10

Drama Korea Gaya Jajahan “Zaman Now” ?

Oleh: Fachriel Hayqal Maulana Ilmu Politik 2017 Drama Korea yang biasa disebut juga “DRAKOR” terdengar menjijikkan di telinga para laki-laki pada umumnya. Drakor merupakan produk sinetron ala negeri bermata sipit, film ber-episode lebih dari satu ini kebanyakan berisi tentang percintaan bahkan tidak sedikit pula ber-genre horor maupun komedi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan kebiasaan manusia…

Read More
9

Kampusku Ladang Kampanye

Oleh : Tumpal Beckham Ilmu Politik 2017 Sumber Foto: GemercikMedia Kampusku baru saja kedatangan salah satu lembaga pemerintahan, seperti biasa polemik pasti terjadi. Mahasiswa-mahasiswa mulai mencoba mengkritisi, baik itu yang jarang ngampus, maupun yang rajin-rajin. Sebelumnya, kampusku dipilih sebagai tempat penandatanganan MOU antar lembaga pemerintah, dan juga salah satunya sebagai rangkaian acara ulang tahun salah…

Read More
8

Masih Relevankah Demokrasi di Indonesia?

Oleh Ayu Sabrina Barokah Jurusan Ilmu Politik 2018 Orang gila dituntut di pengadilan, keputusan tidak sah. Orang gila bersaksi di pengadilan juga tidak sah. Kok dalam Pilpres orang gila bisa sah? Begitulah agaknya segelintir pertanyaan yang muncul dari orang waras ketika mengetahui isu tentang orang gila yang memiliki hak suara. Bermacam isu telah banyak muncul menjelang pesta…

Read More
7

Bunga Belum Tentu Mekar Bersamaan

Oleh Neng Lilis Karlina Jurusan Pendidikan Masyarakat 2018 Allah SWT menciptakan manusia berbeda-beda, ada yang mudah menerima informasi dan ada juga yang melalui proses terlebih dahulu. Di hadapan Allah semua manusia itu sama, yang membedakannya hanyalah ketakwaannya. Tidak ada manusia yang bebas dari dosa, kecuali memang dijaga oleh Allah SWT, tidak ada manusia yang sempurna,…

Read More
6

Perempuan Tidak Harus Sarjana

Oleh Indriani Suharyan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia 2018 Kita pasti sering mendengar pernyataan bahwa perempuan tidak harus kuliah atau sekolah tinggi-tinggi karena pada akhirnya ia akan berada di dapur rumah. Sayangnya, pernyataan tersebut masih terus saja dilontarkan bahkan di zaman modern seperti sekarang ini. Jika kalimat tersebut diucapkan ketika zaman penjajahan, sebelum Kartini berkoar untuk…

Read More