Dinyatakan Tidak Layak oleh PUTR, Gedung Mandala Unsil Masih Digunakan Mahasiswa

IMG 20260507 WA0013

Dinyatakan Tidak Layak oleh PUTR, Gedung Mandala Unsil Masih Digunakan Mahasiswa

Gemercik News–Universitas Siliwangi (7/05). Dalam beberapa kesempatan, mahasiswa masih terlihat beraktivitas di Gedung Mandala Universitas Siliwangi (Unsil). Kepala Sarana dan Prasarana Universitas Siliwangi, Budi Budiman, menyampaikan bahwa pihak kampus telah mengeluarkan surat edaran penutupan. Area tersebut telah diberi tanda pembatas dan dinyatakan tidak layak fungsi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

“Lembaga kan sudah mengeluarkan surat edaran tentang penutupan sementara Gedung Mandala dan hasil pemerikasaan dari tim PUTR juga dinyatakan tidak layak fungsi,” jelas Budi kepada Gemercik, pada Rabu (6/05).

Lebih lanjut, Budi menyebut bahwa kampus sebenarnya telah melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur penggunaan fasilitas secara rinci, termasuk sebagai bentuk evaluasi pascainsiden gazebo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

“Itu sudah ada SOP-nya penggunaan gedung. Kembali lagi mungkin ada ketidakpahaman dari teman-teman mahasiswa dan kurang sosialisasi dari kami juga,” tambahnya.

Selain itu, hasil kajian teknis terbaru menegaskan bahwa Gedung Mandala belum dapat digunakan hingga dilakukan perbaikan.  Rencana renovasi masih dalam tahap perencanaan dan menunggu keputusan lebih lanjut.

“Bagi hasil kajian sudah keluar dan itu dinyatakan tidak layak fungsi,” ujarnya.

Budi juga menambahkan bahwa gedung masih kerap digunakan karena keterbatasan ruang kegiatan mahasiswa. Saat ini belum tersedia ruangan lain dengan kapasitas setara Gedung Mandala.

“Ini tuh ya, sekarang pun walaupun ada beberapa gedung atau ruangan yang kapasitasnya agak lumayan di fakultas, tetap aja kekurangan,” tambahnya.

Mengenai pengawasan, kampus mengandalkan petugas keamanan dan koordinasi internal antar pegawai. Pengawasan dilakukan secara berkala dan setiap aktivitas di area terlarang akan segera dilaporkan.

“Di sana itu ada Pak Cencen, ada Pak Iki, ada juga Pak Ijul yang ditugaskan di sana, mereka tetap komunikasi dengan kita,” ujarnya.

Terakhir, Budi menegaskan bahwa pihak kampus akan melakukan upaya koordinasi kepada perwakilan mahasiswa atau pembina yang akan beraktivitas di Gedung Mandala, sembari mengingatkan risiko yang ada.

“Tetap kami akan koordinasi, kalau memang ada dengan salah satu anggota UKM, dengan pembina, dengan bagian kemahasiswaannya juga,” tutupnya.

Reporter: Adila, Dimas

Penulis: Muhamad Rizki Maulana

Penyunting: Saniyyah Setiawati

Post Comment