Gemercik Media – Universitas Siliwangi (20/01) Penerimaan bakal calon Rektor Universitas Siliwangi (Unsil) periode 2026-2030 telah memasuki tahap verifikasi yang berlangsung sejak 9 Januari hingga 24 Februari 2026. Dari 15 dosen yang memenuhi kriteria, delapan mengambil berkas pendaftaran dan tujuh mengembalikannya. Tujuh bakal calon berasal dari Unsil, sementara satu calon berasal dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
“Dari data kepegawaian, ada sekitar 15 dosen yang memenuhi persyaratan sebagai bakal calon rektor. Dari jumlah tersebut, delapan orang mengambil berkas, namun hanya tujuh yang mengembalikannya,” ujar Dr. Nanang kepada Gemercik pada Senin (19/01).
Selain itu, panitia pemilihan rektor menjelaskan bahwa verifikasi administrasi dilakukan secara berlapis melalui pengecekan ulang seluruh dokumen persyaratan untuk menjamin kesesuaian data dengan ketentuan yang berlaku.
“Verifikasi dokumen dilakukan secara berlapis, termasuk pengecekan ijazah S1–S3, KTP, dan surat pendukung lainnya. Jika ada keraguan, kami juga melakukan konfirmasi ke instansi terkait,” jelas Dr. Nanang.
Kemudian, Dr. Nanang menyampaikan bahwa verifikasi administrasi bakal calon rektor Unsil dilakukan oleh tim verifikator yang terdiri atas panitia pemilihan rektor dan pimpinan senat, yang dibentuk dari perwakilan seluruh fakultas dan pascasarjana di Unsil.
“Panitia pemilihan terdiri dari perwakilan masing-masing fakultas, di antaranya Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Kesehatan, Fakultas Agama Islam, serta Pascasarjana,” ujar Dr. Nanang.
Dr. Nanang menambahkan bahwa seluruh proses pemilihan rektor periode 2026–2030 dilaksanakan mengikuti Peraturan Senat Nomor 2 Tahun 2025 sebagai pedoman utama, dengan melakukan sedikit penyesuaian dari periode sebelumnya.
“Semua tahapan pemilihan kami jalankan sesuai Peraturan Senat Nomor 2 Tahun 2025, hanya ada sedikit penyesuaian dari sebelumnya, tapi tetap sesuai aturan,” tambah Dr. Nanang.
Terakhir, Dr. Nanang memastikan seluruh informasi terkait tahapan dan hasil pemilihan dilakukan secara transparan melalui berbagai kanal informasi, agar semua pihak baik sivitas akademik maupun publik dapat memantau.
“Kami menyampaikan seluruh informasi pemilihan secara terbuka supaya semua pihak bisa memantau tahapan dan hasilnya,” tutupnya.
Reporter: Diyah dan Faya
Penulis: Berinda
Editor : Anisa Lutfiah Khairunnisa