Janji Enam Belas Mei
JANJI ENAM BELAS MEI oleh: Fida Fauziyya Pikirku terdekap antara gemercik air suci mengusap paras kakuku, menangkap auraku Sebagian terserap, bersemayam dalam jiwa, dan lainnya membelai kaki dan kerikil kecil. Sejuk terasa, namun entah mengapa malah terasa tersayat pisau tajam menikam kalbu tiada ampun. Hingga sukma terbang melayang, kalbuku tak hentinya mengadu, “Enam belas…