Tasikmalaya (29/05), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HIMAGEO) Universitas Siliwangi peringati Hari Lingkungan Hidup pada Minggu (29/05) di Car Free Day Kota Tasikmalaya. Hari Lingkungan Hidup ini sendiri biasanya diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya, namun peringatan hari besar tersebut dipercepat HIMAGEO dengan alasan menjelang bulan Ramadhan.
Muhammad Syahrul Sani, selaku ketua pelaksana menjelaskan hal tersebut pada Gemercik saat diwawancarai usai acara. “Iya, salah satu faktor yang menyebabkan mengapa itu dimajukan karena tanggal 5 itu istilahnya lagi munggahan, tidak kondusif dalam situasi, kondisi dan lain sebagainya juga,” tutur Syahrul yang mengenakan kain berwarna orange di kepalanya pada acara tersebut. Syahrul juga menakutkan acara tidak akan berjalan dengan lancar apabila dilaksanakan pada H-1 bulan puasa tersebut.
Tema acara ini yaitu “Go Wild for Life”, bahwasannya dunia mengambil tema ini untuk memerangi satwa ilegal. Salah satu caranya dengan menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem. Acara yang merupakan program kerja tahunan HIMAGEO ini dimulai dari bunderan Tugu Adipura (red: dekat masjid agung Kota Tasikmalaya) sampai Yogya Toserba. Acara ini dimeriahkan juga dengan operasi aktif, orasi, aksi pungut sampah dan penampilan teatrikal.
Acara tidak usai di kawasan Car Free Day, HIMAGEO melanjutkan perjalanan menuju kawasan Dadaha, tepatnya di sekitar Kampus Cabang Universitas Pendidikan Indonesia dan Sungai Cimulu 2. HIMAGEO juga mengadakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan bibit ikan sehingga bisa diambil manfaatnya oleh masyarakat. “Ya, karena ada-lah sebagian yang suka mencari ikan di sungai tersebut, nah kita kasih ikan-ikan disana,” jelasnya.
Syahrul merasa puas dan senang acara ini bisa terlaksana dengan lancar. “Alhamdulillah, secara perizinan lancar, semua panitia berjuang keras demi menyukseskan acara, semuanya ikut andil,” ungkapnya. Namun Syahrul merasa sedikit kesulitan, yaitu saat mengatur peserta dilapangan, “Satu hal yang kelabakan itu pas ngatur peserta di lapangan, karena jumlahnya sangat banyak,” tutupnya. (Sucine)


