Gemercik News-Tasikmalaya (1/01). Mengawali tahun baru, Komunitas Clean the City (CTC) bersama Gentra ID dan para relawan kembali menggelar aksi pembersihan di Kota Tasikmalaya Pada Kamis (1/01). Aksi ini dilaksanakan dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai unsur Pentahelix yang terdiri dari berbagai komunitas, pelaku usaha, media, akademisi, serta pemerintah Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini telah rutin dilakukan sejak tahun 2014 yang bertujuan untuk menangani tumpukan sampah pasca perayaan tahun baru, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Muhamad Kaila Putra Julianto selaku Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa dari tahun ke tahun aksi ini menunjukan perubahan yang positif.
“Untuk dampak ini sendiri positif, karena semakin kita berjalan semakin banyak pesertanya. Juga kita selalu melakukan perbaikan dan Alhamdulillahnya ada peningkatan, baik dari tingkat peserta dan juga kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan,” ujar Kaila pada Gemercik Media pada Kamis (1/01).
Selanjutnya, Kaila menambahkan bahwa aksi CTC tahun ini mengambil tiga rute utama di wilayah Kota Tasikmalaya. Alasanya, karena berdasarkan hasil observasi tahun sebelumnya area tersebut selalu dipadati warga dan menyisakan banyak sampah.
“Rute itu ada tiga rute. Yang pertama rute jalan Yudha Negara, kedua Hz Mustofa, dan ketiga itu rute Negara Wangi,” jelas Kaila.
Lebih jauh lagi, Sekretaris Nasional CTCU sama Ahmad Rizal, menyampaikan bahwa sampah hasil aksi CTC akan diolah oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Jadi memang kegiatan ini kita memungut sampah dari Taman Kota menuju Asia Plaza. Kita memungut sampah, kemudian nanti diangkut oleh DLH,” ujar Usama.
Kemudian, Usama menjelaskan bahwa CTC bukan sekadar mengumpulkan sampah, melainkan upaya mempengaruhi masyarakat agar lebih peduli dalam memilah dan mengolah sampah di lingkungannya. Ke depannya, pihaknya juga merencanakan pengelolaan sampah bernilai ekonomis melalui bank sampah dan kerajinan ecobrick sebagai bagian dari ekonomi kreatif.
“Kedepannya kami merencanakan meminimalisir masalah sampah ini dengan menjadikan sampah bernilai ekonomis, salah satunya melalui pendekatan bank sampah dan kerajinan ecobrick,” jelas Usama.
Untuk kegiatan ke depannya dari pihak Pemerintah Tasikmalaya melalui Kepala Bidang (Kabid) Persampahan, menyampaikan komitmennya untuk siap berkolaborasi dengan komunitas dan elemen lain dalam menangani masalah sampah yang ada di Tasikmalaya.
“Alhamdulillah diwakili oleh Kabid Persampahan, beliau menyampaikan komitmennya bahwa pemerintah Kota Tasikmalaya siap berkolaborasi dengan komunitas dan elemen yang lain untuk menangani masalah sampah ini,” ujar Usama.
Sebagai penutup, Kaila berharap kegiatan CTC ini mampu membangun kesadaran publik akan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai fondasi kehidupan yang layak dan sejahtera. Menurutnya, persoalan lingkungan bukan hanya urusan segelintir pihak, melainkan tanggung jawab bersama.
“Melalui Clean the City yang rutin digelar setiap tahun, saya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” tutup Kaila.
Reporter: Nur Alliyah Zahira, Rodiyah Permata Gani, Agnia Azzahra Nababan.
Penulis: Ellinda Siti Nurhasanah
Penyunting: Adila Sundari


