Tepis Isu Peretasan, UPA TIK Unsil Sempat Batasi Aksesibilitas Aplikasi SINTESYS
Gemercik News–Universitas Siliwangi (28/10). Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Universitas Siliwangi (Unsil) sempat melakukan pembatasan penggunaan aksesibilitas untuk aplikasi SINTESYS dan server data pada beberapa waktu lalu. Langkah ini menyebabkan mahasiswa maupun dosen tidak dapat mengakses sistem untuk kepentingan akademik selama kurun waktu tersebut.
Kepala UPA TIK Unsil, Ir. Firmansyah Maulana Sugiartana Nursuwars, S.T., M.Kom., mengatakan bahwa tindakan pembatasan diambil sebagai langkah mitigasi guna mencegah potensi kebocoran data akademik dan keuangan kampus. Hal ini menyusul ditemukannya celah keamanannya global Hypertext Preprocessor (PHP) yang menjadi pondasi utama server SINTESYS Unsil.
“Kita melakukan mitigasi risiko supaya data yang krusial kaitannya dengan akademik dan keuangan khususnya di Unsil itu tidak bocor ke luar. Isu keamanan itu memungkinkan pihak yang tidak berwenang untuk bisa mengambil alih akses ke server,” ungkapnya kepada Gemercik, pada Selasa (27/10).
Lebih lanjut, Firmansyah menjelaskan bahwa isu keamanan ini bukan hanya terjadi di tingkat lokal melainkan isu global yang harus diwaspadai. Jika PHP ini digunakan untuk pengembangan aplikasi maupun website, terdapat celah untuk server tersebut diambil alih. Namun, karena celah tersebut bukan ranah yang bisa disentuh TIK untuk diatasi, langkah yang bisa dilakukan adalah pemblokiran akses sementara.
“Karena dari PHP Foundation-nya, yang tadi teknologi server yang kita pakai, itu ada dua isu yang bocor, ada celah untuk mengambil alih server. Karena celahnya itu bukan ranahnya TIK atau kita untuk mengatasi, kita harus menunggu dari PHP Foundation-nya, maka kita melakukan pemblokiran akses,” jelasnya.
Selain itu, Firmansyah menegaskan bahwa pemblokiran akses tersebut bukan berarti server SINTESYS telah diretas, melainkan hal tersebut merupakan upaya mitigasi yang murni dijalankan atas arahan PHP Foundation sebagai tindakan preventif. Untuk memastikan keamanan sebelum sistem dibuka kembali, UPA TIK Unsil segera memperbarui PHP menggunakan patch terbaru untuk menambal celah kerentanan yang ada.
“Pemblokiran ini bukan berarti SINTESYS dibobol. Cuma tadi, risiko kena bobolnya tinggi karena ada isu ini. Pembatasan baru dicabut setelah kami memastikan server benar-benar aman dengan meng-update PHP menggunakan patch terbaru untuk menambal lubang keamanan tadi,” ungkapnya.
Terakhir, sebagai bahan evaluasi internal, Firmansyah menyampaikan bahwa UPA TIK Unsil akan melakukan penetration test, sebuah simulasi serangan siber secara legal, terhadap aplikasi kampus. Selain itu, pihak UPA TIK juga akan lebih aktif memantau forum diskusi yang membahas perkembangan security bawaan PHP guna menjaga keamanan data krusial Unsil di masa mendatang.
“Yang kita lakukan sebelumnya untuk menjaga data krusial yang ada di SINTESYS, untuk PHP berarti kita lebih aktif untuk memonitoring forum-forum yang membahas tentang security-nya PHP,” tutupnya.
Reporter: Suci Lestary, Agnia Azzahra Nababan
Penulis: Sabila Putri Nur Rochman
Penyunting: Diyani Rahayu Nur’aeni





Post Comment