Lakukan Aksi Hartanas, BEM Faperta Unsil Suarakan Persoalan Pertanian
Gemercik News–Tasikmalaya (23/09). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Siliwangi (Unsil) lakukan aksi untuk memperingati Hari Tani Nasional (Hartanas) ke-66 di depan Balai Kota Tasikmalaya, pada Selasa (23/09). Ketua BEM Faperta Unsil, Alik Abidin, mengatakan aksi tersebut menjadi momentum untuk menyuarakan persoalan pertanian yang masih dihadapi petani.
“Sebetulnya kami dari BEM Fakultas Pertanian Unsil selalu mengadakan aksi setiap tahun terkait Hartanas karena itu merupakan sebuah hadiah ataupun momentum kepada petani. Akan tetapi, keadaan dan realitas yang ada tidak menjadikannya sebagai hadiah, tetapi menjadi malapetaka,” tutur Alik kepada Gemercik, pada Selasa (23/09).
Dalam aksi tersebut, Alik menyebut tuntutan Faperta Unsil berangkat dari isu Reforma Agraria yang kemudian diarahkan pada persoalan pertanian di tingkat daerah, termasuk implementasi Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (Perlintan).
“Yang pertama berbicara terkait masalah tuntutan ini menjadi grand isu pertama adalah Reforma Agraria. Ketika kita lihat realitas yang ada, pertanian di Kota Tasik itu sangat jomplang dengan bagaimana undang-undang itu seharusnya bisa berjalan. Ketika berbicara masalah kedaerahan, kami coba membawa isu penegakan implementasi Perda LP2B dan juga Perlintan,” jelasnya.
Selain itu, Alik mengungkapkan tuntutan tersebut ditujukan kepada Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya, khususnya Komisi II. Serta menyayangkan ketidakhadiran sejumlah pihak yang diundang dalam aksi dan berencana menggelar aksi lanjutan untuk menyuarakan aspirasi petani.
“Kami sangat merasakan kekecewaan karena tidak dihadiri oleh seluruh tamu undangan. Untuk bentuk lanjutannya kami akan mengadakan aksi lanjutan untuk menuntut ada aspirasi petani dan masyarakat yang perlu diselesaikan secepat-cepatnya,” ungkapnya.
Terakhir, Alik menjelaskan bahwa persoalan kepemilikan lahan menjadi salah satu faktor yang menyulitkan petani sehingga harapanya kedepan pemerintah lebih memperhatikan kondisi petani di Kota Tasikmalaya.
“Sekarang 19.000 petani pengguna lahan di Kota Tasikmalaya, sekitar 17.800 itu merupakan petani yang hanya memiliki lahan kurang dari 0,5 hektare. Saya harap pemerintah hadir kepada setiap massa aksi dan lebih melihat bagaimana kondisi realitas yang ada,” tutupnya.
Reporter: Dista Chandra Kirana, Adila Sundari, Rodiyah Permata Ghani, Sabila Nur Fadillah, Muhammad Rizki Maulana
Penulis: Silvia Ripa Nurkaromah
Editor: Elinda





Post Comment