br \/>Jumlah Halaman          : 239 Halaman<br \/>Kategori                      : Nonfiksi<\/div>\n<p>            Boy Candra tinggal di Padang, terlahir pada 21 November 1989. Namanya kian melejit usai penjualan novel pertamanya yang laris di hati para pecinta novel. Bahkan, di September 2016, Boy Candra meluncurkan novel barunya dengan judul \u201cPada Senja yang Membawamu Pergi\u201d yang diterbitkan oleh Gagasmedia. <\/p>\n<p>Novel \u201cSenja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai\u201d diangkat dari pengalaman pribadi penulis. Lewat novelnya, penulis menceritakan segala perjalanan asmaranya. Kisah-kisahnya tersampaikan dengan jelas dan menarik. Pengalamannya dari mulai jatuh cinta, mencintai diam-diam, mencintai sahabat sendiri, bahkan patah hati sangat menyentuh pembacanya. Tak heran jika para Remaja banyak mengutip kata-kata novel ini. Memang dilihat dari pemilihan katanya, sederhana dan mudah dimengerti. Walau dengan pilihan kata yang puitis, namun tidak menimbulkan multi tafsir. Cerita setiap Babnya tidak bertele-tele. Hal ini sangat baik untuk mengontrol penyakit jenuh yang kerap dirasakan pembaca. Boy Candra menyajikan kata-kata sehari-hari yang sering digunakan oleh para pembaca. <\/p>\n<p>Kelebihan dari novel ini adalah covernya yang sederhana. Pemilihan warna cover yang tidak terlalu mencolok, mewakili isi dari novel ini. Ditunjang dengan sinopsis di cover belakang. Pemilihan katanya begitu tertata apik dan mengundang rasa penasaran untuk mengetahui lebih lanjut. <\/p>\n<p>Penyisipan kutipan-kutipan di setiap pergantian Bab, sangat menarik sekali. Penulis mampu membawa pembacanya untuk masuk dan merasakan isi novel. Isi novel tersampaikan dengan baik. Bila mengingat latar belakang yang merupakan pengalaman pribadi, jelas isi novel merupakan hal yang sering terjadi bagi pembaca. Sangat mudah bagi pembaca untuk merasakan menjadi bagian dalam novel ini.<\/p>\n<p>Namun, dalam novel ini juga terdapat kekurangan. Alurnya yang campuran kadang menjadi moment menjenuhkan bagi pembaca. Penempatan setiap Babnya kurang tertara. Kadang ceritanya menyenangkan dan membuat tersenyum tipis, namun di Bab selanjutnya mengisahkan rasanya patah hati. Hal ini sangat menjatuhkan mood para pembaca. Tak jarang pembaca melewati Bab tertentu yang menurutnya tidak menarik dan membuat jenuh.<\/p>\n<p>Novel \u201cSenja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai\u201d memuat cerita yang penuh inspirasi. Membangun semangat para pembaca untuk terus melanjutkan hidup. Novel ini menyampaikan kisah-kisah cinta sederhana yang tulus. Mulai dari seseorang yang bertahan atau seseorang yang terus berjuang. Namun, pengkhianatan cinta juga tersaji dengan baik pada novel ini. Novel ini cocok untuk para pembaca yang ingin mengenang masa lalunya, atau sedang bertahan dan memperjuangkan seseorang, serta bagi pembaca yang sedang berusaha melupakan. <\/p>\n<p>\u201cSetelah cinta pertama dan dipatahhatikan untuk pertama kalinya, aku jatuh cinta lagi, juga patah hati lagi. Berkali-kali. Terkadang ada saatnya aku merasa lelah. Apakah hati diciptakan Tuhan hanya untuk dibuat patah? Seperti halnya impian yang kadang harus berubah. Namun, hidup harus terus berjalan. Tidak ada alsan yang bisa diterima untuk menghentikan tujuan. Bahkan, patah hati paling pattah pun tidak berhak membunuh hidupmu.\u201d (Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai, Hal.220)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i><b>(FajKus)<\/b><\/i><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resensi Novel Boy Candra \u201cSenja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai\u201d Judul Buku : Senja, Hujan dan Cerita yang Telah UsaiNO. ISBN : 979-794-499-9Penulis : Boy CandraPenerbit : Media KitaTanggal Terbit : 16 Juni 2015Jumlah Halaman : 239 HalamanKategori : Nonfiksi Boy Candra tinggal di Padang, terlahir pada 21 November 1989. Namanya kian melejit usai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-856","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=856"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/856\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}