{"id":8735,"date":"2023-02-07T05:26:57","date_gmt":"2023-02-07T05:26:57","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=8735"},"modified":"2023-02-07T05:55:26","modified_gmt":"2023-02-07T05:55:26","slug":"fakta-di-balik-e-mail-yang-dapat-merusak-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/fakta-di-balik-e-mail-yang-dapat-merusak-lingkungan\/","title":{"rendered":"Fakta di Balik E-mail yang Dapat Merusak Lingkungan"},"content":{"rendered":"\n<p>Sobat Gemercik! Pasti udah <em>gak <\/em>asing lagi <em>kan<\/em> sama penggunaan <em>e-mail<\/em>? <em>E-mail<\/em> sendiri biasanya lebih sering digunakan mahasiswa untuk kepentingan tugas. Misalnya, para mahasiswa akan mengirimkan dokumen tertentu, untuk mengurangi penggunaan kertas dan dapat menghemat waktu. Melihat fungsinya,&nbsp;<em>e-mail<\/em>jelas sangatlah penting.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, apa<em> sih<\/em> <em>e-mail<\/em> itu? <em>E-mail<\/em>&nbsp; merupakan singkatan dari <em>electronic mail<\/em>, yang berfungsi untuk mempermudah manusia dalam mengirimkan surat elektronik dengan bantuan internet. Namun, alih-alih mempermudah dalam kehidupan manusia, <em>e-mail<\/em> ini memiliki hubungan yang bernilai negatif dengan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Merujuk pada penjelasan dnktv.uinjkt.ac.id, disebutkan bahwa penggunaan <em>e-mail<\/em> dapat mengancam dan memperburuk pemanasan global. Hal ini terjadi karena mengirim <em>e-mail<\/em> dapat menambah karbon dioksida (CO2) beracun. Hal ini terjadi karena efek gas rumah kaca yang ditimbulkan dari penggunaan komputer pada saat mengirimkan pesan. <em>Email<\/em> yang kita biarkan menumpuk akan disimpan di <em>cloud<\/em> atau komputasi awan. Penyimpanan ini membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang signifikan. Energi tersebut sebagian besar masih dihasilkan dari bahan bakar fosil. Maka dari itu, dampak menumpuk <em>e-mail<\/em> bisa memengaruhi pemanasan global.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, menurut Pakar Sains Data FTMM UNAIR,&nbsp;Muhammad Noor Fakhruzzaman, S.Kom., M.Sc. menilai bahwa isu itu kurang tepat. Ruzza, menjelaskan selama terdapat aktivitas pengiriman dan penerimaan <em>e-mail<\/em>, penggunaan energi listrik oleh server layanan <em>e-mail<\/em> tidak akan berkurang signifikan hanya dengan menghapus <em>e-mail<\/em> yang tak berguna. Pasalnya, server penyedia layanan <em>e-mail<\/em> akan terus berjalan selama ada aktivitas <em>e-mail<\/em>.<br><br>Faktanya, menurut data dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas), pandemi meningkatkan aktivitas digital masyarakat secara signifikan. <em>Traffic<\/em> penggunaan media sosial <em>WhatsApp <\/em>dan <em>Instagram<\/em> meningkat 40 persen, belum lagi <em>virtual meeting<\/em> yang disebabkan <em>Work From Home<\/em> (WFH) dan pembelajaran daring (dalam jaringan).<em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Jika merujuk dari pernyataan di atas, <em>e-mail<\/em> bukanlah satu-satunya penyebab pemanasan global. dnktv.uinjkt.ac.id, juga menyebutkan bahwa kegiatan lain yang menyebabkan pemanasan global antara lain <em>streaming <\/em>video, menonton televisi, bermain <em>video game,<\/em> <em>streaming<\/em> musik, hingga berselancar di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, bukan berarti tidak ada yang tidak dapat kita lakukan untuk ikut serta dalam pencegahan pemanasan global guna memelihara lingkungan agar menjadi lebih baik. Berikut beberapa tips yang dapat kalian lakukan menurut RESET.org.