Berperan sebagai Caretaker, KEM Jalankan Tugas Tanpa Jabatan Ketua
Gemercik News–Universitas Siliwangi (21/07). Kolektif Eksekutif Mahasiswa (KEM) Universitas Siliwangi (Unsil) menerapkan model kepemimpinan kolektif tanpa jabatan ketua dalam menjalankan fungsi yang sebelumnya diemban Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Koordinator Bidang Eksternal KEM, Desta Kurniawan, mengatakan model tersebut diterapkan karena KEM berperan sebagai caretaker yang mengisi kekosongan kepemimpinan selama masa transisi organisasi.
“Karena tadi menggunakan model kepemimpinan kolektif, jadi sebenarnya di sini tidak ada namanya ketua, ketua secara KEM. Misalkan, ketua KEM nih tidak ada, tapi di sini hanya ada ketua sama wakil koordinator bidang,” tutur Desta kepada Gemercik, pada Senin (20/07).
Lebih lanjut, Desta menjelaskan bahwa KEM beranggotakan sepuluh orang perwakilan dari setiap fakultas di Unsil. Organisasi ini memiliki tiga bidang, yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Kastrat, dan Bidang Eksternal. Sementara itu, untuk mekanisme rekrutmen pengurus KEM saat ini masih didiskusikan bersama Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Unsil.
“Secara diktum di nomor kelima, kalau tidak salah, itu menyebutkan bahwasannya peran dan fungsi dari KEM ini sama halnya dengan BEM, sampai periodisasinya selesai. Berarti kita juga harus bisa open recruitment, cuman ini masih dalam tahap diskusi lebih lanjut bersama Badan Legislatif Mahasiswa Universitas Siliwangi,” jelasnya.
Kemudian, Desta mengungkapkan bahwa KEM berkomitmen untuk mentransformasikan sistem organisasi BEM yang sudah ada. Desta menjelaskan bahwa KEM berupaya dapat bersinergi dengan BLM Unsil serta membentuk Standard Government Organization (SGO) Unsil sebagai bentuk transparansi organisasi.
“Komitmen dalam hal transparansi dari segala macamnya, kami sendiri KEM ini dalam artinya sebagai caretaker pun memiliki tugas untuk nantinya transformasi daripada sistem organisasi BEM Unsil yang ada,” ungkapnya.
Terakhir, Desta menambahkan bahwa dalam menjalankan program-program ke depannya, KEM bersama BLM Unsil akan membuat Forum Komunikasi (Forkom) sebagai sarana koordinasi dalam menentukan model kepemimpinan di Unsil. Desta menyebutkan Forkom akan diisi oleh seluruh pimpinan fakultas dan para ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unsil.
“Nantinya di forkum itu diisi oleh semua pimpinan-pimpinan fakultas baik itu BEM, BLM fakultas, dan juga seluruh ketua-ketua UKM, untuk membahas mungkin ke depannya Unsil ini mau berdiri seperti apa, apakah SEMA (Senat Mahasiswa), KM (Keluarga Mahasiswa), REMA (Republik Mahasiswa) ataupun yang lainnya,” tutupnya.
Reporter: Adila, Ade Reva
Penulis: Diyah
Penyunting: Sabila Nur Fadillah





Post Comment