Gemercik News-Universitas Siliwangi (1/03). Kekosongan kursi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Siliwangi (Unsil) masih berlangsung hingga hari ini. Salah satu sivitas akademika, yaitu Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan (FKIP), Dede Wahyu Firdaus, S.Pd., M.Pd., berpendapat bahwa kekosongan ini terjadi karena terdapat kesalahan pola organisasi, proses kaderisasi, serta citra organisasi yang terkesan kuno.
“Saya melihat kekosongan kursi calon-calon suksesi atau penerus Ketua BEM-nya, mungkin yang pertama ada yang salah dalam proses kaderisasinya, yang kedua mungkin image organisasi yang punten, kuno,” jelas Dede kepada Gemercik, pada Jumat (27/02).
Lebih lanjut, Dede mengungkapkan selain dari kekosongan jabatan ketua, BEM Unsil juga dianggap masih belum bisa merepresentasikan kepentingan dan aspirasi dari seluruh mahasiswa Unsil secara utuh. Hal ini ditandai dengan sulitnya melakukan regenerasi organisasi dalam beberapa waktu ke belakang.
“Menurut keyakinan saya di sini sepertinya belum. Kalau mungkin sudah merasa menjadi representasi teman-teman mahasiswa, saya rasa nggak seperti ini gitu. Untuk proses regenerasi nggak sesulit beberapa waktu belakangan ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, Dede menambahkan bahwa program yang dijalankan oleh Ormawa seperti Masa Bimbingan (Mabim) dipertanyakan relevansinya. Dede berpesan bagi Ormawa dalam menjalankan programnya harus lebih humanis dan relevan, sehingga tidak hanya berorientasi pada kuantitas tanpa melihat kualitas.
“Yang pertama, jadikan Ormawa itu organisasi yang humanis, bisa mengerti dan memahami ruang-ruang mahasiswa hari ini, mungkin ketika mabim dengan bentakan cinta dulu masih relate, tapi hari ini apakah masih relate?” tambahnya.
Terakhir, Dede berharap Ormawa dapat berkembang lebih baik sehingga mahasiswa bersedia berpartisipasi aktif dalam organisasi. Diperlukan kepedulian organisasi dalam menyikapi kondisi ini.
“Jadi pintar itu baik, tetapi menjadi bijak itu lebih penting. Nah ruang menjadi bijak itu salah satunya ada di Ormawa,” tutupnya.
Reporter: NurAlliyah Zahira, Hilma Fitriyani
Penulis: M Rizki Maulana
Penyunting: Mutia Rahma Aprianti



