Hadirkan Konsep Kreasi Seni, OMBUS 2026 Tuai Beragam Tanggapan Mahasiswa Baru
Gemercik News–Universitas Siliwangi (6/08). Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Siliwangi (OMBUS) 2026 menghadirkan inovasi berupa kreasi seni yang mengangkat pelestarian budaya. Terdapat berbagai tanggapan dari mahasiswa baru, sebagian menilai konsep baru memberikan pengalaman berbeda sekaligus menjadi sarana mengenalkan budaya, sementara sebagian lainnya berharap penampilan mozaik kembali dihadirkan.
Nabila, mahasiswa baru jurusan Ekonomi Syari’ah, menilai bahwa pergantian konsep OMBUS dari penampilan mozaik menjadi kreasi seni merupakan langkah yang baik. Namun, Nabila menyayangkan penyampaian informasi mengenai perubahan tersebut karena dinilai terlalu mendadak.
“Menurut aku sih bagus, cuma kalo bisa informasinya jangan terlalu mendadak, supaya nggak terlalu ribet,” ujar Nazwa kepada Gemercik, pada Rabu (5/08).
Sementara itu, Alvina mahasiswa baru jurusan Kesehatan Masyarakat, mengungkapkan ketertarikannya terhadap konsep sebelumnya karena dinilai memberikan pengalaman baru yang belum pernah dirasakan saat masih berada di bangku sekolah. Berbeda dengan penampilan kreasi seni yang sudah terasa familiar.
“Kalo aku pengen mozaik, soalnya nari kan udah familiar ya, sedangkan mozaik saat di sekolah belum ada, jadi mending mozaik sih,” ungkapnya.
Sejalan dengan pendapat Alvina, Salwa mahasiswa baru jurusan Pendidikan Jasmani, mengaku lebih menyukai konsep mozaik karena dinilai lebih menarik berdasarkan pelaksanaan OMBUS pada tahun sebelumnya.
“Aku lebih suka mozaik, diliat di tahun sebelumnya juga kaya seru,” ucapnya.
Di sisi lain, Nazwa dari jurusan Agroteknologi, mengaku lebih menyukai konsep OMBUS tahun ini karena sesuai dengan minatnya. Menurut Nazwa, kreasi seni dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada mahasiswa dari berbagai daerah.
“Aku lebih suka ini, karena aku emang udah suka nari. Kebetulan disini juga banyak orang luar, jadi bagus sih buat memperkenalkan kebudayaan kita,” ucapnya.
Meski demikian, tujuan kreasi seni sebagai upaya mengenalkan budaya belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh mahasiswa baru. Kayla menilai bahwa kegiatan tersebut belum memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan terkesan hanya sebagai formalitas sehingga tidak perlu dipertahankan pada OMBUS tahun berikutnya.
“Nggak bikin lebih mengenal budaya, biasa aja. Dianggapan kami malah kayak formalitas aja, mending stop sih,” ungkapnya.
Terakhir, Nabila berharap pelaksanaan OMBUS tahun mendatang dapat dipersiapkan dengan lebih matang, terutama dalam penyampaian informasi kepada mahasiswa baru. Nabila juga berharap konsep mozaik dapat dihadirkan kembali.
“Harapannya semoga tahun depan nggak serba mendadak dan penampilan mozaik diadakan lagi,” tutupnya.
Reporter: Sehla dan Zaky
Penulis: Neng Rivha Darojatul Hasanah
Penyunting: Nisrina Nur Rahmah





Post Comment