Gemercik News–Universitas Siliwangi (07/02). Kepala Biro Keuangan dan Umum Universitas Siliwangi (Unsil), Dr. Nana Sujana, Drs., M.Si., mengungkapkan rencana pembangunan dan penataan fasilitas kampus pada tahun 2026 akan berfokus pada penyempurnaan penunjang proses akademik, serta disusul dengan pemindahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Agama Islam (FAI) ke Kampus 2 pada tahun 2027 guna mengurangi kepadatan di kampus utama.
“FIK secara struktur bangunannya sudah tiga lantai dan ruang-ruangnya sudah layak digunakan untuk perkuliahan, termasuk untuk dekan dan jajarannya, yang masih menjadi PR kita itu auditoriumnya, supaya kegiatan mahasiswa atau agenda berskala besar bisa dilaksanakan di tempat yang representatif,” ungkap Dr. Nana kepada Gemercik pada Jumat (06/02).
Lebih lanjut, Dr. Nana menambahkan bahwa pihak kampus telah menyiapkan rencana strategis terkait pemindahan FISIP dan FAI ke Kampus 2. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kepadatan di kampus utama, kedua fakultas tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi di Kampus 2 pada tahun 2027.
“Dua gedung fakultas untuk FISIP dan FAI direncanakan tahun ini dibangun di Kampus 2 diharapkan tahun 2027 bisa migrasi ke sini. Dengan dipindahkannya dua fakultas ke Kampus 2 kepadatan di Kampus 1 bisa berkurang dan pembagian fakultas menjadi lebih seimbang,” tambahnya.
Selain fasilitas akademik, Dr. Nana menjelaskan akan adanya pembangunan gedung organisasi mahasiswa sebagai sarana pendukung kegiatan, serta dilakukannya tindak lanjut gazebo yang telah direncanakan untuk menjadi taman baca terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang literasi dan kreativitas mahasiswa.
“Mahasiswa belum punya gedung yang representatif untuk BEM dan BLM, mudah-mudahan bisa kita garap juga di tahun 2026, dan yang belum tuntas itu gazebo, rencananya akan jadi taman baca terbuka, mahasiswa bisa gunakan untuk berkreasi dan menambah literasi,” jelasnya.
Terakhir, Dr. Nana menyampaikan seluruh rangkaian pembangunan fasilitas kampus menggunakan anggaran tahun 2026 dengan total sekitar Rp42 miliar. Salah satu sumber pendapatannya berasal dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang bertujuan untuk penguatan sarana dan memberikan layanan yang layak bagi mahasiswa.
“Terkait dengan beberapa sarana dan prasarana yang kita lakukan, kalau dijumlahkan anggaran tahun 2026 ini sekitar Rp42 miliar, salah satu sumbernya dari UKT mahasiswa, tapi tujuan kita untuk penguatan supaya mahasiswa mendapatkan layanan yang layak,” tutupnya.
Reporter: Rodiyah Permata Ghani, Aulia Sholehah Andini
Penulis: Neng Rivha Darojatul Hasanah
Penyunting: Iis Rahmawati
