PUISI : “Dua Petani dalam Negeri”
Negeriku ladang subur sangat Kau tak gunakan cangkul Jelas telunjuk paling nikmat Hasil panenmu persegi panjang hijau ringan Tak bisa dimakan, tak kau jual Mengapa disimpan tak juga berbelatung? Bertani apa kau? Petani macam apa kau? Maukah bertukar dengan hasil panenku? Lebih unggul dari penghasilanmu Dijual takkan habis, hanya bertambah saja Ataukah kau mau bibit…