Di Tengah Keterbatasan Fasilitas, Lab Unsil Didorong Hasilkan Pendapatan

WhatsApp Image 2026 11 04 At 10.56.04 PM

Di Tengah Keterbatasan Fasilitas, Lab Unsil Didorong Hasilkan Pendapatan

Gemercik News–Universitas Siliwangi (5/11). Penyesuaian terbaru arah kebijakan Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Siliwangi (Unsil) tuai sorotan. Ditengah persoalan keterbatasan ruangan yang kerap dialihfungsikan menjadi ruang kelas, terdapat kebijakan yang mendorong laboratorium Unsil perlu andil dalam menghasilkan pendapatan.

Kepala Biro Keuangan dan Umum, Drs. Nana Sujana, M.Si., menjelaskan bahwa status Satuan Kerja BLU menuntut adanya pertanggungjawaban tambahan, yakni kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Kementerian Keuangan.  

“Karena BLU itu khusus spesifik terkait dengan tata kelola pengolahan keuangan yang sudah berbasis layanan umum. Secara operasional, kita dibina oleh Kementerian Keuangan,” ungkap Drs. Nana kepada Gemercik, pada Rabu (4/11).

Lebih lanjut, Drs. Nana menjelaskan bahwa status BLU memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. Sehingga diberikan keleluasaan untuk mengelola potensi bisnis yang ada di universitas sebagai pendukung utama terhadap kegiatan akademik.

“Walaupun kita tidak full profit oriented, tapi sudah mulai mengembangkan potensi-potensi bisnis yang ada di kampus ini selain untuk kepentingan Tridharma. Juga terkait dengan sudah diperbolehkan untuk mencari pendapatan di luar pendapatan dari UKT,” jelasnya.

Namun, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Drs. Nana mengungkapkan bahwa pelaksanaan kebijakan ini membutuhkan pembenahan internal, khususnya pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan lisensi laboratorium.

“Tentunya ada dua hal yang harus diperbaiki. Kalau alatnya kan sudah ada. Terkait dengan SDM-nya, itu orangnya harus tersertifikasi, punya kompetensi. Yang kedua, sertifikasi labnya. Contoh yang di Pertanian, Lab Tanah itu sudah teruji, sudah ISO,” ungkapnya.

Terakhir, melalui pemetaan kondisi dan kebutuhan laboratorium, pihak rektorat bersama Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) juga melakukan pemetaan terhadap kebutuhan ideal laboratorium di setiap jurusan dan fakultas.

“Pak Rektor minta bantuan LPMPP untuk menguji, memetakan sebetulnya kebutuhan lab masing-masing jurusan dan fakultas itu idealnya seperti apa. Sehingga bisa lebih operasional, tidak hanya gemuk yang pada akhirnya cost-nya tinggi,” tutupnya.  

Reporter: Rodiyah Permata Ghani & Adila Sundari

Penulis: Sabila Putri

Penyunting: Nisrina Nur Rahmah

Post Comment