Pembatasan Jam Perpustakaan Unsil, Kepala Perpustakaan Pastikan Layanan Tetap Berjalan

IMG 20260416 WA0084 1

Pembatasan Jam Perpustakaan Unsil, Kepala Perpustakaan Pastikan Layanan Tetap Berjalan

Gemercik News–Universitas Siliwangi (16/04). Perpustakaan Universitas Siliwangi (Unsil) menerapkan pembatasan jam operasional menyusul kebijakan pemerintah terkait sistem kerja hibrida. Menanggapi hal itu, Kepala Perpustakaan Unsil, Budi Riswandi, M.Pd., mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap kualitas layanan, karena sistem layanan digital telah diterapkan sejak lama.

“Kita kan sudah sistem digital, sudah banyak ya, mulai dari repository, kemudian access journal, kecuali peminjam buku fisik. Harinya pun ada waktu, dari Senin sampai Kamis. Kalau nanti WFH berhenti, masih seperti biasa lagi,” ungkap Budi kepada Gemercik, pada Rabu (15/04).

Kemudian, Budi menyebutkan bahwa mahasiswa perlu menyesuaikan diri dengan pembatasan layanan jam operasional perpustakaan. Karena, hal ini selaras dengan kebijakan nasional yang ditujukan bagi seluruh instansi pemerintahan.

“Mungkin ini juga menjadi adaptasi bagi seluruh mahasiswa. Karena program ini tidak hanya di kampus kita. Seluruh institusi negara bersama-sama melakukan WFH,” sebutnya.

Selanjutnya, Budi menjelaskan bahwa mekanisme dan prosedur layanan dalam jaringan (daring) dapat diakses melalui brosur dan Instagram resmi. Pihak perpustakaan juga berkomitmen untuk mengedukasi pengguna melalui konten media sosial secara konsisten.

“Ada brosur, di Instagram kita juga aktif. Di Instagram itu ada bagaimana cara mengakses berbagai macam platform kita dan sekarang saya menekankan kepada ke staf, minimal satu hari itu tiga konten. Satu tentang aktivitas pengurus, dua tentang layanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa tidak ada masalah mengenai kesiapan layanan secara dalam jaringan (daring). Karena, hal tersebut tergantung pada aspek Teknologi Informasi (IT) di Perpustakaan Unsil yang sampai saat ini masih stabil, dan apabila terjadi kendala pun akan langsung ditangani.

“Selama ini kita tidak pernah mengalami gangguan selagi IT pusatnya tidak gangguan, jadi aman-aman saja. Nah kalau misalnya ada gangguan, pasti ada pemberitahuan, biasanya ada repitalasi atau perbaikan dan sebagainya,” ungkapnya.

Terakhir, Budi menegaskan bahwa terdapat dampak yang kompleks dari pembatasan jam layanan ini, di satu sisi instansi wajib patuh pada aturan pemerintah. Namun, disisi lain jam layanan perpustakaan akan berkurang terutama saat pelayanan peminjaman buku fisik.

“Mengingat dampak positifnya ya efisiensi, yang kedua, kita tidak mungkin mengurangi pelayanan terhadap mahasiswa, kita akan melakukan semaksimal mungkin, yang ketiga, mungkin kalau ada yang pinjaman buku fisik itu akan terkendala di hari Jumat,” tutupnya.

Reporter: Rodyah Permata Ghani, Agnia Azzahra Nababan

Penulis: Nur Alliyah Zahira

Penyunting: Gessa Rizki Azzhara

Post Comment