PBN 2026 Tekankan Edukasi Radikalisme dan Bahaya Narkoba

IMG 20260116 WA0007

Gemercik News-Tasikmalaya (16/01). Universitas Siliwangi (Unsil) kembali gelar Pendidikan Bela Negara (PBN) 2026 bertema “Mewujudkan Manusia Unggul Menuju  Indonesia Emas 2045” pada 12–17 Januari di Brigade Infanteri (Brigif) 13/Galuh Rahayu. Program ini difokuskan pada penguatan edukasi mengenai radikalisme serta bahaya penyalahgunaan narkoba. 

Ketua Pelaksana PBN, Serka Irvana Rahmat Nugraha, menjelaskan bahwa rangkaian materi   pada PBN tahun ini merupakan penguatan dari pembelajaran yang telah diajarkan di perkuliahan sebelumnya dan disusun selaras dengan kurikulum universitas.

“Materi yang ada di kami ini diadopsi dari kurikulum yang ada di lembaga Unsil itu sendiri. Akhirnya, kami di sini berkolaborasi juga dengan rektorat bidang akademik terkait materi yang disajikan di PBN,” jelas Serka Irvana pada Gemercik Media (15/01).

Kemudian, Rafli Muhammad Falih, salah satu peserta PBN dari mahasiswa Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),  menilai bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat terutama pada materi narkoba dan radikalisme.

“Sangat penting karena melihat dari sekarang banyak berita tentang penyebaran obat terlarang atau narkoba di Indonesia ini sangat merata gitu. Nah dengan adanya edukasi narkoba dan radikalisme, kita bisa meminimalisir segala yang akan terjadi,” ujar Rafli.

Senada dengan Rafli, Muhammad Faizal Abdilah, mahasiswa dari jurusan yang sama, menambahkan bahwa kehadiran para ahli dari Badan Narkotika Nasional (BNN), profesor, dan Tentara Negara Indonesia (TNI) sebagai pemateri berhasil menumbuhkan kesadaran peserta. 

“Tema yang diusung itu dari pihaknya langsung, seperti kemarin dari BNN, terus ada dari profesor, bahkan ada dari TNI juga, sehingga bisa menumbuhkan kesadaran bagi kita semua, dengan tokoh yang hadir dalam memberikan pembelajaran,” tambah Faizal.

Selain itu, Serka Irvana juga menyoroti pentingnya mengimplementasikan secara nyata materi yang diajarkan dengan cara melaksanakan Bimbingan dan pengasuhan (Bimsu) agar materi menjadi relevan dengan kehidupan nyata.

“Cara mengimplementasikan PBN ini kita ada namanya Bimbingan dan pengasuhan (Bimsu), di dalamnya adalah pemberian pembelajaran kepada mahasiswa terkait kehidupan yang sebenarnya,” ujar Serka Irvana.

Terakhir, Serka Irvana berharap perubahan positif dari mahasiswa setelah mengikuti PBN agar terciptanya karakter-karakter manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Dengan ajang PBN ini diharapkan mahasiswa menjadi manusia yang unggul, kritis, logis, yang punya inteligensi yang bagus, tapijuga beradab, dan beretika,” tutupnya.

Reporter: Agnia Azzahra Nababan, Elinda Siti Nurhasanah, Zaky Muhammad, Fauzi Nuralpian

Penulis: NurAlliyah Zahira, Azkia Nur Pajrin

Editor: Ade Reva Nurhanifah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *