{"id":9080,"date":"2023-08-05T13:12:17","date_gmt":"2023-08-05T13:12:17","guid":{"rendered":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/?p=9080"},"modified":"2023-08-05T13:12:18","modified_gmt":"2023-08-05T13:12:18","slug":"pkl-musiman-ombus-bawa-bayi-dan-tidur-di-emperan-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/pkl-musiman-ombus-bawa-bayi-dan-tidur-di-emperan-jalan\/","title":{"rendered":"PKL Musiman OMBUS: Bawa Bayi dan Tidur di Emperan Jalan"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Gemercik News-Universitas Siliwangi (05\/08). <\/strong>Pedagang kaki lima (PKL) kembali padati trotoar jalan Universitas Siliwangi sejak Jumat (04\/08) pukul dua dini hari. Sebagian pedagang merupakan ibu yang memiliki balita dan terpaksa membawa anaknya untuk ikut berjualan di kampus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, ini bawa bayi, anak juga yang dibawa tidur di pinggir jalan, di emperan pakai kardus. Kalau jualan <em>rame<\/em>, ada buat makan di sini, buat <em>ngirimin<\/em> uang sekolah anak di Bandung,\u201d ungkap Sela pedagang yang membawa bayi.<\/p>\n\n\n\n<p>Nia, salah seorang PKL menuturkan mereka berjualan bermodal harapan. Walaupun pendapatan tidak menentu dan tergantung pembeli, terkadang mereka tidak mendapat uang karena sepinya pembeli. Namun, terdapat uang yang harus disetorkan kepada orang lain yang membawa mereka ke tempat berjualan. Kendala terbesar adalah tidak ada tempat tidur untuk anak sehingga terpaksa menidurkan anak di trotoar jalan hingga emperan toko.<\/p>\n\n\n\n<p>Para PKL musiman merupakan satu kelompok yang sengaja berjualan keliling di daerah sekitar Jawa Barat untuk berjualan perlengkapan ospek dari satu kampus ke kampus lainnya. Peralatan yang dijual meliputi pita, tali kur, sabuk, kaus kaki, karton, <em>name tag<\/em>, hingga kardus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBiasanya habis dari Unsil ke Karawang, ke Ciamis, ke Galuh, terakhir di Padjajaran Jatinangor, mengejar semua kampus yang ada kegiatan ospek sampai ke Kuningan juga,\u201d ungkap Encang salah seorang PKL.<\/p>\n\n\n\n<p>Hilma, mahasiswa Pendidikan Masyarakat angkatan 2023, salah seorang pembeli mengakui PKL yang berjualan di emperan sangat membantu mahasiswa karena dekat dengan kampus. Walaupun harga yang ditawarkan mahal, tetapi masih <em>worth<\/em> <em>it<\/em> dan harus diapresiasi perjuangan para PKL yang datang dari jauh.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMemudahkan mahasiswa, membuat mahasiswa tidak perlu berjauh-jauh untuk membeli perlengkapan OMBUS,\u201d ungkap Almira, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia&nbsp; angkatan 2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, tak jarang para PKL juga mendapat stigma negatif karena dianggap penyebab macet yang menyebabkan terhambatnya lalu lintas. Ninda, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2023 menuturkan bahwa para PKL menutupi trotoar jalan sehingga menimbulkan kemacetan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, menurut Kyra, mahasiswa Kesehatan Masyarakat angkatan 2023, sebaiknya PKL menggunakan <em>stand<\/em> untuk berjualan agar tidak menghalangi para penyeberang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKayaknya lebih bagus pakai <em>stand<\/em> <em>gitu<\/em> dan jangan benar-benar di depannya banget yang menghalangi jalan yang menyebabkan para penyeberang kesulitan,\u201d ungkap Kyra.<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter dan Penulis: John Kristian Pasaribu<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting: Verra Neisya Septiani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemercik News-Universitas Siliwangi (05\/08). Pedagang kaki lima (PKL) kembali padati trotoar jalan Universitas Siliwangi sejak Jumat (04\/08) pukul dua dini hari. Sebagian pedagang merupakan ibu yang memiliki balita dan terpaksa membawa anaknya untuk ikut berjualan di kampus. \u201cIya, ini bawa bayi, anak juga yang dibawa tidur di pinggir jalan, di emperan pakai kardus. Kalau jualan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9081,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14,19],"tags":[191],"class_list":["post-9080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dalam-kampus","tag-universitas-siliwangi"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9080"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9082,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9080\/revisions\/9082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gemercikmedia.com\/admin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}