Materi Aktivisme Sosial OMBUS 2026, Tekankan Perubahan Dimulai dari Diri Sendiri
Gemercik News–Universitas Siliwangi (7/08). Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Siliwangi (OMBUS) 2026 mengangkat materi aktivisme sosial yang disampaikan oleh Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., M.SIPh. pada Kamis (6/08). Sherly memandang bahwa jika mahasiswa diam ketika melihat ketidakadilan, maka mahasiswa merupakan bagian dari ketidakadilan tersebut. Sherly menekankan sebagai agent of change mahasiswa dapat melakukan perubahan dari hal terkecil yakni dari dirinya sendiri.
“Makanya tugas mahasiswa adalah ketika melihat sesuatu yang tidak benar, itu melawan arus. Satu dari empat syarat perubahan adalah harus ada yang melawan arus sekalipun dimulai dari skala yang kecil, organisasi misalnya, tapi di situ awal mula perubahan,” ungkap Sherly kepada Gemercik, pada Kamis (6/08).
Lebih lanjut, Sherly menjelaskan bahwa esensi menjadi mahasiswa adalah memantik dan mempertajam proses berpikir kritis dalam menghadapi masalah. Menurut Sherly, bergabung dengan organisasi merupakan salah satu langkah untuk membangkitkan jiwa aktivisme sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan keadilan dalam kehidupan.
“Berorganisasi menurut Sherly adalah salah satu cara untuk memperpanjang napas perjuangan itu. Sehingga kalaupun ada yang harus dikorbankan, maka satu orang berkorban, nilai dan perjuangan itu akan terus,” jelasnya.
Kemudian, Sherly mengungkapkan dasar dari digital activism adalah memperjuangkan kepentingan publik, tantangan dalam mengikuti viralitas adalah ketidaktahuan apa yang sebenarnya terjadi. Oleh karena itu, Sherly menekankan pentingnya berpikir kritis dan menggali isu lebih dalam agar proses digital activism tetap di jalur yang tepat tanpa ditunggangi oleh pihak manapun.
“Hari ini anak muda harus bisa melihat sebetulnya di hulunya ada apa, sebetulnya apa yang terjadi di root cause nya apa. Dari situ kita tahu langkah strategis apa, kalaupun viral, yang mana yang harus kita viralkan dan yang mana yang harus kita kawal,” ungkapnya.
Di sisi lain, Sherly memandang semangat aktivisme digital cenderung menguat dengan banyaknya informasi yang diperoleh dengan kecepatan internet saat ini. Dalam konteks bernegara, mengawal kebijakan pemerintah sebagai rakyat, mahasiswa, dan anak muda adalah bentuk aktivisme yang sah dan dilindungi oleh Undang-Undang.
“Hari ini tugas kita anak muda adalah mengawal, karena udah terpilih kan? Program udah berjalan. Tugas kita sebagai rakyat, mahasiswa, dan anak muda adalah mengawal itu sehingga semuanya berdasarkan apa yang sudah dijanjikan. Paling Sherly cuma bisa bilang bahwa proses mengawal ini adalah bagian dari activism kita,” ujarnya.
Terakhir, Sherly berharap mahasiswa dapat menikmati masa perkuliahan, keluar dari zona nyaman agar bisa terus tumbuh, berkembang, dan menemukan hal baru. Sherly juga mengingatkan mahasiswa untuk fokus meraih tujuan yang sudah dipilih sebab Generasi Z memiliki banyak opsi yang mendistraksi dalam menentukan pilihan.
“Tantangan mahasiswa baru hari ini, bahwa ketika udah tahu apa yang menjadi target, fokus. Karena yang akan dihargai itu adalah keahlian, dan keahlian itu butuh jumlah jam terbang. Terakhir, konsisten. Karena banyak yang memulai, akhirnya di tengah jalan seleksi alam membuat kita mundur pelan-pelan,” tutupnya.
Reporter: Berinda, Adila Sundari, M. Fadillah
Penulis: Diyah
Penyunting: Luki Tri Dea Wibowo





Post Comment