{"id":9021,"date":"2023-06-26T02:44:21","date_gmt":"2023-06-26T02:44:21","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=9021"},"modified":"2023-06-27T11:38:20","modified_gmt":"2023-06-27T11:38:20","slug":"lika-liku-perjalanan-don-lego-legenda-penegak-musik-ska-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/lika-liku-perjalanan-don-lego-legenda-penegak-musik-ska-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Lika-Liku Perjalanan Don Lego, Legenda Penegak Musik Ska di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>Don Lego merupakan <em>band<\/em> asal Bandung yang beraliran <em>Jamaican Sound<\/em> dan terdiri dari tujuh anggota, yaitu Chun Li (vocal), Bolu dan Iyai (gitaris), Bois (<em>bass<\/em>), Wahyu (<em>drum<\/em>), Viko (<em>saxophone<\/em>), serta &nbsp;Obet (trompet). Bermula dari kerinduan terhadap dunia musik, Kumbank dan kawan-kawan mulai merintis kariernya di dunia musik sekitar 20 tahun lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada 2003, Don Lego dikenal sebagai <em>band<\/em> pionir yang membangkitkan minat terhadap musik ska di Bandung. Dalam prosesnya, mereka melebarkan sayap di tanah pertiwi ini dengan mengusung aliran ska dan tradisional raggae. Kemudian, Don Lego mulai menjajahi aliran Roots and Steady Beat yang merupakan bagian dari ruang lingkup <em>Jamaican Sound<\/em> hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak terbentuk, Don Lego telah melahirkan dua album, yaitu <em>Dancing in The Moon<\/em> (2009) dengan 11 lagu, <em>Maju Perlahan<\/em> (2016) dengan 10 lagu, dan <em>Tenang Ada Aku<\/em> sebagai <em>single<\/em> yang baru dirilis pada Maret 2023. Perilisan <em>single<\/em> terbaru mereka, yaitu <em>Tenang Ada Aku <\/em>dan kedua album yang dikerjakan selama 2 tahun ini, merupakan bukti eksistensi para \u201cDon\u201d dalam dunia musik ska yang mulai menggeliat di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Single<\/em> terbaru Don Lego yang bertajuk <em>Tenang Ada Aku<\/em> dirilis pada Maret 2023, menjadi penegak keberadaan Don Lego di dunia permusikan. <em>Single<\/em> tersebut menggarisbawahi tentang upaya pembelaan, perhatian, dan perlindungan sebagai bentuk bahasa kasih sayang terhadap pasangan juga persahabatan yang merupakan sebuah interpretasi dan ekspresi kasih sayang secara universal.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika membahas<em> singel<\/em> terbaru dari Don Lego yang bertajuk <em>Tenang Ada Aku<\/em>, <em>singel<\/em> ini menyiratkan bahwa, \u201cKita tidak usah takut untuk menghadapi dunia ini, walau ada masalah yang dihadapi, pasti ada orang yang akan menenangkan dan bukan <em>cuman <\/em>soal laki-laki ke perempuan atau pasangan, bahkan hubungan orang tua dan anak maupun sebaliknya pun begitu,\u201d jelas Viko.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian dalam wawancaranya pada Jumat (2\/12\/22), Viko sang aransemen menjelaskan bahwa melalui <em>artwork <\/em>yang menunjukkan seorang pria sedang merangkul hangat seorang wanita dan diartikan sedang menenangkan atau melindungi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c<em>Singel <\/em>teranyar ini pun menjadi jembatan untuk lahirnya album dengan enam trek lagu yang saat ini sudah jadi,\u201d tutur Viko.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Iyai, sang gitaris mengatakan bahwa nama \u201cDon Lego\u201d diambil dari tokoh penjahat yang ada di film Benjamin S, Koboi Ngungsi.&nbsp; Film tersebut melatarbelakangi nama \u201cAntek-Antek Don Lego Family\u201d sebagai panggilan untuk penggemar mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama sekitar 18 tahun perjalanan musik Don Lego, mereka melalui banyak drama dalam bermusik. Salah satunya adalah kemunduran personil Don Lego. Sir Iyai, gitaris Don Lego pada 2014 pernah meninggalkan<em> band<\/em> yang telah membersamainya selama 18 tahun, meskipun kembali bergabung tiga tahun kemudian. Selanjutnya masuknya personil baru Dwi Tanti yang akrab dipanggil Chun Li untuk menggantikan Don Kumbank sebagai vokalis.<\/p>\n\n\n\n<p>Sir Iyai melalui wawancaranya di Pengadilan Musik, ia mengatakan bahwa kemunduran dan kembalinya pada pelukan Don Lego merupakan hasil dari keputusan bersama dengan seluruh personil Don Lego. Entah apa yang mendasari keputusan tersebut, tetapi Viko menuturkan bahwa keputusan tersebut dikarenakan kepincangan dalam tubuh Don Lego, yaitu mereka kehilangan sosok berpengaruh. Don Lego memutuskan untuk menarik kembali Sir Iyai ke pelukan mereka. Hilangnya sosok Sir Iyai membuat Don Lego menunda perilisan albumnya. Hal tersebut dipungkas oleh Viko dalam wawancaranya bersama Pidi Baiq dan Budi Dalton dalam Djarum Coklat Dot Com (DCDC).