Perpustakaan Unsil Tekankan Benefit Value dalam Lanjutkan Agenda Revitalisasi

IMG 20260812 WA0009

Perpustakaan Unsil Tekankan Benefit Value dalam Lanjutkan Agenda Revitalisasi

Gemercik News–Universitas Siliwangi (12/08). Terlaksananya pembangunanarea selasarrampung dengan konsep yang lebih fungsional, Perpustakaan Universitas Siliwangi (Unsil) berencana melanjutkan agenda revitalisasi. Kepala Perpustakaan Unsil, Dr. Budi Riswandi, M.Pd., menyebutkan rencana penyegaran perpustakaan melalui pembangunan ruang baca terbuka dan penataan area belakang dengan menekankan benefit value bagi pengguna.

“Saya itu sekarang sedang memikirkan kapan ini terealisasi. Misalnya kanopi ini akan saya bongkar, akan didak dan di atasnya menjadi rooftop ruang baca terbuka, kemudian lahan paling belakang perpus agak kecil, tapi itu juga menarik untuk menjadikan semacam mini bioskop,” sebut Dr. Budi kepada Gemercik, pada Rabu (12/08).

Lebih lanjut, Dr. Budi mengungkapkan bahwa realisasi pembangunan masih menunggu keputusan rektorat, tetapi pihaknya telah mengajukan revitalisasi Perpustakaan Unsil untuk masuk dalam daftar prioritas pembangunan, dan kini menunggu proses persetujuan.

“Diserahkan lagi ke pihak rektorat, yang penting dari kami itu kan pengajuan, nanti ketika pengajuan sudah masuk list misalnya, oh nanti pengerjaan tahun depan, nah kalau seperti ini nggak mungkin kan bertahun-tahun,” ungkapnya.

Kemudian, Dr. Budi menjelaskan bahwa salah satu sumber anggaran revitalisasi perpustakaan berasal dari hasil penjualan kopi di Pustaka Coffe dan ditambah oleh Universitas. Disebutkan pula bahwa penggunaan anggaran tersebut dilakukan melalui pengajuan karena pembayaran sewa lahan Pustaka Coffe masuk ke rekening rektorat.

“Jadi Pustaka Coffe itu kan sistemnya sewa per meter tanah, dari situ kita gak dapat keuntungan sebenarnya, karena mereka berbayar langsung ke rekening rektorat. Tapi dari rekening rektorat terlihat IGU-nya kalau pemasukan uang ini datangnya dari perpusakaan, kita ajukan karena ada IGU-nya. Jadi di haknya boleh dipakai untuk perpustakaan lagi,” jelasnya.

Selain itu, selesainya pembangunan selasar perpustakaan menjadi daya tarik tersendiri untuk mengundang investor datang, terhitung hingga hari ini. Terdapat beberapa pihak yang mengajak kerja sama salah satunya Kedutaan India yang menyumbangkan buku dan kemudian dibuatlah Indian Corner.

“Ternyata strategi itu berhasil. Yang kedua, bagaimana perpustakaan itu juga menjadi tempat yang bisa orang swafoto, selfie, hanya untuk mengabadikan dirinya di perpustakaan. Itu juga bagian dari literasi kebudayaan,” jelasnya.

Terakhir, Dr. Budi menegaskan akan memanfaatkan tempat-tempat yang sudah ada dengan membuat inovasi terbaru, demi mewujudkan cita-cita untuk mengubah fungsi perpustakaan yang sifatnya kaku menjadi rumah yang menyenangkan bagi pembaca serta tempat bertemunya ide dan gagasan. Dr. Budi menekankan agar mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas dengan baik dan menjaga kenyamanan, keamanan, serta kebersihan.

“Di sini juga sering dimanfaatkan oleh para mahasiswa membuat podcast, beberapa hiburan, nah ini kan ruang publik, yang penting perizinan pemerintah pun dilakukan, nanti di sini ada bedah buku dengan Panji Sakti juga kan di sini, kemudian bedah film, menonton bareng, apapun juga kan dilakukan selagi mampu menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan,” tutupnya.

Reporter: Anggita Puspa Aniendya, Hany Afifah

Penulis: Rodiyah permata ghani

Penyunting: Nisrina Nur Rahmah

Post Comment