Perkembangan Positif Covid-19 Terus Naik, Unsil Siapkan Rencana Kebijakan Tambahan

Gemercik News-Tasikmalaya (28/04). Kota Tasikmalaya, jumlah pasien positif hingga Senin, 20 April 2020 tercatat sebanyak 27 orang. Tren kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan, baik skala daerah maupun nasional. Sementara, hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan puncak kasus penyebaran akan terjadi. Ketidakpastian ini menyebabkan sejumlah pihak merasa khawatir, termasuk pihak Universitas Siliwangi.


Berpijak dari kasus ini, bila terjadi perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di berlakukan, selain pendistribusian bantuan pulsa dan sembako yang diberikan kepada mahasiswanya. Universitas Siliwangi pun berencana menyiapkan kebijakan tambahan.


Kebijakan ini meliputi penghapusan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di semester depan akan dihapus dan menerbitkan ijazah digital (E-Ijazah). Budy Rahmat selaku Wakil Rektor Universitas Siliwangi menyampaikan bahwa penghapusan Uang Kuliah Tunggal (UKT) diharuskan adanya petunjuk teknis dari Kemendikbud. Kemudian, E-ijazah yang rencananya juga masih dalam tahap penjajagian terlebih dahulu.


“Tentang UKT (Uang Kuliah Tunggal) harus ada petunjuk teknis dahulu dari Kemendikbud, penerbitan E-ijazah sedang dijajagi dahulu,” pungkasnya.


Budy pun menjelaskan, bila masa darurat virus Covid-19 ini diperpanjang, maka Rektor Unsil Rudi Priyadi telah terlebih dahulu mengkonsultasikan kedua kebijakan tersebut kepada Kemendikbud dengan di dasari dari petunjuk teknis yang berlaku.


“Pak Rektor (Unsil) sudah berkonsultasi tentang hal itu (Penghapusan UKT di semester depan dan penerbitan E-ijazah), bila darurat Covid-19 berkepanjangan,” jelasnya.


Sebelum Universitas Siliwangi yang berencana menerbitkan ijazah digital, Institut Teknologi Bandung (ITB) terlebih dahulu menerapkan penerbitan ijazah digital dengan tanda tangan elektronik bersertifikat. Kebijakan tersebut akan mulai diterapkan bagi lulusan ITB yang akan diwisudakan pada kedua tahun Akademik 2019/2020. Dengan landasan karena untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.


Dalam waktu dekat ini, E-ijazah yang rencananya akan dikeluarkan oleh Universitas Siliwangi pun belum bisa dipastikan, kemungkinan besar E-ijazah ini diperuntukan bagi lulusan yang bertepatan dengan pandemi Covid-19.


Pandemi Covid-19 yang saat ini telah melanda 209 negara di dunia, termasuk Indonesia. Tak kunjung surut, setiap harinya perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan. Sejak pertama kali ditemukannya pasien yang terdampak, pemerintah setiap harinya merilis perkembangan data kasus penularan Covid-19. Pemerintah gencar melakukan tracing secara intens. Hasilnya, makin banyak warga positif Covid-19 yang ditemukan.


Lonjakan pun terus terjadi pada angka kematian pasien di Indonesia. Meskipun bertambah, jumlah pasien yang sembuh masih di bawah angka kematian. Kenaikan jumlah pasien yang terdampak Covid-19 tidak hanya berasal dari satu daerah saja, terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia. Tentu saja hal ini merupakan suatu permasalahan yang harus segera diselesaikan baik oleh pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah.

Reporter: Syahda
Penulis: Eva
Penyunting: Rini Trisa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed