Satgas PPKPT Gelar Workshop Sebagai Upaya Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus
Gemercik News-Universitas Siliwangi (5/05). Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) menggelar workshop dengan tema “Strategi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi: Pendekatan Kebijakan, Layanan dan Tindak Lanjut,” pada Senin (4/05) di Auditorium Rektorat Kampus 2 Universitas Siliwangi (Unsil).
Ketua satgas PPKPT, Irani Hoerunis, S.Si., M.T., CRP., CIISA. mengungkapkan bahwa workshop ini bertujuan memperkenalkan satgas PPKPT yang sebelumnya bernama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Selain itu, acara ini menjadi sarana sosialisasi kepada dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) mengenai Peraturan Menteri Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) terkait penanganan kekerasan.
“Tujuannya mengenalkan satgas PPKPT, dulu kan PPKS ya, tentang kekerasan seksual. Nah, sekarang Permendikbudristek tentang kekerasan itu sendiri belum disampaikan ke dosen, tendik, kalau mahasiswa kan sudah rutin,” Ucap Irani, kepada Gemercik pada Senin (4/05).
Selanjutnya, Irani menjelaskan bahwa satgas PPKPT telah menyusun panduan berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai upaya konkret pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di tingkat universitas.
“Kita sudah membuat panduan untuk proses penanganan dan pencegahan. Mekanismenya itu sudah kita susun dalam bentuk SOP dan sudah disahkan di awal tahunan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irani menambahkan bahwa target yang ingin dicapai tidak hanya memperkenalkan satgas PPKPT saja, melainkan juga menerapkan regulasi yang lebih terperinci dan mengikat. Hal ini mencakup pembuatan pedoman khusus bagi mahasiswa, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga dosen guna menekan potensi kekerasan.
“Perlu masuk ke bagian-bagian tertentu. Ketika ada penekanan di sisi kebijakan, maka kita misalkan membuat pedoman khusus di pengaturan mahasiswa, di UKM, di organisasi-organisasi yang bergerak di lingkungan kampus, kemudian dosen juga sama,” ujarnya.
Terakhir, Irani menjelaskan bahwa satgas PPKPT mengadopsi pola dari universitas lain yang telah lebih dulu mengimplementasikan sistem ini dengan matang. Irani berharap workshop ini dapat memberikan pemahaman mendalam bagi seluruh sivitas akademika mengenai mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.
“Pencegahan penanganan itu memiliki pola yang bisa kita ambil dari beberapa universitas yang memang sudah lebih tough, harapannya semua sivitas itu tahu mengenai bagaimana pencegahan, bagaimana mekanisme, bagaimana penanganan yang kita lakukan di Satgas,” tutupnya.
Reporter : Suci Lestary, Saepul Milah, Ailsa Salwa Nabila Haqi
Penulis : Agnia Azzahra Nababan
Penyunting : Anisa Lutfiah Khairunnisa





Post Comment