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Pembersihan <em>e-mail<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebulan sekali lakukan pembersihan <em>e-mail<\/em> yang sekiranya tidak kamu butuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Hapus <em>e-mail<\/em> yang ada di folder sampah\/<\/strong><em><strong>trash<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kalian dapat menghapusnya secara teratur atau kalian dapat mengaturnya agar<em> e-mail<\/em> yang ada di folder sampah dihapus secara otomatis dalam periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Kelola&nbsp;<\/strong><em><strong>subscribe<\/strong><\/em><strong>&nbsp;<em>e-mail<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa dari kita mungkin berlangganan <em>e-mail<\/em>&nbsp;<em>newsletters<\/em>&nbsp;dari sebuah platform. Entah itu dilakukan secara sadar maupun tidak sadar. Jika memungkinkan untuk <em>unsubscribe<\/em> <em>e-mail <\/em>&nbsp;<em>newsletters<\/em>, maka lakukanlah. Terutama apabila <em>e-mail newsletters<\/em> tersebut tidak kalian butuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Matikan notifikasi media sosial<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Matikan notifikasi dari media sosial seperti Facebook, Linkedin, YouTube, dan Twitter apabila kalian benar-benar tidak membutuhkannya karena terkadang mereka akan mengirimkan notifikasi melalui <em>e-mail <\/em>kalian.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Gunakan penyedia&nbsp;<\/strong><em><strong>green<\/strong><\/em><strong>&nbsp;<em>e-mail<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Green<\/em>&nbsp;<em>e-mail<\/em> merupakan layanan <em>e-mail<\/em> yang menggunakan&nbsp;<em>renewable<\/em>&nbsp;<em>energy<\/em> atau energi terbarukan. Terdapat beberapa<em>&nbsp;platform<\/em>&nbsp;<em>green e-mail, <\/em>seperti Posteo.de, Mailbox.org, Runbox, dan Tutanota.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Itulah beberapa penjelasan mengenai <em>e-mail <\/em>&nbsp;serta dampaknya terhadap lingkungan. <em>Yuk<\/em>, segera cek&nbsp;<em>mailbox<\/em>&nbsp;kalian <em>dan<\/em> segera hapus <em>e-mail<\/em> yang sekiranya tidak penting! Langkah sederhana ini tentunya dapat membantu kita menyelamatkan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Hana Novianti<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Tanti Amalia<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/yoursay.suara.com\/ulasan\/2021\/11\/15\/174237\/menimbun-email-dapat-merusak-lingkungan-lho-yuk-segera-hapus\">https:\/\/yoursay.suara.com\/ulasan\/2021\/11\/15\/174237\/menimbun-email-dapat-merusak-lingkungan-lho-yuk-segera-hapus<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.vice.com\/id\/article\/akdegg\/menurut-penelitian-terlalu-sering-kirim-email-berdampak-buruk-pada-lingkungan\">https:\/\/www.vice.com\/id\/article\/akdegg\/menurut-penelitian-terlalu-sering-kirim-email-berdampak-buruk-pada-lingkungan<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ftmm.unair.ac.id\/benarkah-menghapus-email-dapat-mengurangi-pemanasan-global-berikut-tanggapan-dosen-tsd\/\">https:\/\/ftmm.unair.ac.id\/benarkah-menghapus-email-dapat-mengurangi-pemanasan-global-berikut-tanggapan-dosen-tsd\/<\/a> <a href=\"https:\/\/technookezonecom.cdn.ampproject.org\/v\/s\/techno.okezone.com\/amp\/2015\/11\/30\/56\/1258346\/walah-e-mail-ternyata-menghasilkan-emisi-karbondioksida? \">https:\/\/technookezonecom.cdn.ampproject.org\/v\/s\/techno.okezone.com\/amp\/2015\/11\/30\/56\/1258346\/walah-e-mail-ternyata-menghasilkan-emisi-karbondioksida? <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sobat Gemercik! Pasti udah gak asing lagi kan sama penggunaan e-mail? E-mail sendiri biasanya lebih sering digunakan mahasiswa untuk kepentingan tugas. Misalnya, para mahasiswa akan mengirimkan dokumen tertentu, untuk mengurangi penggunaan kertas dan dapat menghemat waktu. Melihat fungsinya,&nbsp;e-mailjelas sangatlah penting.&nbsp; Namun, apa sih e-mail itu? E-mail&nbsp; merupakan singkatan dari electronic mail, yang berfungsi untuk mempermudah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8736,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[305,173],"class_list":["post-8735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-artikel","tag-gemercik-media"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8735"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8738,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8735\/revisions\/8738"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8736"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}