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebenarnya sebelum Iyai keluar, Don Lego itu sudah mengonsep tentang keroncong, hingga beberapa <em>featuring<\/em> yang telah dipersiapkan dan terbentuk satu album sebenarnya. Satu album yang sudah siap edar atau siap rilis, <em>cuman <\/em>karena mungkin Iyai <em>pengen<\/em> hijrah dulu melanglang buana dulu. Akhirnya, rilisan itu kita kebumikan dulu dan mungkin nanti akan kami bangkitkan kembali karya-karya Don Lego terdahulu dengan keroncong,\u201d pungkas Viko menanggapi pertanyaan Budi Dalton.<\/p>\n\n\n\n<p>Pergantian vokalis mereka dari Kumbank ke Chun Li juga sempat menggemparkan para penggemar dan identitas dari Don Lego. Mereka mengetahui pengaruh Kumbank terhadap eksistensi Don Lego. Keluarnya Kumbank dan digantikannya dengan Chun Li ternyata membawa warna baru yang lebih mesra pada karier Don Lego.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan keluarnya Kumbank, mencari penggantinya itu cukup susah, ini vokalis<em> cewek &nbsp;tuh udah <\/em>berani banget <em>gitu. <\/em>Pas Dwi masuk \u2018wah bakalan beda <em>nih<\/em> karakternya\u2019 dan karakter vokal dengan musiknya pun pada akhirnya harus saling mengikuti satu sama lain,\u201d tambah Aan menanggapi hadirnya Chun Li sebagai vokalis baru Don Lego.<\/p>\n\n\n\n<p>Sosok Chun Li sebagai pengganti Kumbank mengatakan bahwa ia tidak berusaha mengikuti sosok Kumbank atau berusaha menjadi pengganti ketidakhadiran Kumbank. \u201cKalo Antek-Antek (<em>fans<\/em> Don Lego) sejauh yang Dwi lihat, mereka<em> support<\/em> banget sama Dwi, contohnya kaya <em>\u2018gak<\/em> sabar <em>pengen<\/em> denger lagu baru Don Lego dengan vokalis Dwi (Chun Li) <em>gitu<\/em>,\u201d pungkas Dwi (Chun Li).<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan penuh kepahlawanan dan keteguhan hati, mari kita saksikan sebuah kisah epik tentang perjalanan yang berliku, hingga menjelma sebagai medan pertempuran bagi Don Lego. Ia tak hanya berjuang melawan badai kemelut yang mengimpitnya, tetapi menapaki jalan penuh tantangan yang menggambarkan proses mendewasakan seorang pionir. Dalam kasus ini, sang legenda ska melangkah kembali ke kota yang telah lama meninggalkannya, yaitu Kota Bandung yang kian membara dengan keindahan musik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan setiap langkah yang Don Lego ambil di tanah yang telah ia tinggalkan selama dua dekade, Don Lego membawa kita dalam sebuah pelayaran yang tak hanya mengingatkan kita tentang masa lalu. Namun, mengubah kita menjadi saksi sejarah perjalanan musik yang telah ia ciptakan. Di balik tirai waktu, Don Lego menelusuri jejak langkahnya, memadukan kenangan-kenangan yang kian usang dengan semangat yang tak pernah pudar.<\/p>\n\n\n\n<p>Menerjang hujan, mengarungi badai, dan melawan ombak-ombak kehidupan. Don Lego menjalani proses yang tak sekadar menggambarkan pendewasaan sebagai seorang seniman, tetapi juga perjalanan emosional yang menjelma menjadi sebuah manifestasi kehidupan sejati.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu banyak cerita dan peristiwa yang terjalin di dalam kisah epik ini. Di sela-sela melodi yang riang, terselip juga getirnya perpisahan yang diwarnai penyesalan. Namun, dengan setiap catatan keberanian yang dipersembahkan oleh Don Lego, kita dipenuhi oleh semangat tak kenal lelah yang membakar api semangat di hati kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Annisa Firsty<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Ferani Siti Nurhanifah<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: Kompas.com, DCDC (Djarum Coklat Dot Com)Top of Form<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Don Lego merupakan band asal Bandung yang beraliran Jamaican Sound dan terdiri dari tujuh anggota, yaitu Chun Li (vocal), Bolu dan Iyai (gitaris), Bois (bass), Wahyu (drum), Viko (saxophone), serta &nbsp;Obet (trompet). Bermula dari kerinduan terhadap dunia musik, Kumbank dan kawan-kawan mulai merintis kariernya di dunia musik sekitar 20 tahun lalu. Pada 2003, Don Lego [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9022,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[533,532,534],"class_list":["post-9021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-feature","tag-bandung","tag-don-lego-band","tag-musik"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9021"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9026,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9021\/revisions\/9026"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}